
Hari ini Sukma sudah bersiap untuk pergi ke. kantor. Namun saat dia keluar rumah ada sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari halaman rumahnya.
"Itu mobil siapa? Bukannya itu mobil Pak Reza, sedang apa dia disini?" gumam batin Sukma.
Tak berapa lama terdengar suara bunyi klakson dari arah mobil itu.
"Sukma!" panggil Reza yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Pak Reza? Sedang apa bapak disini?" tanya Sukma yang menautkan kedua halisnya.
"Aku sengaja datang kemari untuk menjemputmu," jawab Reza.
"Tapi bapak tidak perlu repot-repot seperti ini. Apa kata orang kantor nanti," timpal Sukma.
"Ah mereka tidak akan apa-apa. Jika mereka membicarakan tentang kita biarkan saja," jelas Reza.
Mendengar perkataan bosnya hanya membuat Sukma tersenyum simpul. Sukma masih merasa heran karena sejak kemarin Sukma masih memikirkan tentang dirinya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam batin Sukma.
Akhirnya mau tidak mau Sukma tetap ikut ke dalam mobil Reza meski sebenarnya Sukma merasa tidak enak. Akan tetapi Sukma ingin tetap menghargai bosnya karena sudah jauh-jauh menjemputnya.
__ADS_1
"Terima kasih pak banyak pak karena sudah menjemput saya," ujar Sukma sesaat sebelum turun dari mobil.
"Ya sama-sama," jawab Reza.
Beberapa karyawan yang melihat Sukma turun dari mobil Reza pun mulai berbisik.
"Kenapa ya padahal dia cuma karyawan baru, tapi kok bisa barengan Pak Reza ya," bisik salah seorang karyawan kepada karyawan yang lainnya.
"Iya ya, apa dia godain bos kita makanya Pak Reza mau satu mobil dengan dia," timpal karyawan yang lainnya.
Shelly yang baru datang pun tak kalah kepo, dia merasa aneh kenapa bisa-bisanya Sukma pergi bersama bosnya. Padahal selama ini Pak Reza di kenal sebagai laki-laki yang angkuh dan sombong. Tidak ada wanita manapun yang berani mendekatinya.
"Tapi ada apa dengan Sukma? Kenapa mereka bisa sedekat itu?" gumam batin Shelly yang mulai penasaran.
"Aku juga ga tau, sejak kemarin Pak Reza mengantarku pulang dan tadi pagi-pagi dia datang menjemput ke rumah," jawab Sukma menjelaskan.
"Kok bisa ya, apa jangan-jangan dia menyukaimu Sukma," celetuk Shelly.
"Hus, jangan asal ah! Mana mungkin Pak Reza bisa suka sama aku, aku kan tidak cantik," timpal Shelly yang merasa sangat tidak mungkin jika bosnya akan menyukainya.
"Tapi itu kan mungkin aja Sukma. Di saat wanita-wanita lain kurang beruntung, kamu malah beruntung loh mendapatkan perhatian Pak Reza," tukas Shelly.
__ADS_1
"Ish apaan sih Shelly, ayo ah kita mulai kerja!" ajak Sukma yang kini sudah bersiap dengan seragam yang sudah di kenakannya.
"Iya ayo!" timpal Shelly yang kini mengekor di belakang Sukma.
Sementara beberapa karyawan terlihat sinis dan tidak suka saat melihat Sukma. Mereka begitu cemburu dan sirik karena tidak bisa mendekati Pak Reza.
"Tuh liat orang-orang pada cemburu sama kamu Sukma," ujar Shelly saat melewati beberapa karyawan yang lain.
"Udah ah biarin aja, orang aku ga ngapa-ngapain juga," tukas Sukma yang segera mengerjakan pekerjaannya.
Baru saja Sukma akan mengerjakan tugasnya tiba-tiba Reza memanggilnya.
"Sukma bisa ke ruangan saya sekarang juga," ujar Reza saat berhadapan dengan Sukma.
"Baik pak," jawab Sukma.
"Ada apa ya? kok tiba-tiba di panggil?" tanya Shelly.
"Aku juga ga tau," jawab Sukma.
"Ya udah pergi sana!" titah Shelly.
__ADS_1
"Ok!" ujar Sukma yang langsung bergegas mengikuti Pak Reza menuju ruangannya.