
Tak berapa lama ditengah perdebatan mereka, tiba-tiba Gilang datang dari arah belakang.
"Gilang lihat itu, Sukma tidak mau memberikan anaknya kepada kita," ujar Amanda yang langsung menghampiri suaminya.
"Sukma, tolong dengarkan aku," timpal Gilang yang belum sempat melanjutkan kata-katanya.
"Aduh, aw.. sakit," lirih Sukma yang tiba-tiba tersungkur karena perutnya mendadak sakit.
"Tolong panggilkan dokter Amanda!" pekik Gilang.
Amanda pun bergegas mengeluarkan benda pipihnya dari dalam saku celananya. Ia segera menghubungi ambulan untuk membawa Sukma menuju rumah sakit terdekat. Beberapa saat kemudian datanglah sebuah ambulan.
Beberapa menit kemudian tibalah mereka dirumah sakit. Sukma segera dilarikan ke ruang operasi.
"Dokter kita harus melakukan operasi karena perut bayi dalam keadaan sungsang," ujar salah seorang perawat yang keluar dari ruangan operasinya.
"Ya lakukan yang terbaik," timpal dr. Alex.
Gilang dan Amanda merasa sangat cemas dan khawatir disaat-saat seperti ini. Terutama Amanda yang merasa kasihan dan bingung harus berbuat apa sebab sebelumnya mereka saling beradu mulut.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dokter kandungan yang menangani Sukma mengatakan jika Sukma dalam keadaan yang mengkhawatirkan.
"Aduh, aw," lirih Sukma yang masih meringis kesakitan karena akan segera melahirkan.
"Kita harus memilih salah satu diantara mereka," ujar dokter kandungan itu lagi.
"Selamatkan ibunya saja," timpal Amanda.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Gilang dan Amanda, Sukma segera ditangani di dalam ruang operasi. Sementara Gilang hanya bisa menatap Sukma. Gilang tak habis pikir jika ia akan memilih ibunya daripada anaknya, sebab selama ini, Amanda begitu menantikan bayi itu.
Ditengah-tengah perbincangan mereka tiba-tiba suara ponsel Gilang berdering.
📲".........."
📲 ".................."
📲 "Tapi bu."
Belum lagi Gilang melanjutkan kata-katanya, ibunya justru sudah menutup panggilan telponnya dan mengatakan jika mereka akan segera datang ke rumah sakit. Mendengar menantunya akan segera melahirkan, membuat Risma dan seluruh keluarganya merasa sangat senang.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, hampir setengah jam Sukma berada diruang operasi. Akhirnya tak berapa lama, lahirlah seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Seorang bayi yang sangat semua orang harapkan.
Ea... Ea...
"Selamat bayi anda laki-laki, sehat, sempurna tanpa ada yang kurang suatu apapun," ujar salah seorang suster sambil menggendong bayi itu dan menyerahkannya pada Sukma.
Sukma tersenyum bahagia saat melihat bayinya. Ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang ibu. Perasaannya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sukma segera menggendong dan memeluk anaknya serta menciuminya.
Sementara Amanda dan Gilang hanya tersenyum saat menyaksikan pemandangan itu. Amanda ikut merasa senang dan bahagia karena diluar dugaan ibu dan anaknya bisa selamat.
"Ini anakmu," ujar Sukma sambil memberikan anaknya kepada Amanda.
Amanda yang tadinya terpaku seketika tersenyum lalu menghampiri Sukma dan langsung menggendong bayinya.
"Terima kasih Sukma," jawab Amanda sambil menciumi bayi itu.
Gilang dan Amanda merasa sangat bahagia karena penantian mereka selama ini terbayar sudah.
"Sama-sama Amanda, maafkan aku karena sikap ku tadi. Meski aku jahat tapi kenapa kamu memilih ku untuk diselamatkan," lirih Sukma yang merasa tidak enak sendiri dengan Amanda.
__ADS_1
"Sudahlah Sukma yang terpenting saat ini kalian berdua selamat," timpal Amanda sambil tersenyum.
Tak berapa lama akhirnya keluarga Gilang datang. Amanda segera bergegas menuju ruang bersalin agar keluarganya tidak merasa curiga.