
Tak terasa sudah 2 hari Gilang dan Amanda berada di Swiss. Jika kemarin mereka tidak kemana-mana karena merasa kelelahan. Hari ini mereka berencana untuk jalan-jalan mencari tempat yang indah di Swiss.
Gilang dan Amanda pergi ke sebuah tempat yang banyak didatangi setiap pasangan yang berbulan madu di Zurich. Sudah menjadi sebuah rahasia umum, jika Jembatan Mühlesteg dikenal sebagai salah satu tempat paling romantis di Zurich.
Ketika kita dan pasangan berada di Jembatan Mühlesteg, maka kita akan disambut dengan banyak kunci cinta yang kokoh serta menjadikannya sebagai sebuah tempat suci untuk mengabadikan cinta.
Kita dan pasangan juga dapat membeli kunci dari toko yang ada di sekitar kota tua yang kemudian bisa kita pasangkan di jembatan yang romantis ini. Sejauh mata memandang banyak gembok yang menempel disepanjang jembatan.
Gembok yang berwarna-warni itu semakin menambah keindahan jembatan itu. Tak sedikit orang yang melakukan selfie ditempat itu. Jembatan berwarna-warni serta air yang terhampar luas dibawahnya menambah keindahan tempat itu.
"Wah tempat ini indah sekali," ujar Amanda yang melihat pemandangan disekitar jembatan itu sambil berputar merasakan kesegaran udara dikota itu. Dibagian jembatan terdapat banyak kunci cinta yang membentang disepanjang jembatan dan berwarna-warni.
"Apa kamu tahu? Katanya jika ada pasangan yang menyimpan gembok dijembatan ini maka cintanya akan abadi," timpal Gilang sambil memegang salah satu gembok yang berada dihadapannya.
"Benarkah? Aku baru tahu tentang ini. Wah pantas saja disini banyak gembok yang terpasang dijembatan ini. Pasti mereka juga ingin jika cinta mereka akan abadi untuk selamanya," ujar Amanda sambil memegang salah satu gembok yang ada dihadapannya.
"Apa kamu mau menyimpan ini disini juga?" tanya Gilang sambil menyodorkan sebuah gembok berwarna merah sebagai lambang hati mereka berdua.
"Wah dari mana kamu mendapatkan ini?" tanya Amanda yang tidak mengira jika Gilang ternyata sudah mempersiapkan semuanya.
"Tadi aku membelinya disana," tunjuk Gilang pada sebuah toko yang tidak begitu jauh dari tempat mereka berdiri.
Mereka pun segera memasang gembok itu diantara gembok-gembok yang lain. Amanda merasa sangat senang saat berada disini. Suasana kota yang sejuk, indah dan nyaman serta begitu tenang.
Tak lupa mereka pun melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Amanda dan Gilang mengambil beberapa gambar dengan background sebuah jembatan dan gembok berwarna-warni yang semakin menambah keindahan tempat itu.
__ADS_1
"Coba aku lihat fotonya," ujar Amanda yang mendekat pada Gilang.
"Bagaiman kalau kita duduk disana," tunjuk Gilang pada sebuah kursi panjang.
Di kursi panjang mereka duduk berdua. Gilang dan Amanda duduk berdampingan melihat hasil tangkapan kamera mereka berdua. Amanda terlihat cantik saat berada difoto itu. Begitupun dengan Gilang yang terlihat begitu tampan. Mereka terlihat begitu serasi.
"Ini bagus ya," ujar Amanda sambil menunjuk fotonya ke arah ponsel.
"Iya bagus, kamu terlihat cantik," timpal Gilang yang spontan memuji istrinya.
"Ah kamu bisa aja," tukas Amanda yang tersipu malu.
Tak terasa waktu terus berjalan begitu cepat. Mereka pun merasa kelelahan meski berjalan-jalan disekitar jembatan. Merasa perutnya yang keroncongan, Gilang dan Amanda mencari sebuah resto yang cukup dekat dari tempat itu.
