
Semenjak menjadi sekretaris, hubungan Sukma dengan Reza pun semakin dekat. Kini Sukma selalu berada di samping Reza kemanapun ia pergi. Kedekatan Sukma berawal semenjak mereka makan siang kemarin.
Kemarin setelah selesai meeting Sukma dan Reza makan siang bersama. Entah mengapa tiba-tiba perasaan Reza berubah. Jantungnya berdebar kencang tiap kali Sukma berada di dekatnya.
"Kenapa dengan perasaanku, apa yang sebenarnya aku rasakan," gumam batin Reza saat ia berhadapan dengan Sukma.
Reza yang dikenal angkuh dan sombong kini terlihat berubah. Reza berubah menjadi laki-laki yang ramah dan lebih hangat. Biasanya jika karyawannya ada yang menyapa Reza tidak pernah tersenyum.
Namun entah apa yang terjadi belakangan. Reza kini benar-benar berubah. Semua karyawan di kantor pun membicarakan perubahan sikap Reza.
"Ada apa dengan bos kita ya, perasaan sekarang jadi ramah. Biasanya kan cuek dan dingin," ujar salah seorang karyawan saat bekerja.
"Bagus dong kalau gitu, daripada dingin mending gitu kan," timpal salah seorang karyawan yang lain.
"Selamat pagi," ujar Reza saat ia baru saja tiba di kantor.
"Pagi pak," jawab karyawan itu serentak.
__ADS_1
"Tuh kan apa gw bilang, apa di kesambet ya!" celetuk karyawan itu lagi.
"Hus, ga boleh kaya gitu! Kedengeran orangnya baru tahu rasa loh!" tukas karyawan yang lain mengingatkan.
"Udah ah ayo kita kembali kerja," ujar karyawan itu lagi.
Setelah sejak tadi sibuk berbisik-bisik mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Sementara Reza yang menyadari hal itu hanya tersenyum. Meski tidak melihatnya secara langsung, namun pendengaran Reza begitu tajam.
Dia bisa memperhatikan gerak-gerik karyawannya dari kejauhan. Namun Reza tidak menanggapinya dengan serius. Dia hanya tersenyum melihat kelakuan karyawannya.
"Selamat pagi pak," sapa Sukma saat ia baru saja tiba.
"Pagi Sukma," jawab Reza ramah.
"Oiyw bapak mai minum apa?" tanya Sukma. Meski ia baru saja tiba, tapi sudah menjadi kebiasaan Sukma untuk membuatkan minuman bagi bosnya.
"Aku mau minum kopi saja seperti biasanya," jawab Reza.
__ADS_1
Sukma pun segera bergegas membuatkan minuman untuk Reza. Meski ia tidak pernah menyuruhnya, namun Sukma sangat senang bisa melakukan hal ini. Dengan cekatan Sukma membuatkan kopi susu untuk Reza.
Tak butuh waktu yang lama, akhirnya kopi itu selesai dibuat.
"Ini pak kopinya," ujar Sukma sambil meletakan segelas kopi susu untuk bosnya.
"Ya makasih Sukma," timpal Reza.
Setelah selesai membuat kopi, Sukma pun bergegas ke mejanya. Ruangan Sukma memang sengaja berada satu ruangan dengan Reza. Hanya saja jarak meja mereka agak berjauhan. Hal itu sengaja Reza buat agar ia bisa selalu dekat dengan Sukma.
Tanpa sepengetahuan Sukma, Reza pun selalu mencuri-curi pandang Sukma. Ya sejak awal bertemu Reza memang sudah jatuh cinta kepada Sukma. Reza jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Kamu memang terlihat sangat cantik Sukma," gumam batin Reza yang memperhatikan Sukma dari kejauhan.
Namun saat Sukma menoleh ke arahnya, Reza segera mengalihkan pandangannya agar Sukma tidak curiga kepadanya. Sukma pun mulai menyibukkan diri. Setelah selesai membuat kopi, Sukma sudah di suguhi tugas-tugas penting dari Reza.
Reza lah yang sengaja membuat Sukma terlihat begitu sibuk. Sukma mulai sibuk mengetik berkas-berkas yang akan di kirimkan pada beberapa klien.
__ADS_1