
Mentari mulai bersinar menampakan cahayanya. Hari ini langit begitu cerah. Burung-burung terdengar berkicau dimana-mana. Hari ini Gilang tidak berangkat ke kantor karena hari ini ia mengambil cuti.
Gilang mengambil cuti selama beberapa hari. Untuk itu selama beberapa hari Gilang akan berada dirumah. Seperti biasa pagi-pagi sekali Amanda sudah berkutat di dapur. Karena senang memasak Amanda membuat beberapa jenis makanan.
Mulai dari lauk pauk dan beberapa jenis kue tak lupa ia buat. Merasa bosan dengan masakan luar, Amanda sengaja membuat masakan khas nusantara karena ia sangat merindukan masakan Indonesia.
"Wah wangi sekali, masak apa hari ini?" ujar Gilang yang mengendus bau makanan saat ia masuk ke dapur.
"Hari ini aku membuat soto ayam kesukaanmu," jawab Amanda yang masih sibuk dengan aktifitasnya.
"Sepertinya enak, aku jadi lapar," tukas Gilang yang memegangi perutnya yang sudah keroncongan.
"Makan saja, lagipula ini sudah matang," timpal Amanda yang baru saja selesai menghidangkan makanannya diatas meja.
Gilang pun segera mengambil nasi beserta soto ayam yang membuat perutnya keroncongan. Dengan lahap Gilang segera menyantap makanannya. Namun baru saja Gilang menyantap makanannya beberapa suap, tiba-tiba saja terdengar suara ponselnya.
"Siapa pagi-pagi begini sudah menelpon," gerutu Gilang sambil mengambil ponselnya yang berada di sebrang meja makan.
📲 "Halo!"
📲 .............
__ADS_1
📲 "Apa? Baik bu.."
📲 .............
"Amanda, hari ini ibu dan semua keluarga sedang dalam perjalanan akan kesini," ujar Gilang sesaat setelah menerima panggilan telpon.
"Apa? Lalu bagaimana ini? Mereka kemari pasti karena tahu tentang kehamilan ku," lirih Amanda yang tiba-tiba merasa panik saat tahu seluruh keluarganya akan datang kemari. Sedangkan sebenarnya Amanda tidaklah hamil.
"Sudah, tenang lah aku akan memikirkannya," timpal Gilang yang mencoba menangkan istrinya.
Untuk beberapa saat Gilang berfikir bagaimana caranya agar keluarganya tidak merasa curiga. Beberapa saat kemudian akhirnya Gilang menemukan cara agar keluarganya tidak curiga.
"Aku punya ide Amanda," ujar Gilang sambil tersenyum simpul.
"Begini saja, bagaimana jika kamu pura-pura hamil juga," jawab Gilang antusias.
"Bagaimana kalau mereka akan curiga nanti," timpal Amanda yang merasa khawatir dengan ide suaminya.
"Tidak akan, percayalah," tukas Gilang.
Ditengah-tengah perbincangan mereka tiba-tiba terdengar suara bel.
__ADS_1
Ting.. tong..
"Biar aku yang akan membuka pintu. Kamu tunggu saja dikamar," ujar Gilang yang segera bergegas menuju pintu.
Saat membuka pintu Gilang merasa terkejut karena yang datang benar-benar keluarganya.
"Ibu?" tanya Gilang yang masih tidak percaya dengan wanita yang berada dihadapannya ternyata ibunya.
"Anakku, sudah lama sekali ibu sangat merindukanmu," timpal Risma yang segera memeluk erat anaknya.
"Aku juga rindu bu," tukas Gilang yang segera membalas pelukan ibunya.
"Cucuku kesayanganku," timpal Bhaskara yang kini bergantian memeluk Gilang.
"Kakek, apa kabar?" tanya Gilang yang menyambut pelukan kakeknya.
Setelah memeluk kakeknya, kini tak lupa Gilang memeluk ayahnya juga kedua mertuanya. Mereka sangat bahagia karena mereka bisa bertemu dengan Gilang.
"Oiya, dimana Amanda nak? Sejak tadi ibu tidak melihatnya?" timpal Silvia yang celingukan mencari keberadaan anaknya.
"Amanda sedang mandi bu, sebentar akan aku panggilkan. Kalian duduk saja dulu," pamit Gilang yang segera bergegas menuju kamarnya.
__ADS_1
Gilang setengah berlari menuju kamarnya untuk mencari keberadaan istrinya.