Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
20. Terpaksa Berbohong


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Gilang segera menceritakan segalanya kepada Amanda. Mereka merasa senang karena akhirnya ada wanita yang bersedia menjadi ibu pengganti bagi anak mereka.


Gilang memikirkan bagaimana caranya agar keluarganya tidak mengetahui tentang semua ini. Setelah beberapa saat berfikir akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal diluar negeri untuk beberapa saat sampai anak mereka lahir.


"Syukurlah Gilang akhirnya ada wanita yang ingin melakukan semua ini. Apa aku bisa bertemu dengannya?" tanya Amanda yang merasa penasaran ternyata ada wanita yang bersedia menjadi ibu pengganti di zaman sekarang.


"Iya sayang. Tentu saja bisa, nanti aku akan menghubunginya untuk bertemu dengannya," timpal Gilang seraya memeluk istrinya.


Setelah mendengar kabar ini membuat Amanda sangat senang. Amanda merasa beruntung karena akhirnya ada juga wanita yang bersedia mengandung anak mereka. Amanda harus mengucapkan terima kasih kepada wanita itu.


"Oiya Amanda, kita harus tinggal diluar negeri untuk sementara waktu sampai anak kita lahir," ujar Gilang.


"Iya Gilang aku setuju," timpal Amanda.


Setelah mereka berdua sepakat, akhirnya mereka sepakat untuk membicarakan semua ini kepada keluarga besar mereka.


Keesokan harinya, Gilang mencoba membicarakan hal ini kepada keluarga besarnya. Saat semua keluarganya berkumpul, Gilang dan Amanda segera membicarakan semua ini kepada keluarga mereka.


"Kebetulan sedang berkumpul, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan," ujar Gilang saat baru saja datang bersama istrinya.


"Sini nak, ada apa?" tanya Risma yang menggandeng menantunya untuk duduk disampingnya.


"Begini," ujar Gilang yang mengambil nafas terlebih dahulu sebelum ia melanjutkan kata-katanya.


"Ada apa ini sepertinya kalian serius sekali?" timpal kakek.


"Begini kek, sebenarnya kami akan ke luar negeri untuk beberapa saat," jawab Gilang yang langsung memberitahukan yang sebenarnya.


"Apa? Kenapa mendadak kalian akan keluar negeri?" tanya Risma yang merasa terkejut dengan apa yang dikatakan anaknya.


"Sebenarnya hal ini tidak mendadak, kami sudah membicarakan hal ini sebelumnya. Sebenarnya kami akan berbulan madu untuk yang kedua kalinya," tukas Gilang lagi yang merasa malu-malu karena membicarakan tentang hal ini.

__ADS_1


"Oh jadi kalian ingin berbulan madu, apa kakek boleh ikut," timpal kakek yang merasa senang mendengar mereka akan berbulan madu.


"Kakek ini bagaimana, masa mereka berbulan madu kakek akan ikut," gerutu Risma.


"Hehe, tidak. Kakek hanya bercanda, jadi kapan kalian akan pergi?" tanya kakek.


"Masih belum tahu kek, kami masih belum memberitahukan keluarga Amanda. Mungkin setelah memberitahukan mereka kita akan segera pergi," jawab Gilang.


"Maafkan kami yang terpaksa harus berbohong," gumam batin Amanda.


Awalnya keluarga Gilang merasa terkejut karena mendengar anak mereka akan pergi ke luar negeri, namun setelah mendengar kata berbulan madu membuat mereka merasa senang.


Mungkin dengan cara itu Amanda tidak akan selalu memikirkan anaknya. Mereka berharap setelah pergi berbulan madu Amanda akan segera hamil lagi dan segera menimang cucu. Tak berapea lama mereka meminta izin kepada orang tua Amanda.


Awalnya respon mereka juga sama. Mereka merasa terkejut karena tiba-tiba saja anaknya akan keluar negeri. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Gilang akhirnya mereka merasa senang dan mengizinkan mereka untuk pergi.


"Akhirnya seluruh keluarga percaya jika kita akan berbulan madu," ujar Amanda.


" Lalu bagaimana nanti kedepannya?" tanya Amanda lagi yang merasa sangat khawatir.