Akhirnya tak jauh dari jembatan itu, ada sebuah restoran yang cukup terkenal. Di restoran itu bukan hanya menyajikan makanan khas swiss saja. Namun hampir seluruh negara juga ada si tempat itu.
Gilang memesan 2 steak ayam dan minuman yang segar. Seharian berjalan-jalan membuat mereka merasa begitu haus. Tak berapa lama mereka pun menghabiskan makanan yang mereka pesan.
Berhubung hari sudah semakin sore, Gilang dan Amanda akhirnya kembali ke hotel. Mereka pulang ke hotel menggunakan taksi. Sepanjang perjalanan begitu indah bangunan-bangunan yang berjejer rapi dipinggir jalan.
Bangunan-bangunan pencakar langit dengan hiasan yang begitu indah. Selain itu disepanjang jalan berjejer toko-toko besar yang menjual barang-barang seperti tas, sepatu dan masih banyak lagi yang lainnya.
Bukannya Gilang dan Amanda tidak ingin berbelanja, besok masih ada waktu satu hari lagi untuk berbelanja oleh-oleh. Tak berapa lama akhirnya mereka tiba di hotel. Mereka pun segera turun dan bergegas ke kamar mereka yang berada di lantai atas.
"
__ADS_1
"Hari ini sangat melelahkan," ujar Amanda yang langsung berbaring diatas kasurnya yang empuk.
"Aku juga merasa sangat lelah," timpal Gilang yang segera berbaring disebelah Amanda karena sama-sama merasa lelah.
Tanpa disadari mereka ternyata begitu dekat. Disaat bersamaan tanpa sengaja Gilang memegang tangan Amanda. Pada awalnya Amanda merasa terkejut karena kaget, namun Amanda membiarkan tangan Gilang menyentuh tangannya.
Hal yang tak terduga, di luar ternyata hujan deras. Gilang yang merasakan kehangatan saat menyentuh tangan Amanda, kini membalikan posisi tidurnya menghadap Amanda. Perlahan tapi pasti, Gilang mulai menyentuh pipi Amanda.
Awalnya Amanda merasa geli, namun lama-kelamaan Amanda mulai pasrah dengan apa yang dilakukan Gilang. Mulai dari pegangan tangan, Amanda mulai mengecup pucuk kepala Amanda.
Setelah itu, Gilang mulai turun mencoba mengecup bibir ranum Amanda. Amanda mulai terbawa suasana dengan apa yang dilakukan Gilang. Sehingga akhirnya permainan itu terus meningkat.
Gilang dan Amanda akhirnya kini melakukan penyatuan cinta yang sudah beberapa hari tertunda. Awalnya mereka sama-sama malu, namun setelah beberapa hari bersama kini tidak ada lagi jarak diantara mereka.
"Terima kasih Amanda," ujar Gilang yang kini mulai kelelahan.
"Ya Gilang, ini sudah merupakan kewajibanku," tukas Amanda yang sama-sama merasa lelah setelah permainan panas itu.
Selama hidupnya baru kali ini Gilang merasakan nikmat surga dunia. Seandainya Gilang tahu bahwa seperti ini rasanya menikah mungkin ia tidak akan pernah menolak untuk menikah. Kini kebahagiaan Gilang semakin bertambah.
Meski belum lama Gilang mengenal Amanda, tapi ia begitu mencintai Amanda. Begitu pun dengan Amanda yang saat ini sudah sangat mencintai Gilang. Mereka kini saling mencintai satu sama lain.
Akhirnya setelah satu kali mereka melakukan hal itu, kini meraka semakin sering melakukan hal itu. Kini mereka juga tidak ingin saling kehilangan satu sama lain. Mereka merupakan pasangan yang serasi dan sempurna.
Hari ini merupakan hari terakhir bagi mereka berada di tempat ini. Mereka berencana untuk mencari buah tangan untuk seluruh keluarga mereka. Amanda dan Gilang begitu antusias mencari tempat yang lengkap untuk berbelanja.
__ADS_1
"Ayo sayang," ajak Gilang yang sudah siap sejak tadi.
"Iya ayo!" jawab Amanda yang merasa masih sangat malu dengan sebutan itu.