Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
39


__ADS_3

“Hanya sedikit kesalah pahaman antara kami, kamu tidak perlu memikirkannya ini hal biasa bagi seorang pria.” Ucap Zayn sambil tersenyum agar rasa khawatir Mikayla berkurang.


“Bagaimana dengan kondisi Nenek mu? Aku dengar beliau baru selesai operasi?” Tanya Zayn, dia teringat Nenek Ratna yang dulu sangat menyukai dirinya


Mungkin ini salah satu jalan agar dirinya bisa lebih dekat bersama Mikayla melalui Neneknya.


“Nenek sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dia bisa makan dengan lahap saja sudah membuatku senang.” Ujar Mikayla dengan antusias menceritakan perubahan neneknya.


“Apa aku boleh menemuinya?” Tanya Zayn.


“Tentu saja, dia juga pasti senang bertemu dengan Kak Willy.” Ucap Mikayla.


Zayn terkekeh. “Panggil aku Zayn, aku sudah tidak memakai nama Willy. Itu terlalu kekanak-kanakan.” Ucapnya.


Mikayla hanya tersenyum. “Baiklah Kak Zayn, silahkan masuk.” Ucap Mikayla sambil membukakan pintu untuk Zayn.


“Nenek…” panggil Mikayla. “Apa Nenek masih ingat dengan Kak Zayn?” Tanya Mikayla.


Nenek Ratna menoleh ke arah Zayn, ia tersenyum saat melihat pria muda berparas tampan itu.

__ADS_1


“Siapa pria tampan ini, Kay?” Tanya Nenek yang masih berbaring di atas ranjang ia menatap sosok pria tampan yang berdiri di samping cucunya.


“Dia Kak Zayn William, anak dari keluarga William sahabat Ayah.” Ucap Mikayla, ia senang bisa mempertemukan Neneknya dengan anak dari sahabat Ayahnya.


Seketika raut wajah Ratna berubah, senyuman itu memudar saat ia mendengar ucapan Mikayla.


“Dunia ini memang sempit, kita tidak sengaja bertemu.” Ucap Mikayla yang tidak sadar perubahan raut wajah Neneknya.


Sementara Zayn melihat perubahan raut wajah Neneknya, dadanya berdegup sangat kencang. Ia tidak penasaran apa yang membuat Nenek nya tidak suka pada dirinya saat mendengar jika dirinya keluarga William.


“Kay, bisa tolong belikan Nenek roti di toko roti langganan kita?” Tanya Nenek Ratna tiba-tiba.


“Kak nitip Nenek sebentar yah.” Ucap Mikayla dan di jawab anggukan oleh Zayn.


“Hati-hati jangan sambil berlari.” Ucap Zayn, Mikayla pun mengangguk dan keluar dari kamar itu.


Zayn menatap ke arah Nenek Ratna.


“Kenapa kamu datang menemui cucuku?” Tanya Nenek Ratna dengan nada sinisnya.

__ADS_1


Zayn mengerutkan keningnya, seingatnya Nenek Ratna sangat baik dan murah senyum. Tapi mengingat sikapnya yang sekarang, ia jadi mempertanyakan ingatanya. Dia berpikir jika ingatanya itu salah.


“Aku ingin menemui Nenek, sudah lama kita tidak bertemu.” Ucap Zayn dengan tulus.


Nenek Ratih tersenyum pahit.


“Langsung saja, katakan apa tujuanmu datang menemui Cucuku?” Tanya Nenek Ratna dengan wajah tidak sukanya.


Zayn pun terdiam, rupanya wanita tua di depanya tidak bisa di ajak bicara baik-baik.


Jujur Zayn sedikit kecewa, karena niatnya untuk mendekati Mikayla melalui Neneknya ternyata bukan hal yang mudah.


“Aku ingin tau, kenapa dulu kalian membatalkan pertunanganku dengan Mikayla. Bukankah Nenek sangat menyukaiku?” Tanya Zayn dengan serius, karena ia sangat yakin pada saat itu Nenek Ratih selalu memuji setiap apa yang di lakukan Zayn.


Nenek Rana bahkan selalu menemui dirinya ke sekolah hanya untuk memberikan roti yang ia buat sendiri.


.


To be continued…

__ADS_1


__ADS_2