
Malam itu setelah Gilang menemui Sukma, Gilang meminta nomor ponselnya dan mengajak Sukma bertemu keesokan harinya. Hari ini Gilang berencana untuk menemui Sukma di tempat yang sudah mereka sepakati.
"Kemana orang itu lama sekali, aku sudah menunggunya sejak tadi," gumam batin Sukma yang sejak tadi duduk di pinggir taman.
Tak berapa lama, terdengar suara klakson mobil yang mengejutkan lamunannya.
"Maaf, aku terlambat," ujar Gilang saat menghampiri Sukma yang sedang duduk.
"Hm, aku sudah menunggumu sejak tadi," gerutu Sukma.
"Maaf, kita pergi sekarang," ajak Gilang yang segera membukakan pintu mobil untuk Sukma.
Tanpa berbicara apa-apa Sukma segera bergegas masuk ke dalam mobil. Setelah menutup mobilnya, Gilang setengah berlari menuju mobilnya. Tak berapa lama mereka segera pergi meninggalkan taman itu.
"Oiya kita akan kemana?" tanya Gilang ditengah-tengah perjalanan.
"Aku lapar, aku mau makan," jawab Sukma yang memang selalu berbicara seenaknya dan tidak merasa malu.
"Baiklah kita akan pergi ke sebuah restoran," timpal Gilang yang menambah kecepatan mobilnya.
Sukma melihat-lihat pemandangan diluar mobil sepanjang perjalanan. Meski ini bukan yang pertama kalinya menaiki mobil mewah, tapi entah mengapa rasanya seperti berbeda. Sukma merasa jika Gilang begitu baik dan memperhatikannya secara spesial.
"Ayo! Kita sudah sampai," ujar Gilang yang sudah membukakan pintu.
"Apa? Jadi kita sudah sampai," timpal Sukma yang merasa terkejut karena Gilang mengagetkannya.
"Iya kita sudah sampai," jawab Gilang yang segera bergegas masuk ke dalam restoran.
Sementara Sukma mengekor dibelakang Gilang. Sukma merasa takjub karena baru kali ini dia menginjakkan kakinya ke sebuah restoran yang sangat mewah. Sukma melihat-lihat ke sekeliling restoran yang begitu indah.
Selama hidupnya baru kali ini dia diajak ke sebuah restoran yang mewah seperti ini. Sukma juga tidak pernah diajak makan ke tempat semewah ini.
"Tempat ini indah sekali dan mewah. Selama hidupku, baru kali ini aku diajak ke sebuah restoran seperti ini," gumam batin Sukma.
__ADS_1
"Ada apa Sukma? Apa kamu tidak menyukai tempat ini?" tanya Gilang yang memperhatikan Sukma malah terdiam saat ia masuk ke dalam restoran.
"Bukan seperti itu, tapi baru pertama kali aku diajak ke restoran ke seperti ini," bisik Sukma ke telinga Gilang.
Mendengar kata-kata itu membuat Gilang tersenyum simpul. Gilang pun segera mengajak Sukma duduk dan memilih menu makanan. Melihat daftar menu yang bagitu banyak membuat Sukma merasa bingung harus memilih makanan apa.
"Ada apa lagi Sukma?" tanya Gilang yang menautkan kedua halisnya sebab melihat Sukma yang tiba-tiba terdiam karena melihat buku menu.
"Aku hanya bingung saja melihat daftar menu ini. Aku bingung harus memilih yang mana, soalnya pilihannya begitu banyak," jawab Sukma polos.
"Pilih saja makanan kesukaanmu," tukas Gilang.
"Kalau tidak sini biar aku yang pilih kan," tambah Gilang sambil merebut buku menu yang dipegang Sukma. Akhirnya Gilang yang memilih beberapa menu makanan untuk Sukma.
Lagi-lagi Gilang hanya menggeleng melihat tingkah Sukma. Sukma membuat Gilang selalu tersenyum melihat tingkahnya. Akhirnya setelah beberapa menit memilih menu, Sukma menemukan makanan kesukaannya.
Gilang segera memesan makanan kepada waitress. Beberapa menit kemudian akhirnya pesanan mereka datang. 2 Tenderloin steak beserta 2 minumannya. Tak lupa Gilang juga memesan beberapa jenis cemilan untuk Sukma.
