Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
11. Berita Kehamilan


__ADS_3

"Amanda sayang, dibawah ada ibumu sayang," pekik Risma dari luar kamar.


"Apa? ibu? Ga salah pagi-pagi seperti ini sudah datang," gumam batin Amanda.


"Iya Bu sebentar," teriak Amanda setelah ia berbicara sendiri dalam hatinya.


Amanda pun segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


khuwek.. khuwek..


"Astaga apa yang terjadi, kenapa perutku tiba-tiba mual? Kepalaku juga sedikit pusing," gumam batin Amanda sambil memegangi kepalanya. Padahal sejak kemarin Amanda tidak merasakan apa-apa. Tapi pagi ini setelah mandi tiba-tiba saja perutnya merasa mual.


"Kenapa sayang? Apa kamu sakit?" tanya Gilang yang langsung terperanjat dari tempat tidur saat mendengar istrinya muntah dan memegangi pipinya.


"Entahlah aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja perutku rasanya mual. Tapi sekarang sudah lebih baik," jawab Amanda.


"Ya sudah kalau begitu aku ke bawah dulu, ada ibu sudah menunggu," pamit Amanda.


"Oke! Aku juga mau mandi dulu," ujar Gilang yang segera bergegas ke kamar mandi.


Amanda segera bergegas ke bawah dengan sangat hati-hati.


"Ibu," panggil Amanda saat masih di tangga.


"Sayang," jawab Silvia yang segera bangun dari tempat duduknya dan segera memeluk anaknya.


khuwek.. khuwek..


"Kamu kenapa sayang?" tanya Silvia yang segera memegang kepala anaknya.


"Tidak tahu Bu, perutku rasanya mual. Kepalaku pusing," lirih Amanda.


"Ayo duduk dulu nak," titah Silvia.


"Apa kamu sakit?" tanya Silvia yang merasa khawatir.


"Tidak Bu, sejak kemarin aku tidak apa-apa. Hanya barusan setelah mandi tiba-tiba perutku mual dan ingin muntah," lirih Amanda.


Sejak kemarin perasaan Silvia memang sudah tidak enak. Entah mengapa Silvia selalu merindukan anaknya. Mungkin sebagai seorang ibu, Silvia memiliki firasat jika anaknya sedang tidak enak badan.


"Apa jangan-jangan," timpal Risma yang baru saja datang dari dapur membawa makanan ringan dan minuman didalam nampan.


"Semoga saja ya jeng," tukas Silvia yang tersenyum simpul saat besannya berkata seperti itu.


Sebagai orang tua yang sudah berpengalaman mereka sudah mengetahui jika tanda-tanda seperti itu biasanya sedang hamil. Untuk lebih memastikan dugaan mereka, Risma dan Silvia pun sepakat untuk membawa Amanda ke dokter kandungan.


"Ayo nak siap-siap kita pergi ke dokter ya!" ajak Risma.

__ADS_1


"Iya bu, aku siap-siap dulu," tukas Amanda yang segera bergegas ke kamarnya.


Sementara Silvia dan Risma terlihat sangat senang. Sebagai orang tua mereka sangat berharap jika anaknya segera hamil. Rasanya sudah tidak sabar bagi mereka untuk segera menimang cucu.


"Tunggu sebentar ya jeng, aku siap-siap dulu," pamit Risma yang yang segera bergegas ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian.


"Iya jeng silahkan," jawab Silvia.


"Eh ada tamu," ujar kakek Bhaskara saat ia sudah turun dari tangga.


"Apa kabar kek?" tanya Silvia sambil menghampiri kakek Bhaskara dan menyalaminya.


"Alhamdulillah baik. Oiya, ada apa ini sepertinya ramai sekali tadi?" tanya kakek.


"Itu kek, Amanda tadi mau muntah. Katanya mual-mual dan pusing, makanya kita mau membawanya ke dokter," jawab Silvia.


"Apa? Semoga cucuku baik-baik saja," timpal kakek.


"Amanda baik-baik saja kek, hanya masalah wanita. Makanya kita akan membawanya ke dokter kandungan," ujar Silvia.


"Apa ke dokter kandungan?" tanya Bhaskara.


"Iya kek, untuk lebih memastikan dugaan kami saja," tukas Risma yang baru saja datang dari belakang.


"Wah kalau begitu aku ingin ikut kalian," ujar kakek yang sama-sama merasa sudah tidak sabar. Sudah sangat lama Kakek Bhaskara menantikan kabar baik ini.


