Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
38. Merasa Terharu


__ADS_3

Seluruh keluarga sudah berkumpul, rangkaian acara 7 bulan pun akan segera dilaksanakan. Risma sejak tadi terlihat sangat sibuk. Ia menyiapkan semuanya sejak awal. Meski usianya tidak lagi muda namun fisiknya tetap terlihat bugar.


"Tolong panggilkan Amanda mba," ujar Risma pada asisten rumah tangganya.


"Biar aku saja yang akan memanggilkan Amanda," celetuk Gilang dari arah belakang.


Beruntung saat ibunya meminta Amanda untuk dipanggil kan, Gilang berada tak jauh dari ibunya. Dengan cepat Gilang segera bergegas pergi ke kamarnya untuk menjemput Amanda.


Tok.. tok..


"Siapa?" teriak Amanda dari dalam kamar.


"Aku Gilang," jawab Gilang dari luar.


Amanda pun segera membukakan pintu untuk Gilang.


"Ibu memintamu untuk segera turun karena acara akan segera dimulai," ujar Gilang.

__ADS_1


"Tunggu sebentar," timpal Amanda yang memberikan cincin pernikahannya kepada Sukma untuk sementara agar keluarga tidak ada yang curiga.


Setelah semua dirasa lengkap dan siap, Sukma segera keluar dari kamar sedangkan Amanda menunggu di dalam kamar. Perlahan tapi pasti Sukma keluar dari kamarnya. Amanda segera mengunci pintu kamar agar tidak ada orang yang masuk ke dalam kamar.


"Itu Amanda!" tunjuk salah seorang keluarga kepada Sukma yang ditutupi kerudung.


"Wah Amanda terlihat begitu berbeda, dia begitu cantik dengan pakaian itu," timpal keluarga yang lainnya.


Karena semua orang sudah berkumpul, rangkaian acara pun akan segera dimulai. Sukma segera duduk di tempat yang sudah disediakan. Sementara kakek Bhaskara langsung mendoakan Sukma yang dikiranya Amanda.


Namun Sukma yang mendengar nya begitu merasa sedih karena doa-doa itu. Sementara Amanda yang berada didalam kamar merasa sedikit kesal dan merasa sedih karena ia tidak berada ditengah-tengah keluarga mereka.


"Seandainya kehamilanku tidak pura-pura mungkin aku yang akan berada di posisi Sukma," gumam batin Amanda yang tiba-tiba merasa sedih.


Amanda tiba-tiba sedih karena ia teringat bahwa Amanda tidak bisa hamil lagi sampai kapanpun. Akan tetapi ia mencoba membuang pikiran-pikiran negatif dari kepalanya.


Tak terasa beberapa menit kemudian acara itu pun telah selesai dilaksanakan. Setelah rangkaian doa dibacakan, seluruh keluarga memberikan hadiah kepada Amanda.

__ADS_1


"Ini nak, hadiah dari kakek. Semoga sehat selalu dan panjang umur," ujar kakek Bhaskara sambil memegang kepala Sukma.


Sukma yang mendengar hal itu tidak bisa menjawab apa-apa, matanya mulai berkaca-kaca karena merasa terharu.


"Ini dari ibu nak, semoga engkau selalu bahagia," tukas Risma yang sama-sama memberikan hadiah.


Hampir seluruh keluarga bergantian memberikan hadiah. Setelah selesai memberikan hadiah, kini saatnya untuk melakukan acara foto bersama untuk kenang-kenangan.


Yang pertama Sukma dan Gilang berdua yang diambil gambarnya. Setelah itu kini giliran seluruh keluarga untuk berfoto bersama. Sukma masih belum membuka kerudungnya. Selesai difoto bersama, akhirnya Sukma bisa segera bergegas menuju kamar.


"Biar aku yang akan mengantarmu," ujar Gilang saat melihat Sukma pergi seorang diri.


Tanpa menjawab apa-apa, Sukma seketika menghentikan langkahnya. Kini mereka berjalan bersama layaknya pasangan suami istri sungguhan.


"Apa kamu merasa lelah Sukma?" tanya Gilang saat tidak ada orang didekat mereka.


"Ya lumayan Gilang," jawab Sukma tanpa membuka kerudungnya.

__ADS_1


__ADS_2