"Wah makanannya banyak sekali,"celoteh Sukma yang melongo melihat makanan yang ada dihadapannya begitu banyak.
"Terima kasih," tukas Gilang sambil tersenyum simpul.
"Wah makanannya banyak sekali."
Lagi-lagi Sukma dibuat takjub oleh perbuatan Gilang. Gilang memesan begitu banyak jenis makanan hanya untuk Sukma. Selama hidupnya baru kali ini Sukma bertemu dengan orang yang baik seperti Gilang.
"Makanlah," titah Gilang.
"Jadi semua ini untukku?" tanya Sukma yang masih tidak percaya melihat makanan yang ada dihadapannya begitu banyak.
"Ya tentu, untuk siapa lagi," jawab Gilang sambil sesekali menyeruput kopi yang ada dihadapannya.
Dengan sangat lahap Sukma pun segera menyantap semua makanan yang ada dihadapannya. Meski merasa kenyang, tapi Sukma tetap ingin memakan semua makanan yang berada dihadapannya.
__ADS_1
Sementara Gilang hanya tersenyum simpul melihat Sukma yang sedang makan. Gilang merasa kasihan karena Sukma pasti jarang memakan makanan yang enak seperti itu. Oleh karena itu Gilang sengaja memesan makanan sebanyak itu.
Beberapa menit kemudian akhirnya Sukma berhenti memakan makanan itu karena kekenyangan.
"Aduh perutku kenyang sekali," ujar Sukma sambil mengusap perutnya.
"Apa kamu sudah kenyang?" tanya Gilang karena melihat Sukma berhenti makan. Padahal makanan yang ada dihadapannya masih sangat banyak.
"Perutku sudah tidak sanggup lagi untuk memakan semua ini," timpal Sukma.
"Baiklah jika kamu sudah selesai makan, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ujar Gilang yang langsung mengutarakan keinginannya.
"Ya katakan apa yang bisa aku bantu? Lalu imbalan apa yang akan aku dapatkan jika aku membantumu?" tanya Sukma tegas.
"Aku ingin kamu menjadi ibu pengganti dan aku akan membayarmu dengan uang seratus juta setelah anak itu lahir," jelas Gilang.
"Apa? seratus juta? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Sukma yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya sebab selama ia mengerjakan pekerjaan tidak pernah mendapatkan uang sebanyak itu.
"Iya benar, kamu memang tidak salah dengar. Jika kamu bersedia menolongku aku akan membayarmu sebanyak itu," tukas Gilang lagi sambil menyodorkan sebuah koper besar yang berisikan uang 50 juta.
"Wah uangnya banyak sekali," ujar Sukma saat melihat begitu banyak uang yang ada dihadapannya.
"Ya ini semua untukmu, anggap saja ini sebagai uang mukanya. Sisanya akan ku bayar saat bayi itu lahir," tukas Gilang yang berbicara dengan sangat hati-hati.
"Kalau begitu aku setuju dengan kesepakatan ini. Uangnya banyak sekali," ujar Sukma yang isegera menutup koper itu dan langsung memeluknya.
"Syukurlah," timpal Gilang yang merasa lega karena akhirnya ada wanita yang bersedia menjadi ibu pengganti.
"Lalu kapan kita akan membuat anaknya? Apa harus sekarang?" tanya Sukma yang sudah tidak sabar karena ingin segera menerima sisa uang dari Gilang.
"Tidak, tidak. Nanti aku aku hubungi lagi kapan kita akan bertemu lagi," jawab Gilang yang merasa terkejut dengan ajakan Sukma.
Setelah kesepakatan itu selesai akhirnya Gilang segera mengantarkan Sukma pulang dan membawa sisa makanan yang tidak termakan untuk Sukma. Sukma merasa sangat senang dan bahagia karena selama hidupnya baru kali ini dia mendapatkan uang yang sangat banyak.
__ADS_1
"Ok, aku akan menunggu kabar darimu," timpal Sukma.
Selesai mengantar Sukma ke rumahnya, Gilang segera pulang ke rumah. Ia sudah tidak sabar ingin segera menceritakan semuanya kepada Amanda.