
Bu Lydia memperhatikan Sukma dari ujung kepala sampai ujung kaki. Entah mengapa Bu Lydia rasanya tidak menyukai Sukma. Namun Sukma berusaha untuk tetap menghormati beliau.
"Perkenalkan tante, saya Sukma," ujar Sukma sambil menjabat tangan Bu Lydia.
"Ya saya sudah dengar tentang kamu," tukas Bu Lydia yang membalas menjabat tangan Sukma namun sedikit sinis.
"Wah kamu memang tidak salah pilih calon istri, dia memang cantik," timpal Pak Hermawan yang merupakan ayah dari Reza.
"Terima kasih banyak om," timpal Sukma yang langsung menyalami calon ayah mertuanya.
"Sama-sama Sukma," ujar Pak Hermawan sambil tersenyum kepada Sukma.
Berbeda dengan istrinya, Hermawan begitu baik dan ramah kepada Sukma. Kesan Pertama kali saat bertemu dengan Sukma, Hermawan begitu menyukai Sukma. Namun sayang Lydia justru kurang menyukai Sukma.
Lydia seperti mempunyai feeling yang negatif kepada Sukma. Namun Sukma berusaha untuk tetap tersenyum dihadapan keluarga Reza.
"Ya sudah ayo kita makan dulu," ajak Hermawan.
"Iya ayo kita makan, aku udah lapar nih," timpal Reza sambil menarik tangan Sukma menuju meja makan.
__ADS_1
"Ah iya, ayo! Ayah juga sudah sangat lapar," tukas Pak Hermawan yang segera bergegas menuju dapur.
"Ayo mah k ita makan!" ajak Hermawan kepada istrinya.
Sementara Lydia hanya mendelik, saat mereka semua bersemangat untuk makan. Kini semua orang sudah berkumpul di meja makan. Di atas meja sudah tersedia beberapa jenis makanan yang sudah di siapkan sejak tadi.
"Silahkan non, nyonya!" tawar Mba Asih yang merupakan asisten rumah tangga Reza.
Sudah bertahun-tahun mba Asih bekerja di rumah itu. Bahkan saat Reza masih bayi, Mba Asih lah yang mengasuhnya. Mba Asih yang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi merasa keluarga Hermawan adalah keluarganya.
Suaminya sudah meninggal beberapa tahun lalu, sedangkan anaknya entah berada di mana. Sudah bertahun-tahun anaknya merantau namun tidak pernah kembali menemui Mba Asih. Sebagai seorang ibu, Mba Asih sangat merindukan anaknya. Namun ia juga tidak tahu harus mencari kemana.
"Makasih mba, saya sudah kenyang," jawab Sukma yang segera mempercepat makannnya. Padahal sebenarnya Sukma masih sangat lapar, namun Sukma merasa sungkan saat pertama kali makan bersama calon mertuanya.
Sementara orang tua Reza sudah menghabiskan makanannya. Selesai makan Sukma segera pamit untuk pulang karena merasa sudah tidak enak berada lama-lama dirumah Reza.
"Aku ingin pulang," ujar Sukma yang berbisik kepada Reza.
"Tunggu sebentar lagi," tukas Reza.
__ADS_1
"Sukma mau pulang Bu," ujar Reza.
"Iya," timpal Lydia.
"Saya pulang dulu bu," pamit Sukma yang sedikit canggung saat menghampiri Bu Lydia.
"Iya hati-hati," ujar Lydia yang tersenyum sinis.
Tak lupa Sukma pun berpamitan kepada Hermawan karena hari sudah semakin larut.
Reza pun akhirnya mengantar Sukma pulang ke rumahnya. Reza segera mengeluarkan mobilnya untuk mengantar Sukma.
Dengan segera Sukma pun naik ke dalam mobil. Reza segera melajukan kendaraannya dengan cepat.
"Aku rasa ibumu tidak menyukaiku," lirih Sukma membuka pembicaraan.
"Ah itu hanya perasaanmu saja, ibu orang yang baik kok," timpal Reza.
"Tapi kenapa ya aku merasa jika ibumu tidak menyukaiku," timpal Sukma lagi.
__ADS_1
"Sudahlah jangan dipikirkan, yang terpenting saat ini kita sudah mendapatkan restu orang tuaku," ujar Reza lagi.