Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
35. Masih Merasa Kehilangan


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu namun Sukma masih merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Selama hidupnya kehilangan seorang ibu adalah hal terberat bagi Sukma. Ia tidak pernah sedikitpun membayangkan jika ia akan kehilangan ibunya diusia Sukma yang sekarang.


Hampir setiap hari Sukma selalu meneteskan air matanya karena merindukan ibunya. Kehilangan seorang ibu ibarat seekor burung yang kehilangan sayapnya sebelah. Semenjak kehilangan ibunya hidup Sukma terasa hampa.


"Seandainya ibu masih ada, mungkin hidupku tidak akan kesepian seperti ini," gumam batin Sukma yang lagi-lagi teringat ibunya.


Beberapa bulan pun berlalu, akhirnya Sukma dapat membereskan sekolahnya. Kini sepeninggal ibunya, Sukma tinggal bersama tante Helen. Meski awalnya Sukma menolak karena merasa tidak enak tapi akhirnya Sukma bersedia.


Hal itu ia lakukan karena Sukma sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Hanya Helen lah yang baik selama ini kepadanya. Sebenarnya Helen sudah cukup umur untuk segera menikah dan memiliki anak, namun entah mengapa rasanya Helen belum mau mengemban tugas sebagai seorang istri.


Kehidupannya yang keras membuat Helen ingin bekerja keras untuk bisa membiayai hidupnya sendiri.


"Oiya Sukma apa yang akan kamu lakukan setelah selesai sekolah?" tanya Helen saat mereka sedang sarapan.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin kuliah tante, tapi rasanya tidak mungkin. Sepertinya aku akan langsung bekerja saja," jawab Sukma.


"Jika itu memang sudah menjadi keputusanmu ya lakukan saja. Tante hanya bisa mendukungmu," timpal Helen.


"Terima kasih tante karena selama ini tante sudah merawat ku," ujar Sukma lagi.


"Ya sama-sama Sukma, karena kamu adalah anak dari kakakku. Jika kamu ingin bekerja aku bisa memberikanmu pekerjaan," tambahnya lagi.


"Mau tante mau, aku sudah bosan berada dirumah terus. Aku mau kerja tan," jawab Sukma antusias.


Helen sendiri sudah lama bekerja sebagai wanita penghibur. Pendidikan yang minim membuat ia sulit mencari pekerjaan. Untuk itu mau tidak mau Helen harus melakukan pekerjaan ini agar ia mendapatkan banyak uang.


Meski Helen bukanlah orang yang jahat tapi ia tidak memiliki pilihan lain. Semua teman-temannya memiliki profesi yang sama. Hanya saja dihadapan Sukma, Helen tidak menunjukan pekerjaannya.

__ADS_1


Yang Sukma tahu Helen bekerja di sebuah spa yang cukup terkenal.


Keesokan harinya Helen dan Sukma sudah bersiap untuk menemui teman Helen. Namun dalam perjalanan Helen pura-pura mendapatkan panggilan jika ia harus pergi bekerja menggantikan temannya yang sedang cuti melahirkan.


"Aduh maaf sekali sayang, tante harus pergi kerja karena teman tante mendadak melahirkan. Ga apa-apa kan kalau kamu pergi sendiri?" ujar Helen saat dalam perjalanan.


"Oiya tante tidak apa, aku bisa sendiri. Lagipula rumah teman tante sudah dekat kan?" tanya Sukma.


"Iya Sukma yang itu!" tunjuk Helen. Tak berapa lama Helen pun segera pergi meninggalkan Sukma sendirian.


Bersamaan dengan Helen yang turun dari mobil, Sukma pun ikut turun karena rumah teman tantenya sudah cukup dekat. Akhirnya ia pun melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki.


Tak jauh beberapa meter, Sukma segera bertanya pada seorang satpam yang sedang bertugas.

__ADS_1


"Permisi pak, saya Sukma dan saya sudah membuat janji dengan Ibu Hana," ujar Sukma.


"Oiya silahkan mba, nyonya sudah menunggu anda sejak tadi," timpal satpam itu yang segera mengantar Sukma masuk ke dalam rumah.


__ADS_2