Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
82


__ADS_3

Theo membuka matanya, ia bergegas bangkit dari tidurnya saat tidak melihat sosok wanita cantik di sampingnya. Nyawanya saja belum kumoul tapi ia memaksakan diri berlari mencari ke beradaan Mikayla ke seluruh ruangan.


“Lala! Lili!” Teriak Theo untuk memanggil pelayannya itu. Lili dan Lala pun berlarian menuju sumber suara.


“Iya tuan, ada yang bisa kami bantu?” Tanya Keduanya.


“Di mana Kayla? Kenapa dia tidak ada di kamarku?” Tanya Theo sambil meremat rambutnya yang tiba-tiba terasa pusing.


“Non Kayla titip pesan jika ia akan menemui Non Sherena dan akan segera pulang setelah menemuinya. Tapi dia tidak bilang akan pergi kemana.” Ucap Lala.


Theo berdecak sambil menyuruh kedua pelayan itu pergi. “Dasar kuda nakal! Berani-beraninya dia menyuruh wanitaku menemuinya!” Pekik Theo sambil kembali ke kamarnya. “Bukannya dia sedang ku hukum?” Gumamnya.


Waktu berlalu begitu saja, sudah hampir 3 jam Mikayla masih belum pulang. Chat dan panggilannya di abaikan begitu saja oleh kedua anak muda itu.


“Aku harus memisahkan mereka berdua, jika mereka bersama itu akna menbuatku kesulitan.” Gumamnya, karena kini dirinya tengah uring-uringan karena belum mendapat kabar dari wanitanya.

__ADS_1


“Ah sial! Harus kemana aku mencarinya?” Gumam Theo, dia sudah sangat gelisah bahkan dia berguling-guling tidak jelas di atas ranjang sambil menggenggam ponselnya berharap ada panggilan masuk dari wanitanya itu. “Artrgghh!!” Pekiknya lagi, namun Theo segera menatap ke arah pintusaat suara pintu itu terbuka.


“Kemana saja? Kenapa tidak mengangkat panggilanku?” Tanya Theo dengan wajah kesalnya.


“Aku tidak liat ponsel, Mas.” Ucap Mikayla. Panggilan ‘Mas’ yang terdengar di telinga Theo begitu romantis, rasa kesalnya tiba-tiba menghilang menjadi sebuah senyuman.


Theo berjalan mendekati Mikayla yang masih berdiri mematung di ambang pintu, Theo lalu menuntun Mikayla untuk duduk di pangkuanya di atas sofa.


“Apa Mas Theo akan mengajakku bercinta lagi?” Tanya Mikayla saat mengingat posisi tadi siang juga seperti ini sangat intim.


Mikayla mengulum senyum dengan pipi yang merona.


“Dengarkan Mas baik-baik, jangan pernah pergi tanpa seijin Mas kamu mengerti? Mas hawatir saat tidak melihatmu ada di samping Mas.” Ucap Theo jujur, lebih tepatnya ia takut jika Mikayla pergi meninggalkannya.


“Maaf, aku hanya takut kalau tidur mah keganggu.” Ucap Mikayla. Theo tersenyum sambil mengecup bibir ranum wanitanya.

__ADS_1


“Besok ikut Mas ke bandung, Mas ada kerjaan di sana.” Ucap Theo, saat teringat jika tadi Ronal memberi kabar dan memberi setumpuk kerjaan untuk besok.


“Tapi, aku beberapa hari ini tidak masuk kelas, banyak pelajaran yang tertinggal.” Ucap Mikayla dengan wajah hawatirnya.


Theo tau betul bagaimana Mikayla yang menjunjung tinggi pendidikan, sama seperti dirinya yang lebih menomor satukan pendidikan.


“Padahal Mas ingin di temani kerja sama kamu Kay.” Ucap Theo sambil mengecup beberapa kali punggung tangan wanitanya.


“Kalau begitu kita harus menghabiskan waktu di atas ranjang malam ini.” Ucap Theo sambil berdiri dengan tubuh Mikayla yang ikut di angkat lalu berlari menuju ranjang dan menjatuhkan kedua tubuh mereka di atas rajang.


Mikayla sampai berteriak karena kaget.


“Mas pasti sangat merindukanmu selama di bandung.” Ucap Theo lalu mencium bibir wanita cantiknya itu.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2