Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
26. Masih Sendiri di Rumah


__ADS_3

Akhirnya Gilang dan Sukma pun bergegas ke salah satu restoran yang cukup mewah. Sesampainya disana Sukma dibuat takjub oleh suasana restoran yang lain daripada yang lain. Selama hidupnya baru kali ini ia menginjakkan kakinya ke tempat yang indah seperti ini.


"Wah ini restoran apa hotel berbintang?" gumam batin Sukma.


"Ada apa Sukma? Apa kamu tidak menyukai tempat ini?" tanya Gilang yang melihat Sukma sejak tadi terdiam.


"Ti, tidak. Aku suka tempat ini," jawab Sukma gagap.


Namun baru beberapa langkah saat mereka akan menuju meja, tiba-tiba terdengar seseorang memanggil Gilang.


"Gilang!" pekik seorang laki-laki yang memanggilnya dari kejauhan.


"Brian? Sedang apa disini?" tanya Gilang yang menautkan kedua halisnya. Meski sedikit malu karena ia sedang bersama Sukma karena berpakaian seksi tapi Gilang berusaha untuk bersikap tenang.


"Aku baru saja bertemu klien. Ini siapa? Apa ini pacar barumu?" ujar Brian yang setengah berbisik pada Gilang. Sejak awal Brian sudah memperhatikan Sukma jika dia memang seperti wanita penggoda.


"Jaga bicaramu, dia ini temanku! Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu!" ujar Gilang yang merasa tersinggung dengan ucapan Brian.


Flashback Off

__ADS_1


Sukma baru ingat jika memang sebelumnya mereka pernah bertemu. Saat itu Gilang terlihat begitu marah sekali.


"Aku tahu, jika kamu bukan wanita biasa. Aku juga ingin mendapatkan pelayanan darimu sama seperti Gilang," ujar Brian sambil mendekati Sukma.


"Apa maksudmu? Aku bukan wanita seperti dugaanmu!" pekik Sukma yang merasa tersinggung dan berusaha menghindari dari Brian.


Brian yang sejak awal merasa tergoda oleh Sukma, berusaha mengejarnya. Brian mencoba menarik kimono yang dikenakan Sukma namun selalu gagal karena ia selalu menghindarinya. Brian pun semakin beringas ingin mendapatkan Sukma.


Sejauh apapun Sukma berlari Brian masih tetap saja mengejarnya. Tapi sial kali ini Sukma tertangkap oleh Brian. Dia mendapatkan Sukma seraya memeluknya dan mencoba menindih Sukma.


Sukma yang tidak ingin disentuh oleh Brian mencoba menyelamatkan dirinya dengan mencari benda yang berada di dekatnya. Beruntung Sukma memegang vas bunga yang berada di dekatnya.


Bug..


"Aw, awas kau Sukma," ujar Brian seraya memegangi kepalanya yang sedikit berdarah.


Merasa kesal Brian semakin marah. Kali ini dia tidak mengampuni Sukma. Brian menampar Sukma karena ia selalu menghindarinya. Bibir Sukma pun sedikit berdarah karena terbentur tembok saat akan menghindari ciuman Brian.


Kali ini Brian mendapatkan Sukma kembali. Sukma kini berada dibawah kungkungan Brian dan ia hampir akan menindih nya. Beruntung saat Brian akan melakukan aksi bejat nya tiba-tiba saja Gilang dan Amanda datang.

__ADS_1


"Hey! Apa yang akan kau lakukan!" pekik Gilang sambil menghajar Brian.


Bug..


Satu pukulan keras berhasil mendarat di pipi Brian. Gilang memukuli Brian beberapa kali hingga ia terjatuh.


"Apa yang kau lakukan hah?" pekik Gilang yang merasa sangat kesal.


"Aku hanya ingin mencicipi nya saat kau tidak ada," jawab Brian datar.


"Dasar brengsek!" pekik Gilang yang kembali menghajar Brian.


"Alah bukannya kau juga sama saja sudah mencicipi nya," tambah Brian.


Merasa sangat kesal dengan ucapan Brian, Gilang pun kembali mendaratkan pukulannya. Namun kali ini Amanda memegangi tangannya.


"Sudah, sudah. Biarkan dia pergi," timpal Amanda.


"Apa kamu tidak apa-apa Sukma?" tanya Amanda.

__ADS_1


__ADS_2