Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
55. Sebatang Kara


__ADS_3

Berita kematian Gunawan pun akhirnya sampai ke telinga Reza. Reza yang mendengar kabar itu segera datang menjambangi Sukma ke rumahnya. Reza begitu khawatir akan keadaan Sukma.


Dengan kecepatan tinggi Sukma segera melajukan kendaraannya. Sejak Reza tahu tentang kabar ini, ia tidak bisa tidur dan terus memikirkan tentang Sukma. Satu jam kemudian akhirnya Reza tiba di rumah Sukma.


"Apa kamu baik-baik saja Sukma? Aku turut prihatin dengan kematian ayahmu," ujar Reza setibanya di rumah Sukma. Sukma yang sedang duduk di ruang tamu terlihat begitu pucat dan terlihat begitu sedih.


"Ya terima kasih Za," timpal Sukma yang masih mendengarkan kata-kata Reza meski ia sedang berduka.


Reza baru mengetahui kabar ini sehari setelah kejadian itu terjadi. Berita itupun Reza dapatkan saat ia sedang berada di kantor. Reza tahu kabar ini saat ia tahu bahwa Sukma tidak bisa masuk bekerja.


Mengetahui kabar itupun seketika membuat Reza ingin segera menemui Sukma.


"Ayah, ayah," ujar Sukma yang segera memeluk Reza. Air matanya seolah luruh saat Reza kembali menanyai tentang ayah nya. Sukma teringat kembali akan kejadian kemarin tentang ayahnya.

__ADS_1


"Aku tahu, sudahlah jangan bersedih. Mungkin ini semua yang terbaik bagi ayahmu," timpal Reza yang segera memeluk erat tubuh Sukma.


Untuk beberapa saat Sukma menangis dipelukan Reza. Reza sengaja tidak mengganggunya agar Sukma merasa lebih baik. Sukma menumpahkan segala kesedihannya di hadapan Reza.


"Aku sekarang sebatang kara, aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi," ujar Sukma di tengah-tengah isakan tangisnya.


"Jangan berkata seperti itu, sekarang ada aku yang akan selalu menyanyangimu dan menjagamu," tukas Reza sambil mengusap rambut panjang Sukma.


"Tidak Sukma jangan berkata seperti itu. Disini ada aku yang akan selalu ada untukmu. Kita akan segera menikah," ujar Reza lagi.


Tidak ada jawaban dari Sukma. Kini ia tertidur dipelukan Reza. Ia yang menyadari Sukma tertidur segera bergegas membopong Sukma menuju kamarnya. Reza segera membaringkan Sukma diatas ranjang dan menyelimutinya.


"Aku sangat mencintaimu," ujar Reza sambil mengecup pucuk kepala Sukma saat tertidur.

__ADS_1


Reza begitu iba saat melihat Sukma bersedih seperti ini. Rasanya sungguh tidak tega, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak. Beberapa hari pun berlalu, kini Sukma sudah terlihat ceria kembali.


Reza pun segera mempersiapkan pernikahan mereka dan akhirnya Sukma pun setuju. Kini ia tidak terlalu memikirkan perasaan ibunya. Yang Sukma pikirkan hanya kebahagiaan dirinya dan juga Reza.


Beberapa minggu kemudian akhirnya pernikahan itu akan segera dilakukan. Reza sudah bersiap untuk segera melakukan akad pernikahan. Sedangkan Sukma yang baru saja selesai di hias, segera dibawa ke luar untuk segera melangsungkan acara pernikahan.


Sukma yang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di nikahkan oleh wali hakim. Beberapa menit kemudian akhirnya pak penghulu selesai menikahkan mereka berdua.


"Selamat akhirnya kini kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Kini silahkan istri mencium punggung tangan suami, dan suami mencium kening istri. Semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang sakinah, mawwadah dan warrohmah," ujar Pak penghulu setelah menikahkan mereka berdua.


"Alhamdulillah," ujar semua orang serempak.


Kini Reza mencium kening Sukma, begitupun sebaliknya Sukma mencium punggung tangan kanan Reza.

__ADS_1


__ADS_2