
"Siapa laki-laki yang berbicara dengan Sukma tadi?" gumam batin Reza.
Entah mengapa sejak pertama kali melihat Sukma membuat Reza penasaran. Reza seperti jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Sejak saat itu Reza ingin mengetahui segala seluk beluk tentang Sukma.
Termasuk hari ini, setelah melihat Sukma berbicara dengan seseorang membuat Reza semakin penasaran tentang Sukma yang sebenarnya. Akhirnya tanpa sepengetahuan Sukma, Reza pun mencari segala informasi yang berhubungan dengan Sukma.
📱"Tolong segera cari tahu informasi tentang Sukma yang baru saja bekerja di kantor ini sebagai office girls."
📱"............"
Setelah menghubungi seseorang, Reza pun segera mengakhir panggilannya. Ia segera bergegas menuju ruang kerjanya. Di dalam ruang kerjanya, Reza masih memikirkan tentang Sukma.
Beberapa hari kemudian akhirnya Reza mendapatkan segala informasi tentang Sukma. Kini Reza tahu bahwa Sukma dulu pernah bekerja sebagai wanita penghibur.
"Aku tidak menyangka jika dia pernah bekerja sebagai wanita seperti itu," gumam batin Reza.
Tak terasa hampir seharian penuh Sukma bekerja. Sukma yang sudah bersiap untuk pulang, seperti biasa menunggu ojeg online untuk menjemputnya. Namun beberapa saat kemudian tiba-tiba Reza datang dan mengajaknya pulang bersama.
"Biarkan aku yang akan mengantarmu pulang Sukma," ujar Reza yang sedang berdiri dihadapan Sukma.
__ADS_1
"Ti, tidak usah repot-repot pak. Saya bisa pulang sendiri," tukas Sukma yang merasa tidak enak.
"Sudah ayo tidak apa-apa jangan sungkan," timpal Reza sambil menarik tangan Sukma menuju mobilnya.
"Tapi pak," ujar Sukma lagi.
Dengan sedikit paksaan akhirnya Sukma masuk ke dalam mobil Reza. Sukma merasa tidak mengerti karena Reza begitu bersikukuh untuk mengantarkannya.
"Oiya rumahmu dimana?" tanya Reza saat dalam perjalanan.
"Jalan melati no. 10 pak," jawab Sukma gugup.
"Bagaimana kalau kita makan dulu, aku lapar," ujar Reza.
Sukma yang sejak tadi melamun tidak menjawab ajakan Reza. Sejak tadi Sukma sibuk dengan lamunannya.
"Sukma! Apa kamu mendengarku?" tanya Reza sekali lagi.
"I, iya pak kenapa?" tanya Sukma lagi karena ia benar-benar tidak mendengar dengan apa yang dikatakan Reza.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan?" tanya Reza.
"Ti, tidak pak. Aku tidak memikirkan apa-apa," jawab Sukma.
"Aku bertanya bagaimana kalau kita makan dulu, aku lapar sekali," jelas Reza.
"Tapi aku masih kenyang pak, sebaiknya bapak saja. Saya turun disini saja pak," tukas Sukma yang terpaksa harus berbohong. Meski Sukma sama-sama merasa lapar tapi tidak mungkin jika ia harus makan bersama dengan atasannya.
Namun diluar dugaan, Reza ternyata membelokan mobilnya ke sebuah restoran. Perutnya yang sejak tadi keroncongan memaksa Reza untuk segera makan.
"Sudah ayo cepat kita makan dulu, nanti setelah selesai makan aku akan mengantarmu pulang," ujar Reza sesaat sebelum ia turun dari mobil.
Sukma pun hanya menggeleng. Ia tidak bisa menolak ajakan bosnya karena mobilnya sudah terparkir di dekat restoran. Akhirnya mau tidak mau Sukma pun mengikuti langkah Reza dari belakang.
Reza segera duduk dan membuka buku menu untuk memesan makanan.
"Oiya kamu mau makan apa Sukma?" tanya Reza.
"Aku, aku terserah bapak saja," jawab Sukma yang merasa bingung dan malu harus menjawab apa.
__ADS_1