
Setelah memilihkan baju, Sukma segera bergegas keluar kamar karena takut ketahuan. Sementara tidak lama setelah kepergian Sukma, Amanda baru saja masuk ke dalam kamar.
"Kenapa tiba-tiba sudah ada baju diatas ranjang, perasaan aku belum menyiapkannya," gumam batin Amanda yang merasa heran dengan adanya baju yang sudah lengkap diatas ranjang.
"Ah sudahlah mungkin aku yang lupa," tambahnya lagi.
Beberapa saat kemudian Gilang yang sudah selesai mandi segera memakai baju yang sudah tersedia diatas kasur. Gilang merasa lebih segar setelah mandi.
"Wah hari ini pilihanmu terasa berbeda," ujar Gilang sambil memakai baju yang sudah tersedia.
Sementara Amanda hanya bisa tersenyum karena ia tidak merasa memilihkan baju untuk suaminya. Selesai memakai baju Gilang segera bergegas ke dapur untuk sarapan, sedangkan Amanda masih sibuk dengan lamunannya.
"Ada apa sayang? Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Gilang yang melihat istrinya terdiam.
"Ah tidak aku tidak apa-apa. Ya sudah ayo kita sarapan," ajak Amanda.
Gilang pun segera mengekor dibelakang Amanda. Sementara Amanda segera bergegas ke dapur untuk membuat sarapan. Entah mengapa tiba-tiba saja Amanda ingin membuat kue.
Sedangkan Gilang seperti biasa menikmati secangkir kopi dan juga cemilan. Namun pada saat Gilang akan segera pergi, Amanda mencoba meminta tolong kepada Sukma untuk memakai kan dasi.
"Sukma boleh aku minta tolong?" tanya Amanda yang kebetulan melihat Sukma melintas dihadapannya.
__ADS_1
"Ya tentu Amanda, apa yang bisa aku bantu," tukas Sukma.
"Tolong pakaikan dasi untuk Gilang ya," pinta Amanda yang masih berkutat di dapur.
"Oke baiklah!" timpal Sukma yang mengacungkan jempolnya sebagai tanda setuju.
"Terima kasih," ujar Amanda yang masih melanjutkan pekerjaannya di dapur.
Sukma yang mendapatkan izin dari Amanda segera bergegas menghampiri Gilang.
"Gilang tunggu," teriak Sukma yang segera berlari ke hadapan Gilang.
"Ada apa Sukma?" tanya Gilang yang menautkan kedua halisnya.
"Oh ok!" ujar Gilang yang tidak merasa keberatan.
Tanpa aba-aba Sukma pun segera memakai kan dasi dileher Gilang. Namun entah mengapa Sukma merasa begitu gugup saat berhadapan dengan Gilang. Sedangkan Gilang terlihat bersikap biasa.
"Ada apa Sukma?" tanya Gilang.
"Ah tidak, tidak apa-apa," jawab Sukma yang masih merasa gugup setelah ia memakai kan dasi untuk Gilang.
__ADS_1
"Akhirnya aku mendapatkan kesempatan," gumam batin Sukma yang merasa senang saat Amanda menyuruhnya tadi.
"Terima kasih," ujar Gilang yang bergegas ke dapur sebelum ia pergi.
"Sama-sama," timpal Sukma yang kini tersenyum sendiri setelah memakai kan dasi kepada Gilang.
Sudah beberapa hari Amanda, Gilang dan juga Sukma berada dinegeri orang. Namun mereka belum sempat pergi berlibur dikarenakan Gilang masih sangat sibuk dengan pekerjaannya. Amanda dan Sukma sudah merasa suntuk seharian berada dirumah.
Diluar dugaan akhir pekan ini Gilang mengajak mereka untuk berjalan-jalan.n
na.
"Bagaimana kalau besok kita pergi jalan-jalan," ujar Gilang yang sedang menyeruput segelas kopi panas miliknya.
"Apa? Beneran? Besok kita akan jalan-jalan?" tanya Amanda antusias.
"Iya beneran masa aku berbohong," timpal Gilang.
"Asyik, tapi beneran ya?" tukas Sukma yang tiba-tiba datang dan merasa sangat senang.
"Beneran," ujar Gilang yang mengangkat kedua tangannya sebagai tanda janji.
__ADS_1
Amanda dan Sukma pun tersenyum saat mereka tahu besok Gilang mengajak mereka jalan-jalan.