
Setelah satu minggu kemudian, kini tiba saatnya bagi Gilang dan Amanda untuk melangsungkan pernikahan mereka. Acara pernikahan mereka dilangsungkan di sebuah gedung yang mewah. Di gedung itu dihiasi bunga-bunga bernuansa putih yang semakin menambah keindahan dekorasi itu.
Di lantai atas Amanda masih mempersiapkan diri. Ia masih di rias oleh tim tata rias dari Weding Organaizing (WO) itu. Amanda merasa sangat gugup karena sebentar lagi akhirnya ia akan melepas masa lajangnya. Amanda juga tidak pernah mengira jika ia akan menikah secepat ini.
Sejak dulu Amanda selalu bercita-cita ingin menjadi wanita karir dalam hidupnya. Bahkan Amanda tidak pernah membayangkan jika ia akan menikah muda.
"Apa aku sudah siap menjadi seorang istri? Apa aku bisa melaksanakan tugas seorang istri?" gumam batin Amanda yang melayang kesana kemari. Pikirannya menjadi tidak tenang sejak kemarin. Amanda terus memikirkan tentang hari ini.
Sementara dirumah Gilang masih mempersiapkan segalanya. Gilang masih disibukan dengan dasinya yang sejak tadi masih belum rapi. Gilang menatap dirinya sendiri dicermin.
Gilang menatap dirinya sendiri dari ujung kaki sampai ujung kepala. Gilang bahkan masih tidak menyangka jika hari ini ia akan segera menikah. Gilang tidak pernah mengira jika ia akan menikah secepat ini.
"Apa aku sudah siap menjadi seorang suami? Apa aku sudah pantas menjadi seorang imam bagi calon istriku?" gumamnya dalam hati.
"Gilang! Sayang ayo nak, apa kamu sudah siap?" teriak Risma dari arah bawah.
"Iya bu sebentar lagi!" pekik Gilang yang merasa terkejut dengan teriakan ibunya. Mendengar teriakan sang ibu membuyarkan lamunan Gilang. Ia pun segera merapikan pakaiannya dan segera bergegas turun.
Sementara Bhaskara merasa sangat senang dan sangat bahagia menantikan hari bahagia ini. Bhaskara sudah siap sejak tadi di saat orang lain masih belum mempersiapkan diri. Rasanya sudah tidak sabar bagi Bhaskara untuk segera melangsungkan acara ini.
"Ayo cepatlah! Kenapa kalian lama sekali!" pekik Bhaskara yang sudah tidak sabar ingin segera pergi menuju gedung pernikahan cucunya.
"Iya yah sebentar lagi," jawab Risma yang segera mempercepat langkahnya.
Risma yang sedari tadi nampak sibuk, kini segera menyelesaikan pekerjaannya. Tak berapa lama Gilang pun turun dari kamarnya. Semua keluarga yang sudah berkumpul, bersiap dan segera pergi menuju tempat acara.
Dibutuhkan waktu satu jam agar bisa sampai ditempat itu. Tempat yang lumayan jauh dari rumah Gilang. Dalam perjalanan arusnya cukup padat karena hari ini merupakan hari libur.
Namun beruntung Gilang tahu jalan pintas menuju gedung itu. Alhasil tidak membuang waktu lama bagi mereka untuk bisa sampai ditempat tujuan.Tak terasa satu jam kemudian akhirnya mereka tiba disebuah gedung yang cukup indah.
__ADS_1
Gedung yang khusus dipakai untuk acara pernikahan itu kini ramai dihadiri sanak saudara dan para tamu undangan. Kedatangan keluarga Gilang disambut meriah oleh tarian daerah.
Sementara Amanda masih belum turun dari persembunyiannya. Setelah keluarga Gilang duduk dikursinya. Kini tiba saatnya bagi Gilang untuk melangsungkan acara inti yaitu melaksanakan ijab qobul.
Amanda pun segera di jemput dari kamarnya oleh ibunya. Amanda terlihat cantik saat menggunakan gaun kebaya berwarna putih panjang itu. Kulitnya yang putih dan bersih semakin menambah kecantikan Amanda. Siapapun yang melihatnya pasti akan memuji kecantikan Amanda.
"Kamu cantik sekali Amanda," gumam batin Gilang saat melihat Amanda keluar dari kamarnya. Gilang tidak henti-bentinya menatap Amanda.
