Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
80


__ADS_3

Mikayla mengangguk sebagai tanda jika wanita itu mengijinkan Theo untuk menyentuh dirinya, pria itu pun tersenyum dengan tangan kanan yang menarik tengkuk Mikayla kemudian mencium bibirnya lembut dan penuh perasaan.


Perlahan bibir Theo merambat turun menyusuri leher putih mulus Mikayla dan menggigit kecil membuat Mikayla melenguh dan membalas menggigit telinga Theo.


Tangan kekar Theo pun tidak tinggal diam, merayap dan meremas sepasang benda bulat milik Mikayla. Wanita itu pun meremang rasanya sangat berbeda dari yang biasa mereka lakukan, bahkan kakinya sampai terasa lemas hanya dengan kegiatan seperti ini padahal mereka belum melakukan penyatuan.


Theo pun mengangkat tubuh Mikayla tanpa melepaskan ciumannya dan membaringkan tubuh Mikayla di atas ranjangnya yang luas.


Dengan gerakan cepat Theo melepas semua pakaian miliknya dan mikik Mikayla sampai keduanya polos tanpa sehelai benang pun.


Napas Mikayla terengah-engah saat Theo menghentikan aktifitas menciumnya, dan berjalan ke arah lemari es yang ada di kamarnya. Mikayla sedikit kecewa karena ia kira Theo akan langsung mengeksekusinya, namun pria itu lebih memilih pergi meninggalkanya.


Entah apa yang Theo minum namun pria itu kembali tanpa membawa apapun, Mikayla menggigit bibir bawahnya pelan dengan sorot mata yang tidak bisa di artikan.


Dada Mikayla berdebar tidak karuan saat melihat tubuh Theo yang berjalan-jalan di depan matanya tanpa mengenakan kain sehelai benangpun, dengan miliknya yang panjang, besar dan berurat itu, yang sejak tadi sudah berdiri kokoh di bawah sana.


Theo kembali menciumi leher jenjang Mikayla, namun tubuhnya menegang saat merasakan sensasi dingin yang membuatnya geli dan nikmat bersamaan.


Rasa dingin batu ice yang ada di dalam mulut Theo membuat sensasi aneh di tubuhnya, sungguh gila Theo memiliki fantasi yang begitu liar pikir Mikayla.

__ADS_1


Tapi itu membuatnya sangat senang, Mikayla terus menggeliat sambil membusungkan dadanya saat bibir Theo turun menyusuri sepasang dadanya.


“Euhh Ma-as…” lenguh Mikayla sambil meremat rambut pria itu.


Theo menyimpan potongan Ice itu di perut Mikayla lalu menatap reaksi wanita itu. “Bagaimana kamu suka sayang?” Tanya Theo.


Mikayla mengangguk cepat. “Iya aku suka.” Ucap Mikayla masih dengan mata yang terpejam.


Theo pun mengambil ice itu kembali dengan mulutnya dan menyusuri tubuh Mikayla yang lain hingga berada di titik sensitive paling bawah.


“Aahhh!! Sshhtt mas, aku tidak tahan.” Ucap Mikayla saat merasakan dingin, ngilu, geli dan nikmat menjadi satu.


“Aarrrgghhhh!!” Lenguh Mikayla kuat dengan tubuh yang tidak karuan seperti cacing kepanasan. Napas wanita itu masih terengah-engah namun Theo tidak membiarkan Mikayla beristirahat setelah pelepasan pertamanya, ia segera mengarahkan miliknya.


Theo menggesekan kepala tumpulnya di inti milik Mikayla, dan kembali membuat tubuh Mikayla berdesir hebat.


Mikayla memejamkan matanya menikmati sentuhan Theo yang sudah beberapa hari ini sangat di rindukannya, ia kembali melenguh saat pria itu memasukan miliknya yang besar itu dalam sekali hentakan.


“Euuuhhh…” lenguh Mikayla dan Theo bersamaan.

__ADS_1


Theo menghentakan pinggangnya semakin dalam dan kuat sampai membuat tubuh Mikayla bergerak-gerak mengikuti irama hentakan pinggul prianya dengan kedua dadanya yang bergerak-gerak bebas di bawah tubuh Theo.


“Aku mencintaimu Kay, I Love You.” Ucap Theo sambil mengerang nikmat dengan suara yang sangat serak menikmati sempitnya milik Mikayla yang menjepit miliknya. “Kau selalu membuatku merem melek enak.” Bisik Theo.


Mikayla yang pokus menikmati setiap hentakan yang membuatnya melayang tinggi tidak menghiraukan apa yang di racaukan pria yang ada di atas tubuhnya.


“Mas… mas aku tidak tahan.” Ucap Mikayla saat sesuatu yang nikmat akan datang.


“Apa sayang? Tunggu aku.” Ucap Theo, Mikayla mencengkram kuat pinggul Theo saat pria itu lebih dalam menghentakan pinggulnya sampai pada ujung inti milik Mikayla sampai membuat Mikayla berkali-kali mengerang.


“Eeuugghhhh!!!” Pekik keduanya sambil mengejang nikmat dengan kedua kaki yang mulai melemas, Theo bahkan sampai mendongakan wajahnya ke atas saat mengeluarkan ****** ***** miliknya di dalam rahim wanitanya.


Dada Mikayla tampak naik turun dengan tubuh yang terasa lemas setelah pelepasan keduanya.


Theo langsung mencium lembut bibir wanita itu dan menjatuhkan tubuhnya di samping Mikayla lalu menarik tubuh Mikayla dalam dekapannya.


.


To be continued..

__ADS_1


Ya ampun kenapa aku baik banget bikin bab kaya gini 🤣🤭🤭 plis jangan ikut ngompol kaya Theo dan Mikayla yah🤭


__ADS_2