Sesampainya dikamar Amanda segera mengganti pakaiannya. Meski masih sedikit pusing dan mual tapi Amanda harus mengikuti kata-kata ibu dan ibu mertuanya.


"Ibu ngajak aku ke dokter, apa kamu juga mau ikut?" tanya Amanda.


"Baiklah aku akan mengantarmu," jawab Gilang.


"Terima kasih karena sudah mau mengantarku," ujar Amanda.


"Kenapa harus berterima kasih segala. Sudah seharusnya aku melakukan tugasku sebagai seorang suami," tukas Gilang sambil memeluk istrinya.


Akhirnya seluruh seluruh keluarga ikut mengantar Amanda menuju rumah sakit. Hanya Cakra saja yang tidak ikut mengantar Amanda karena ada pekerjaan penting. Di dalam mobil Risma dan Silvia sangat senang, terutama kakek Bhaskara. Dia sangat berharap jika keinginannya menjadi kenyataan.


Satu jam kemudian tibalah mereka disalah satu rumah sakit terdekat. Gilang segera memapah Amanda saat keluar dari mobil.


"Aku tidak apa-apa Gilang," ujar Amanda saat Gilang akan membopongnya.


"Tapi aku takut kamu merasa pusing," timpal Gilang.


"Beneran sekarang aku sudah merasa lebih baik," tukas Amanda.


"Ya sudah kamu dan ibu tunggu disini, aku akan daftar terlebih dahulu," gegas Gilang.

__ADS_1


Amanda, ibu, ibu mertuanya serta kakek menunggu diruang tunggu. Sedangkan Gilang pergi mendaftar terlebih dahulu. Tak berapa lama setelah Gilang mendaftar, nama Amanda dipanggil terlebih dulu.


"Selamat siang," sapa Amanda saat baru masuk ke dalam ruangan.


"Siang Bu, silahkan duduk," ujar dokter kandungan itu mempersilahkan.


"Ini Helen istriku, tiba-tiba mual dan pusing," ujar Gilang membuka pembicaraan.


"Gilang? Jadi ini istrimu?" tanya Helen yang merupakan saudara dari Gilang.


"Ya, cantik kan," jawab Gilang sambil terkekeh.


"Amanda perkenalkan ini Helen saudaraku," ujar Gilang yang mulai memperkenalkan Amanda.


"Oiya Helen, Amanda tiba-tiba saja merasa pusing dan mual," tambah Gilang.


"Ah itu sudah biasa, coba aku cek," tukas Helen.


Amanda pun akhirnya buang air kecil yang dimasukan ke dalam wadah kecil untuk diperiksa. Helen juga memeriksa keadaan Amanda terlebih dahulu. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Helen memberikan kabar yang baik.


"Kamu tidak perlu khawatir, selamat kamu akan menjadi seorang ayah Gilang," ujar Helen sambil tersenyum simpul dan menunjukan bukti testpack yang positif.


"Wah benarkah itu Helen?" tanya Gilang yang masih tidak percaya.


"Ya usia kandungan Amanda kini sudah menginjak 2 minggu. Makanya sangat wajar jika diawal-awal kehamilan tiba-tiba akan merasakan pusing dan mual," tambah Helen.


"Pantas saja tiba-tiba saja aku merasa seperti itu," timpal Amanda.


"Hal itu wajar dan tidak apa-apa, aku akan memberikan resep berupa vitamin untuk ibu hamil," tambah Helen lagi.


"Oke Helen terima kasih," ujar Gilang.


"Sama-sama lang. Oiya satu lagi tolong kehamilannya dijaga, karena diawal-awal kehamilan ini sangat rentan terjadi keguguran jika tidak berhati-hati," tambah Helen.


"Terima kasih ya Helen," pamit Amanda.


"Ya Amanda, sehat-sehat ya. Jika ada apa-apa nomorku ada di Gilang," tambah Helen.


"Ok!"


Setelah pemeriksaan selesai, Amanda dan Gilang segera bergegas ke luar. Ibu, ibu mertua dan kakek sudah tidak sabar ingin mendengar kabar baik ini.


"Jadi gimana nak?" tanya Risma.


"Selamat kalian akan menjadi seorang nenek," jawab Gilang sambil tersenyum simpul.


"Asyik aku akan menimang cicit," timpal kakek Bhaskara.

__ADS_1


"Selamat ya jeng," ujar Risma sambil memeluk besannya.


"Selamat juga jeng," tukas Silvia yang merasa sangat bahagia dengan kabar kehamilan ini.


__ADS_2