
Tak terasa sudah beberapa hari mereka menjadi pasangan suami istri. Namun mereka masih belum memiliki rumah sendiri karena kakek Bhaskara melarang Gilang keluar dari rumah. Akhirnya mau tidak mau Gilang dan Amanda harus berada satu rumah dengan mereka.
Meski Amanda merasa tidak enak, tapi ia berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keluarga Gilang. Pada awalnya Amanda merasa canggung saat pertama kali tinggal di dalam keluarga Gilang.
Namun seiring berjalannya waktu, Amanda merasa betah berada dirumah Gilang. Tinggal disini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Amanda karena ia memiliki keluarga yang baru. Tak terasa hampir seharian Gilang bekerja.
Ia pun segera bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Saat masuk ke dalam kamar, Gilang tidak melihat keberadaan istrinya. Beberapa menit kemudian, Gilang keluar dari kamar mandi. Ia pun melihat keberadaan istrinya yang sedang duduk diteras balkon.
"Amanda! Sedang apa disini?" tanya Gilang yang baru melihat keberadaan istrinya diteras balkon.
"Kamu sudah pulang?" tanya Amanda balik yang menautkan kedua halisnya. Amanda baru menyadari dengan kedatangan suaminya.
"Tuh kan kamu sendiri tidak tahu aku sudah pulang," ujar Gilang.
"Iya maaf, aku tidak tahu kamu sudah pulang," timpal Amanda.
"Loh kenapa harus minta maaf segala. Kamu sedang apa disini?" selidik Gilang.
"Aku sedang menikmati suasana sore hari saja disini," jawab Amanda.
"Apa kamu sudah makan?" tanya Gilang.
"Belum," jawab Amanda singkat.
"Loh kenapa belum makan?" tanya Gilang lagi yang begitu mengkhawatirkan Amanda.
"Karena aku ingin nunggu kamu," jawab Amanda.
Setelah pembicaraan mereka, akhirnya Gilang dan Amanda segera bergegas turun untuk makan . Sudah menjadi kebiasaan Amanda jika ia selalu menunggu kedatangan suaminya saat mau makan.
Amanda masih belum terbiasa sendiri, ia hanya ingin makan jika ada suaminya didekatnya. Saat mereka berdua turun, ternyata orang tua Gilang dan kakeknya sudah berkumpul dimeja makan.
"Baru saja ibu akan memanggil kalian berdua," ujar Bu Risma yang membuka pembicaraan.
"Maklum pengantin baru, pengennya berduaan terus," celetuk Kakek.
"Ish kakek apaan sih," timpal Gilang yang merasa malu dengan apa yang dikatakan kakeknya.
__ADS_1
"Ya sudah cepet sini kita makan," panggil Cakra yang sudah merasa lapar sejak tadi. Namun kebiasaan dalam keluarga ini belum bisa memulai makan jika semua anggota keluarga belum berkumpul.
"Siap yah," jawab Gilang yang segera mengambil kursi untuk Amanda.
"Terima kasih," ujar Amanda dan segera duduk.
"Sama-sama," jawab Gilang yang segera mengambil posisi duduknya disebelah Amanda.
Mereka pun makan bersama dengan khusyu. Diatas meja makan terdapat beberapa jenis makanan yang sudah tersedia. Mulai dari sayur, daging dan buah sudah lengkap berada diatas meja. Tidak ada pembicaraan saat mereka sedang makan.
Beberapa menit kemudian, makanan mereka pun sudah habis. Sejak kemarin kakek Bhaskara sudah menyiapkan kejutan untuk Gilang dan Amanda.
"Oiya Gilang, kakek ada hadiah untuk kalian berdua," ujar kakek setelah menghabiskan makanannya. Perlahan tapi pasti kakek mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku celananya.
"Wah hadiah apa kek?" tanya Gilang yang menautkan kedua halisnya.
"Ini buka saja," jawab Kakek sambil menyodorkan secarik kertas itu kepada Gilang.
"Wah tiket ke luar negeri," sorak Gilang.
"Ya kakek sengaja memberikan hadiah itu agar kalian bisa berbulan madu ke sana," ujar kakek sambil terkekeh.