Bukan hanya Gilang, tapi semua orang terpana melihat kecantikan Amanda. Amanda terlihat berbeda dan terlihat sangat cantik sekali. Amanda terlihat begitu pangling dan lain dari biasanya.
"Wah pengantinnya cantik sekali ya," ujar salah seorang tamu undangan yang berbisik kepada tamu lainnya.
"Iya dia cantik sekali, dia terlihat begitu berbeda," timpal salah seorang tamu undangan lainnya.
Gilang masih terpana melihat kecantikan Amanda, bahkan matanya tidak berkedip sedikitpun. Gilang masih saja memandangi Amanda.
"Nak," panggil Risma sekali lagi sambil memegang bahu anaknya.
"Iya bu kenapa?" tanya Gilang yang merasa terkejut saat ibunya memegang pundak Gilang.
"Berdiri nak, kita akan melangsungkan acara pernikahannya," ujar Risma yang segera menuntun anaknya pergi ke meja utama untuk acara ijab qobul.
"Amanda Maheswari binti Arya Maheswari saya nikahkan engkau dengan Gilang Mahendra bin Arya Mahendra dengan emas kawin logam mulia dan seperangkat alat sholat dibayar tunai," ujar Pak penghulu sambil menjabat tangan kanan Gilang.
"Saya terima kawin dan nikahnya Amanda Maheswari binti Arya Maheswari dengan mas kawin logam mulia dan seperangkat alat sholat dibayar tunai," sahut Gilang dalam satu kali helaan nafas.
"Bagaimana para saksi sah?" tanya Pak Penghulu pada para saksi.
"Sah," jawab semua para saksi dan tamu undangan secara serempak.
__ADS_1
"Alhamdulillah," ujar semua keluarga serempak.
"Semoga pernikahan kalian menjadi pasangan yang sakinah, mawwadah dan warrohmah," ujar Pak Penghulu.
"Sekarang silahkan bagi suami untuk mencium kening istri dan istri mencium punggung tangan kanan suami," tambah Pak Penghulu.
Dengan malu-malu Gilang pun segera mencium kening Amanda, begitupun dengan Amanda yang segera mencium punggung tangan kanan suami. Semua orang tampak senang dan bahagia saat menyaksikan mereka berdua.
Setelah acara inti itu dilaksanakan, kini mereka menyalami kedua orang tua mereka secara bergantian. Tak lupa Gilang pun menyalami kakeknya terlebih dahulu. Tanpa terasa air mata Bhaskara pun jatuh.
Ia masih tidak percaya bahwa cucunya kini sudah menikah dan itu artinya tidak lama lagi dia akan memiliki seorang cucu.
"Kenapa kakek menangis?" tanya Gilang yang melihat kakeknya berkaca-kaca.
"Ah tidak, kakek hanya merasa sangat senang saja karena akhirnya kamu menikah juga nak," jawab Kakek sambil memeluk cucunya dengan begitu erat.
Semua orang yang melihat mereka pun tampak terharu menyaksikan kedekatan antara kakek dan cucu itu. Setelah puas memeluk kakeknya kini giliran orang tua Gilang dan selepas itu barulah mereka menghampiri orang tua Amanda.
Amanda tampak menangis saat sungkem kepada kedua orang tuanya.
"Selamat nak, akhirnya sekarang kamu sudah resmi menikah. Ayah mendoakan semua yang terbaik untukmu nak," ujar Arya sambil memeluk anaknya.
"Terima kasih yah," timpal Amanda dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Amanda merasa sangat sedih karena setelah menikah ia pasti akan berpisah dari kedua orang tuanya. Kini saatnya Amanda memeluk ibunya, lagi-lagi air mata itu tak berhenti menetes.
Mereka berdua berpelukan dengan begitu eratnya. Setelah selesai menyalami dan melakukan sungkeman kepada kedua orang tuanya. Kini mereka segera bergegas menuju pelaminan. Semua sanak saudara dan para tamu sudah tidak sabar untuk menyalami kedua pengantin untuk memberikan ucapan selamat.
Mereka terlihat sangat serasi saat sedang berada diatas pelaminan. Mereka terlihat begitu bahagia. Senyuman pun tak lepas dari wajah keduanya.
__ADS_1