Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
36. Pertama Kali Bekerja


__ADS_3

"Permisi nyonya, ini ada seseorang yang ingin bertemu," ujar satpam itu saat ia masuk ke dalam rumah.


Didalam rumah yang cukup besar ternyata sudah menunggu seorang wanita yang berpakaian modis juga sedikit seksi. Usianya terlihat tidak muda lagi, namun dari segi pakaian wanita itu seperti seorang model.


"Ya silahkan, kamu pasti Sukma kan?" tanya wanita itu ramah.


"Iya bu, saya Sukma keponakannya tante Helen," jawab Sukma gugup.


"Tidak perlu gugup begitu, silahkan duduk," tawar Hana yang merupakan teman baik Helen sejak dulu.


"Oiya perkenalkan saya Hana, apa kamu benar ingin bekerja?" tanya Hana lagi.


"Iya bu Hana saya ingin bekerja secepatnya," jawab Sukma.


Melihat Sukma yang tampak masih polos membuat Hana yakin jika dia akan membawanya keberuntungan. Hana memperhatikan penampilan Sukma dari ujung rambut sampai ujung kaki terlihat sempurna.


"Saya suka melihat kamu, besok kamu sudah bisa mulai bekerja," ujar Hana setelah terdiam beberapa saat.

__ADS_1


"Jika boleh tahu saya harus kerja apa bu?" tanya Sukma lagi.


Entah mengapa Sukma merasa ada yang ganjil. Sukma merasa tidak enak hati, namun walau bagaimanapun ia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Karena sangat tidak mungkin jika ia harus merepotkan tantenya terus menerus.


Meski sangat baik tapi Sukma tetap merasa tidak enak. Mungkin dengan bekerja Sukma akan bisa membiayai hidupnya sendiri. Mungkin Sukma tidak akan selalu merasa bersedih.


"Besok kamu datang saja kesini, saya akan menjelaskan semuanya," jawab Hana dengan penuh penegasan.


"Baiklah kalau begitu bu, saya permisi," pamit Sukma yang segera meninggalkan rumah besar itu.


"Seperti janji saya kemarin, hari ini saya akan menjelaskan tentang pekerjaanmu," ujar Hana.


"Oiya apa sebelumnya Helen tidak memberitahukan tentang pekerjaannya kepadamu?" tanya Hana sebelum ia menjelaskan semuanya.


"Tidak bu, setahu saya tante saya bekerja disebuah spa," jawab Sukma yang masih menundukkan kepalanya.


Sejak saat itu, Hana segera menjelaskan pekerjaan yang harus Sukma lakukan. Panjang lebar Hana menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"Apa? Jadi saya harus melayani laki-laki berhidung belang?" tanya Sukma yang menautkan kedua halisnya.


"Ya Sukma, itu bukan hal yang sulit. Saya bisa memberikan uang sebanyak lima juta rupiah setiap bulannya," tegas Hana.


"Apa? lima juta? apa aku tidak salah dengar?" tanya Sukma yang terbelalak mendengar gaji yang akan diterimanya.


"Iya benar, kamu akan mendapatkan gaji segitu," timpal Helen lagi.


Mendengar hal itu membuat Sukma tidak bisa berfikir dengan jernih. Sukma merasa tergiur dengan gaji sebesar itu. Sukma berfikir dengan uang sebanyak itu dia bisa membeli apapun yang ia inginkan.


Selain itu, pekerjaan ini ia terima karena dia merasa frustasi karena kehidupannya. Kedua orang tuanya yang sudah meninggalkannya. Ayahnya yang tidak pernah lagi membiayainya, serta baru-baru ini ibunya yang sudah meninggalkan Sukma untuk selamanya.


Sejak saat itu, Sukma mulai bekerja sebagai wanita penghibur di tempat tante Hana. Meski awalnya Sukma merasa enggan dan tidak mau menjalani semua ini, tapi Sukma terpaksa harus melakukan semua ini demi keberlangsungan hidupnya.


"Apa aku tidak salah memilih jalan? Tapi jika tidak bekerja seperti ini, aku akan bekerja apa? Sementara mencari pekerjaan bagi lulusan sekolah menengah sangat sulit. Maafkan aku bu, aku terpaksa harus melakukan semua ini," gumam batin Sukma yang merasa menyesali pilihannya sendiri.


Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2