
“Apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya Theo pada Chelsea yang menatapnya dengan penuh cinta, sementara Theo sendiri sudah sangat muak dengan tatapan yang dulu paling di sukainya itu.
“Tentu saja aku sedang berjuang meminta restu untuk menikahi mu.” Ucap Chelsea dengan dada yang berdebar-debar dan bergegas memeluk lengan kanan Theo.
Sementara Theo langsung menepis lengan Chelsea begitu saja dan beranjak dari tempat itu. “Jangan ngawur kamu! Siapa yang mau menikah denganmu!” Pekik Theo.
“Sayang, kenapa bicara begitu? Bukan kah selama ini kamu menungguku?” Teriak Chelsea dengan menghentakan kakinya kesal sampai membuat kedua pasangan yang tengah berpmantis ria menatap ke arahnya.
Theo pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Chelsea.
“Aku tidak akan mempertahankan wanita jal*ng sepertimu Chelsea.” Ucap Theo, dia harap ucapannya itu dapat di mengerti oleh Chelsea yang selama ini selalu mempersembahkan tubuhnya pada setiap pria. “Aku bertahan karena aku kira kamu wanita baik, tapi nyatanya aku salah dan bodoh karena mau di bohongi oleh wanita seperti mu!”
Chelsea membelalak dengan wajah terkejutnya, bagaimana mungkin Theo bisa berbicara sekasar itu padanya. Sherena pun tidak kalah terkejutnya, berbeda dengan Leon yang datar melihat pertengkaran itu karena ia sudah mengetahui semuanya.
__ADS_1
“Sayang kamu pasti di hasut oleh wanita sialan itu! Dia pasti berbicara seenaknya—“ ucapannya terhenti saat Theo tina-tiba mendekatinya dan langsung mencengkram rahang wanita itu.
“Jangan pernah berani menjelekan kekasihku! Apalagi sampai menyebut namanya oleh mulut kotor mu ini Chelsea! Aku sudah muak denganmu jadi jangan pernah menemuiku dan keluargaku lagi!” Pekik Theo. “Atau karier mu itu akan aku hancurkan dengan tanganku sendiri, kau mengerti!” Pekik Theo sambil melepaskan tanganya dengan kasar yang mencengkram tahang wanita yang pernah di cintainya itu, sungguh Theo sangat menyesal pernah mencintai wanita seperti Chelsea.
Sherena kembali terkejut melihat sikap kasar sang kakak, dia jadi merinding sendiri saat tau sisi gelap kakaknya.
Sherena lalu menatap Leon. “Kak sepertinya selama dua minggu ini kita tidak akan bisa bertemu dulu.” Ucap Sherena smabil meringkuk ketakutan di dalam pelukan Leon saat sudah melihat aksi sang kakak yang begitu murka saat marah, sunggu ini pertama kalinya ia melihat Theo marah sampai semarah itu.
“Jangan takut, di mana Sherena yang pemberani seperti dulu?” Tanya Leon berusaha menenangkan wanitanya.
“Ayang! Ayang! Kak Leon!” Ucap Leon dengan tegas.
“Iya kak Leon, aku harus segera pergi ke rumah. Aku sedang dalam hukuman kak Theo. Jangan rindukan aku.” Ucap Sherena bergegas pergi saat melihat supir sang kakek yang berada tidak jauh darinya.
__ADS_1
“Sherena, biar aku yang antar!” Teriak Leon.
“Tidak jangan! Nanti kak Theo marah. Aku sama supir kakek saja.” Ucap Sherena bergegas masuk ke dalam mobil kakeknya. Dia lebih mencari aman dari pada pria yang di cintainya itu di apa-apakan sang kakak.
Sementara Theo yang kini sudah masuk ke dalam kediaman Estevan, segera melangkahkan kakinya ke halaman belakang di mana sang kakek berada.
“Kakek! Apa yang kamu bicarakan dengan Chelsea?” Tanya Theo dengan tidak bersahabat.
Kakek Albert sama sekali tidak menoleh ke arahnya, ia hanya sibuk memainkan caturnya seorang diri.
“Kakek!” Pekik Theo lagi.
.
__ADS_1
To be continued…
Sebenernya hari ini aku lagi gak mood ngetik😭