Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
29. Salah Paham


__ADS_3

Cukup lama Amanda dan Gilang berbincang ditelpon. Waktu satu jam rasanya tidak cukup membicarakan apa yang mereka ingin ceritakan. Jika sudah berbicara ibu dan anak itu rasanya lupa waktu.


Mereka seperti sahabat yang akan membicarakan banyak hal jika sudah bertemu.


"Hati-hati Sukma kandungan mu harus dijaga," ujar Amanda saat sedang menelpon. Sukma yang kebetulan lewat dihadapan Amanda hampir saja akan terjatuh.


"Apa kamu sedang hamil sayang?" tanya Silvia dia sebrang sana.


Mendengar pertanyaan ibunya membuat Amanda menjadi bingung. Amanda merasa bingung harus menjawab apa. Terdiamnya Amanda membuat Silvia mengartikan bahwa memang Amanda lah yang sedang hamil.


"I, iya bu," jawab Amanda gagap.


Karena hal itulah yang membuat Silvia salah paham. Dia mengira jika anaknya yang sedang hamil, namun Amanda pun tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak mau mengecewakan ibunya.


Tak berapa lama pembicaraan diantara mereka pun terhenti. Amanda mengakhiri pembicaraannya dengan alasan ia ingin ke kamar mandi. Silvia pun menutup panggilannya, namun sesaat sebelum menutup telponnya ia memberikan wejangan-wejangan untuk ibu hamil.


"Bagaimana ini, ibu mengira jika aku yang sedang hamil," gumam batin Amanda setelah ia menutup telponnya.


Memperhatikan Amanda yang terdiam membuat Gilang merasa bingung. Padahal awalnya Gilang menelpon ibunya untuk membuat Amanda bahagia, namun kenyataannya justru Amanda malah termenung.

__ADS_1


"Ada apa Amanda? Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Gilang yang melihat Amanda terdiam.


"Itu, ibu mengira jika aku sedang hamil," jawab Amanda lirih.


"Ya sudah tidak apa-apa," timpal Gilang sambil memeluk istrinya.


Sementara ditempat lain Silvia begitu bahagia saat mendengar anaknya sedang hamil. Tak lupa ia pun segera memberitahukan kabar bahagia ini kepada keluarga Gilang. Rasanya sudah tidak sabar bagi Silvia untuk memberitahukan semuanya.


Merasa sangat penting, Silvia pun pergi langsung menuju rumah keluarga Gilang. Rasanya tidak sabar untuk memberitahukan semuanya. Selain itu, Silvia ingin membicarakannya secara langsung dengan keluarga Gilang.


Ting.. tong..


"Kabar baik, jeng sendiri bagaimana?" tanya Silvia.


"Aku juga baik, silahkan masuk dulu jeng," ajak Risma.


Silvia pun segera bergegas masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah mereka membicarakan banyak hal. Tak lupa Silvia pun memberitahukan maksud tujuannya kepada Risma. Risma yang mendengar kabar itupun sangat bahagia.


Akhirnya mereka berencana untuk pergi menyusul Amanda ke luar negeri, karena tidak mungkin bagi Amanda untuk pergi jauh-jauh karena kondisinya yang sedang hamil besar. Tak berapa lama akhirnya Silvia pergi pulang karena hari sudah sore.

__ADS_1


Risma sudah tidak sabar untuk memberitahukan kabar bahagia ini kepada suami dan juga ayahnya karena suami dan kakeknya sedang pergi bekerja.


Sambil menunggu kedatangan suami dan juga kakeknya, Risma menghubungi Gilang untuk memberitahukan jika besok mereka semua akan pergi ke sana.


📲 Halo bu,ujar Gilang yang langsung mengangkat telponnya.


📲 Halo Gilang apa kabar?


📲 Kabar baik bu, ibu sendiri bagaimana?


📲 Ibu juga baik. Oiya apa benar Amanda sedang hamil?


📲 Mmh ibu tahu darimana?


📲 Ibu tahu dari ibunya Amanda, besok kami semua akan pergi ke sana .


📲 Iya bu.


Tanpa berbicara apa-apa Gilang hanya mengiyakan saja kata-kata ibunya karena ia takut jika ibunya akan curiga jika Gilang menolak kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2