Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
49. Pertama Kali Menjadi Sekretaris


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama bagi Sukma menjadi seorang sekretaris. Meski belum ada pengalaman namun Sukma mencoba menjadi yang terbaik untuk bosnya. Pakaian yang selama ini dia pakai sebagai office girls, hari ini berubah menjadi pakaian yang lebih indah bagi Sukma.


Sukma memakai pakaian formal yang cocok untuk dirinya. Sukma memakai baju set dengan rok pendek dengan rambut yang di gerai. Dia terlihat berbeda saat memakai pakaian ini. Sukma terlihat lebih anggun dan lebih cantik.


"Apakah itu Sukma? Kenapa dia terlihat begitu cantik saat memakai baju itu," gumam batin Reza.


"Selamat pagi pak," sapa Sukma saat melihat atasannya yang baru datang.


Namun tidak ada respon dari Reza. Dia hanya terdiam dan masih tetap menatap Sukma yang terlihat begitu cantik di matanya. Untuk beberapa saat Reza masih terdiam.


"Pak!" panggil Sukma sekali lagi.


"Eh iya Sukma, selamat pagi," jawab Reza yang begitu terkejut saat mendengar suara Sukma.


"Kamu terlihat begitu berbeda Sukma, kamu terlihat begitu cantik," ujar Reza yang masih ternganga melihat kecantikan Sukma.


"Terima kasih pak," timpal Sukma yang merasa malu.

__ADS_1


"Silahkan ikut ke ruangan saya," ujar Reza.


"Baik pak," tukas Sukma yang segera mengekor dibelakang Reza.


Di dalam ruangannya Reza segera menjelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh Sukma. Sukma yang merupakan lulusan SMA cukup paham dengan apa yang di jelaskan Reza meski ia belum memiliki pengalaman.


Kebetulan hari ini Reza ada meeting dengan kliennya di luar. Reza sengaja mengajak Sukma untuk melihat kemampuan Sukma.


"Sukma segera bersiap, kamu harus ikut saya siang ini," ajak Reza yang segera bersiap merapikan dasinya.


"Kemana pak?" tanya Sukma polos.


Reza dan Sukma pun segera bergegas menuju tempat yang sudah ditentukan. Reza bersama kliennya sengaja memilih restoran untuk tempat mereka bertemu. Hal itu sengaja mereka pilih agar setelah meeting selesai, mereka bisa langsung makan.


Hari ini rencananya Reza akan bertemu dengan Pak Dirga untuk masalah investasi. Dirga yang sudah datang lebih dulu menunggu kedatangan Reza.


"Maaf Pak Dirga saya datang terlambat," ujar Reza yang penuh penyesalan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Pak Reza, saya juga baru datang beberapa menit yang lalu," tukas Pak Dirga.


"Silahkan duduk, oiya mau minum apa? Apa ini sekretaris baru anda?" tanya Pak Dirga yang memperhatikan Sukma dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Ya terima kasih Pak, oiya perkenalkan ini sekretaris baru saya," timpal Pak Reza yang segera memperkenalkan Sukma.


Sukma dan Pak Dirga pun berjabat tangan untuk berkenalan. Setelah perkenalan itu acara inti pun segera dimulai. Pak Dirga dan Pak Reza segera membahas hal utama yang akan mereka bicarakan.


Sedangkan Sukma sudah bersiap dengan alat tulisnya untuk mencatat setiap hal penting dalam meeting itu. Tak terasa beberpa menit kemudian akhirnya meeting itu selesai, mereka berhasil membuat kesepakatan yang menguntungkan bagi perusahaan mereka berdua.


"Terima kasih Pak Dirga semoga kerja sama kita berjalan lancar," ujar Reza sambil menjabat tangan Pak Dirga.


"Iya pak, sama-sama. Kalau begitu saya permisi," tukas Pak Dirga yang segera bergegas meninggalkan tempat itu.


"Akhirnya selesai juga, kita makan dulu Sukma," ajak Reza.


"Tapi pak, saya tidak lapar," tolak Sukma yang merasa tidak enak bila harus makan bersama dengan bosnya.

__ADS_1


"Ah tidak mungkin, pokoknya sekarang kita harus makan dulu," titah Reza.


__ADS_2