
Seusai wawancara kemarin, hari ini Sukma mulai masuk kerja. Sukma bekerja sebagai office girls di perusahaan itu. Meski terlihat melelahkan tapi bagi Sukma tidak ada pilihan lain.
Hanya ini yang bisa ia lakukan sekarang. Walaupun gajinya tidak seberapa namun Sukma merasa senang karena akhirnya ia mendapatkan pekerjaan. Pagi-pagi sekali Sukma sudah berada dikantor tempat dia di wawancara.
Meski di hotel itu banyak cabangnya namun Sukma masih ditetapkan bekerja di perusahaan itu. Sesampainya di hotel Sukma segera menyimpan tasnya di loker dan mengganti pakaiannya dengan seragam yang sudah tersedia.
"Hai! kamu karyawan baru ya?" tanya seorang wanita muda yang sama-sama baru datang.
"Iya, apa pekerjaan kita sama?" tanya Sukma canggung.
"Iya sama kok aku juga office girls, oiya kenalin aku Shelly," ujar wanita itu sambil menyodorkan tangan kanannya.
"Aku Sukma, mohon bantuannya ya soalnya aku masih bingung harus melakukan apa saja," tukas Sukma yang menyambut tangan hangat Shelly.
"Ok siap!"
Sukma merasa beruntung karena di hari pertamanya bekerja dia bertemu dengan orang yang baik. Mereka pun segera bergegas menuju koridor untuk memulai pekerjaannya. Shelly menjelaskan hal-hal apa saya yang harus ia kerjakan.
__ADS_1
Mulai paham dan mengerti dengan apa yang harus di lakukannya, Sukma pun segera mengerjakan apa yang menjadi tugasnya. Sukma mulai menyapu dan mengepel lantai.
"Aw," ujar seorang pria yang terpeleset saat melewati koridor itu.
"Siapa yang mengepel di bagian ini? Apa tidak bisa bekerja hah! Kenapa lantainya licin seperti ini!" pekik pria itu yang merupakan anak dari pemilik perusahaan itu.
"Saya tuan, maaf," lirih Sukma yang merasa sangat bersalah atas kejadian ini.
"Siapa kamu pekerja baru?"
"Iya pak, perkenalkan dia Sukma pekerja baru kita. Maaf atas kecerobohan yang dia lakukan pak," timpal Shelly yang tiba-tiba datang dari arah belakang.
"Baik pak," jawab Shelly.
Sebut saja dia Reza Gemilang yang merupakan anak dari pemilik perusahaan tempat Sukma bekerja. Reza di kenal sebagai laki-laki yang angkuh juga sombong. Meski begitu dia memiliki paras yang sangat tampan. Tak sedikit wanita yang jatuh hati kepada Reza.
"Kamu tidak apa-apa Sukma?"
__ADS_1
"Ti, tidak. Aku tidak apa-apa."
"Jangan diambil hati ya Pak Reza memang seperti itu orang nya, tapi aku yakin dia pria yang baik."
"Ya aku mengerti, lagi pula baru kali ini aku melakukan pekerjaan seperti ini."
"Ya sudah, kita pulang yu udah sore," ajak Shelly.
"Yuk! Kita ganti baju dulu," tukas Sukma sambil bergegas menuju loker.
Tak terasa hampir seharian penuh Sukma bekerja. Hari pertama yang begitu berkesan. Setelah mengganti pakaiannya, Shelly dan Sukma pun bergegas menuju luar kantor. Shelly yang sudah di tunggu oleh seseorang segera bergegas pulang.
"Aku duluan ya Sukma," ujar Shelly yang sudah dijemput oleh pacarnya Yuda.
"Ya Sukma, hati-hati ya!" pekik Sukma.
Setelah kepergian Shelly, Sukma segera memesan ojeg online. Sambil menunggu Sukma pun duduk di pinggir jalan karena ia merasa lelah. Beberapa menit menunggu akhirnya ojeg yang Sukma pesan datang juga.
__ADS_1
"Dengan ibu Sukma?" tanya seorang ojeg yang baru saja datang.
"Iya saya sendiri," jawab Sukma yang segera naik ke atas ojeg itu.