
Tak terasa hampir satu hari satu malam Amanda tidak pulang ke rumah. Kini Amanda ingin segera pulang ke rumah. Amanda sudah sangat merindukan suaminya, meski hanya terpisah beberapa jam tapi rasanya seperti sudah lama sekali.
Ting.. tong..
"Amanda? Kamu baru pulang?" tanya Gilang yang setengah sadar saat membukakan pintu.
"Iya semalam aku terjebak badai, semua jalan ditutup. Aku mencoba menghubungi ke rumah tapi tidak bisa," tambah Amanda.
"Aku sangat merindukanmu," ujar Gilang yang segera bergegas merengkuh istrinya.
"Aku juga," timpal Amanda yang langsung membalas pelukan Gilang.
Untuk beberapa saat mereka saling berpelukan karena mereka saling merindukan satu sama lain. Tak berapa lama saat mereka berpelukan, Sukma tiba-tiba saja datang dari arah belakang.
"Amanda? Kamu baru pulang?" tanya Sukma yang segera menghampiri Amanda dan segera memeluknya.
"Iya Sukma, aku terjebak badai tadi malam," jawab Amanda yang segera membalas pelukan Sukma.
Setelah pembicaraan itu Amanda segera bergegas masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Sementara Gilang baru menyadari jika apa yang dilakukannya semalam adalah sebuah kesalahan.
__ADS_1
"Berarti tadi malam aku tidur bersama Sukma, bukan Amanda," gumam batin Gilang yang merasa menyesal telah melakukan hal itu tadi malam.
"Maafkan aku Amanda, aku sudah mengkhianatimu," gumam batin Gilang.
Untuk beberapa saat Gilang terdiam dan mulai menyadari kesalahannya. Sukma yang melihat Gilang terdiam mencoba untuk menghiburnya.
"Ada apa Gilang? Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Sukma.
"Tidak, aku hanya merasa bersalah pada Amanda," jawab Gilang.
"Maafkan aku Amanda aku sudah melakukan kesalahan," gumam batin Gilang.
"Gilang," panggil Sukma yang kembali melihat Gilang terdiam.
"Ada apa dengan Gilang ya?" tanya Sukma yang merasa jika Gilang bersikap dingin kepadanya.
Sesampainya dikamar, Gilang segera menghampiri Amanda yang sedang berbaring menghadap jendela.
"Maafkan aku Amanda,"ujar Gilang yang menghampiri Amanda seraya memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Kenapa harus meminta maaf segala?" tanya Amanda yang ternyata tidak tidur. Sejak tadi Amanda hanya berbaring saja beristirahat.
"Aku sudah melakukan kesalahan yang besar, aku sudah tidur bersama Sukma," lirih Gilang.
"Kenapa harus minta maaf segala, lagipula memang itu kan tujuan kita," timpal Amanda yang tersenyum simpul.
Mendengar kata-kata Gilang membuat hati Amanda serasa disambar petir di siang bolong. Hatinya begitu sakit saat mendengar suaminya tidur bersama wanita lain. Namun Amanda pura-pura tidak apa-apa, karena semua ini merupakan rencana mereka berdua.
Amanda harus mau menerima semua ini. Meski hatinya sakit tapi Amanda harus bisa menerima kenyataan ini.
"Tidak apa-apa, lagipula semua ini karena permintaanku," timpal Amanda.
Gilang seketika membalikan tubuh Amanda. Ia merasa begitu bersalah meski ia tahu bahwa semua ini sudah diketahui Amanda.
"Maafkan aku," ujar Gilang sekali lagi.
"Sudahlah tidak apa-apa," jawab Amanda yang menyeka air matanya.
"Aku berharap Sukma akan segera hamil agar kita bisa segera mendapatkan bayi kita," tukas Amanda.
__ADS_1
"Ya Amanda, aku juga berharap seperti itu. Aku ingin segera mengakhiri semua ini dan aku hanya ingin hidup bersamamu," tambah Gilang.
"Aku juga," timpal Amanda yang segera memeluk suaminya. Untuk beberapa saat mereka saling berpelukan. Mereka saling menguatkan satu sama lain.