"Hal itu biar nanti aku yang pikirkan, yang terpenting saat ini kita sudah membicarakan semua ini kepada keluarga kita," jawab Gilang.


Setelah mendapat lampu hijau, beberapa hari kemudian akhirnya mereka segera bergegas untuk pergi ke luar negeri. Sebelumnya Gilang membuat janji dengan Sukma untuk bertemu dibandara.


Saat tiba di bandara, Gilang dan Sukma sudah sampai terlebih dahulu. Mereka membawa koper mereka masing-masing. Beberapa menit menunggu akhirnya Sukma datang. Sukma datang dengan membawa sebuah koper besar berisi pakaiannya.


"Kenalkan Sukma, ini istriku Amanda," ujar Gilang yang langsung memperkenalkan mereka berdua saat pertama kali bertemu.


"Hai, aku Amanda," sapa Amanda yang lebih dulu menyapa Sukma dan segera menyodorkan tangannya.


"Hai aku Sukma," timpal Sukma yang segera menjabat tangan Amanda.

__ADS_1


" Terima kasih banyak Sukma, karena kamu sudah banyak membantu keluargaku. Aku sangat beruntung karena bisa bertemu dengan wanita yang sangat baik sepertimu," tukas Amanda yang membuka pembicaraan.


"Ya sama-sama," timpal Sukma.


"Ya sudah ayo kita berangkat!" ajak Gilang.


Sukma dan Amanda segera mengekor dibelakang Gilang. Mereka bertiga segera bergegas naik pesawat. Beberapa jam kemudian akhirnya mereka tiba di negeri orang lain. Amanda merasa senang karena akhirnya dia akan memiliki keturunan meski dari rahim orang lain.


Bagi Sukma hal ini merupakan hal yang tidak akan pernah terlupakan karena selama hidupnya baru kali ini dia pergi ke luar negeri. Negara yang begitu indah juga sejuk. Sesampainya disana mereka segera bergegas menuju rumah Gilang.


Rumah yang pernah mereka tempati saat mereka berbulan madu dulu. Rumah yang cukup besar di dalamnya terdapat 3 kamar tidur yang cukup luas.


"Oiya kamu mau tidur di kamar yang mana Sukma?" tanya Amanda.


"Aku mau tidur dikamar yang ini saja," jawab Sukma yang segera masuk ke dalam kamar itu.


Padahal sebenarnya kamar itu adalah kamar yang telah mereka tempati dulu. Amanda pun seolah mengingat kenangannya bersama Gilang dulu. Masa-masa indah saat mereka menjadi pengantin baru dulu.


"Ada apa Amanda?" tanya Sukma yang tiba-tiba melihat Amanda terdiam.


"Ah tidak, aku tidak apa-apa," jawa Amanda.


Amanda pun mengajak Sukma mengelilingi setiap ruangan yang ada ditempat itu. Sukma merasa sangat senang karena ia bisa tinggal ditempat yang cukup indah. Sukma merasa beruntung karena ia diperlakukan dengan sangat baik.


Keesokan harinya Gilang mengajak Sukma dan Amanda untuk berjalan-jalan. Mereka bertiga merasa begitu sangat bahagia. Mereka pergi ke sebuah tempat wisata yang cukup terkenal dikota itu.


Hampir seharian mereka berkeliling kota. Setelah lelah berkeliling akhirnya mereka memutuskan untuk makan di tempat yang cukup terkenal. Mereka bertiga begitu rukun. Tidak ada sedikitpun rasa cemburu yang Amanda rasakan.


Dalam diam Sukma selalu memperhatikan Gilang. Sukma merasa jika Gilang berbeda dengan laki-laki lain yang pernah ia temui. Gilang selalu bersikap baik dan lembut kepada Sukma.


Sedangkan selama hidupnya Sukma tidak pernah diperlakukan spesial seperti itu. Didalam hatinya Sukma merasa beruntung karena ia bisa dipertemukan dengan Gilang. Sukma merasa jika Gilang adalah pria yang baik.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Gilang harus mulai bekerja kembali karena disini juga ada salah satu pabrik milik Gilang. Pagi-pagi sekali Gilang sudah bersiap akan pergi ke kantor. Sukma diam-diam memilihkan baju untuknya.


__ADS_2