"Terima kasih kek," ucap Amanda setelah melihat tiket itu.
"Sama-sama sayang," jawab Kakek Bhaskara sambil tersenyum simpul.
Setelah selesai makan mereka pun pergi ke kamar masing-masing. Namun Bu Risma dan Amanda membereskan meja makan terlebih dahulu. Bu Risma merapikan meja, sementara Amanda mencuci semua piring yang kotor.
Meski ada asisten rumah tangga, tapi Amanda sudah terbiasa melakukan hal ini.
"Biar nanti asisten rumah tangga yang mengerjakannya nak," ujar Bu Risma.
"Tidak apa-apa bu, aku sudah terbiasa melakukan hal ini," tukas Amanda yang mulai mencuci piring yang kotor.
"Selain cantik, kamu juga sangat rajin nak," puji Bu Risma.
Beberapa menit berada di dapur, kini semua pekerjaan sudah selesai.
__ADS_1
"Sudah malam nak, segera istirahat sana!" ujar Bu Risma.
"Iya bu, ibu juga istirahat ya," tukas Amanda yang segera bergegas ke dalam kamarnya.
Didalam kamar Amanda segera berkemas. Amanda membereskan pakaian mereka dalam satu koper besar. Hal ini merupakan hadiah terindah bagi mereka berdua. Bagi Amanda berkunjung ke luar negeri bukanlah hal yang pertama kali.
Keesokan paginya Gilang dan Amanda sudah bersiap untuk pergi ke bandara.
"Aku pergi dulu yah," pamit Gilang yang menyalami orang tuanya satu persatu. Setelah itu Gilang berpamitan kepada kakeknya.
Begitupun dengan Amanda yang menyalami mertuanya serta kakeknya. Tidak berapa lama orang tua Amanda datang, mereka pun segera berpamitan kepada keduanya. Setelah semuanya berpamitan, mereka pun segera bergegas ke dalam taksi.
Tak terasa satu jam kemudian tibalah mereka di bandara. Sesampainya disana mereka segera menaiki pesawat yang sudah dipesan. Beberapa jam kemudian tibalah mereka di sebuah negeri yang cukup dingin yaitu swiss.
Untuk pertama kalinya mereka datang ke negara itu. Negara yang sangat indah juga sejuk. Gilang dan Amanda tak lupa memakai baju hangat yang sudah mereka persiapkan. Gilang dan Amanda merasa sangat bahagia ketika melihat semua pemandangan yang ada disana.
Mereka tinggal disebuah rumah yang cukup besar. Rumah yang dulu pernah Kakek Bhaskara tinggali bersama istrinya saat masih muda dulu. Namun sampai saat ini masih dijaga dengan sangat baik.
"Bagaimana Amanda apa kamu merasa senang?" tanya Gilang.
"Ya Gilang, aku sangat senang bisa datang ke negeri ini," jawab Amanda sambil melihat-lihat ke arah sekitar rumah.
Sementara Gilang hanya memperhatikan Amanda sesekali. Gilang melihat Amanda begitu cantik. Namun ia tidak berani mengatakannya secara langsung.
"Ada apa Gilang?" tanya Amanda yang merasa tidak enak karena sejak tadi Gilang seperti memperhatikannya.
"Ah tidak apa-apa," jawab Gilang gugup.
"Apa kamu lelah? Bagaimana kalau kita mencari makanan sambil jalan-jalan," ajak Gilang.
"Wah benarkah? Ayo kita cari makan," sorak Amanda yang merasa sangat senang saat Gilang mengajaknya jalan-jalan.
Mereka berdua pun segera pergi mencari tempat yang indah juga enak. Akhirnya tak berapa lama berkeliling mereka menemukan sebuah tempat yang cukup indah. Disana begitu banyak pasangan-pasangan yang sedang berkencan.
"Aku suka tempat ini, tempat indah," ujar Amanda yang langsung duduk setelah mencari tempat yang cukup nyaman.
"Aku juga suka, cepat kita pesan makan aku sudah lapar," tukas Gilang sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
Sementara Amanda hanya terkekeh melihat tingkah suaminya yang merasa kelaparan.