
Sesuai janjinya kemarin, hari ini Gilang berencana untuk mengajak jalan-jalan Amanda dan juga Sukma. Mereka merasa sangat senang saat Gilang memenuhi janjinya. Sejak pagi-pagi sekali mereka sudah bersiap untuk jalan-jalan.
Gilang berencana untuk mengajak Sukma dan Amanda bermain ke gunung es. Terletak di desa Engelberg, Swiss Mount Titlis menawarkan pemandangan salju yang sangat indah. Puncak Mount Titlis terletak di atas garis salju. Kondisi tersebut menyebabkan salju hampir selalu ada di puncaknya, atau juga disebut salju abadi.
Ditempat ini tak pernah sepi oleh para pengunjung. Selain dapat menikmati pemandangan gunung hamparan salju, disana juga kita bisa menaiki Cable Car. Dari atas sana kita bisa menikmati pemandangan hamparan es.
"Wah tempat ini indah sekali," ujar Sukma yang merasa takjub saat pertama kali diajak ke tempat ini. Baginya ini adalah pengalaman pertama dapat melihat gunung es. Sedangkan bagi Amanda dan Gilang ini adalah kali kedua mereka mendatangi tempat ini.
"Apa kamu menyukai tempat ini Sukma?" tanya Amanda yang memperhatikan Sukma masih terperangah melihat tempat ini. Amanda memakai pakaian yang sangat tebal karena suasana disini begitu dingin.
"Tentu Amanda, seumur hidupku baru kali ini aku melihat pemandangan seindah ini," tukas Sukma.
__ADS_1
"Apa kalian ingin bermain seluncur?" tanya Gilang.
"Aku tidak mau, aku hanya ingin melihat saja," jawab Amanda.
"Aku mau mencoba bermain seluncur," timpal Sukma antusias.
Sementara Amanda hanya duduk melihat suaminya bermain seluncur. Sukma dan Gilang bergegas bermain seluncuran. Amanda hanya duduk dan sesekali selfi dengan ponselnya. Tidak lupa ia juga mengambil beberapa gambar suaminya dan juga Sukma.
Amanda terkekeh melihat Sukma yang terus terjatuh dari seluncuran. Tak terasa hampir seharian mereka bermain di gunung es. Karena waktu sudah semakin sore akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
"Tapi Amanda, aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian," timpal Gilang sesaat setelah memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa, jika sudah selesai belanja aku pasti akan menghubungimu," tukas Amanda yang tetap bersikeras.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Tapi kamu hati-hati ya," ujar Gilang sesaat sebelum ia pergi.
"Baik bos," jawab Amanda.
Akhirnya Gilang dan Sukma pun segera bergegas pulang, sedangkan Amanda mampir ke sebuah toserba yang cukup terkenal di kota itu. Selain ingin membeli sesuatu, Amanda juga sengaja ingin memberikan kesempatan bagi mereka berdua.
Amanda teringat akan keinginan mereka untuk mendapatkan momongan dari Sukma. Untuk itu Amanda harus banyak memberikan kesempatan bagi mereka berdua. Meski rasanya sangat sakit tapi Amanda harus melakukan semua ini.
"Maafkan aku Gilang, sebenarnya aku sengaja melakukan ini semua. Aku ingin memberikan kesempatan untukmu dan Sukma," gumam batin Amanda yang kini mulai masuk ke dalam pusat perbelanjaan.
__ADS_1
Amanda mencari barang-barang yang lucu dan unik. Setelah lelah berkeliling akhirnya Amanda mampir ke sebuah cafe yang cukup ramai. Disana Amanda memesan satu gelas kopi hangat. Namun diluar dugaan ternyata diluar hujan salju yang menyebabkan beberapa jalan harus ditutup.
Amanda mencoba menghubungi suaminya melalui telpon umum karena ponselnya habis baterai. Namun sayang telponnya tidak tersambung. Sementara dirumah Gilang terlihat panik karena sudah sangat lama Amanda tidak menghubunginya.