Bukan Rahim Pinjaman

Bukan Rahim Pinjaman
25. Sendirian Dirumah


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, tak terasa hampir satu tahun kurang mereka berada dinegeri orang. Amanda, Gilang dan Sukma cukup senang berada disana. Meski kerap kali Amanda merindukan ibunya, namun ia hanya bisa berbicara melalui ponselnya menggunakan video call.


Hari ini Amanda dan Gilang memiliki acara untuk menghadiri pesta pernikahan teman dekatnya. Sayang Sukma tidak bisa ikut bersama mereka karena Sukma merasa tidak enak badan.


Untuk itu, ia hanya tinggal seorang diri dirumah seharian.


"Maafkan kami Sukma, kami harus meninggalkanmu seorang diri disini," ujar Amanda yang merasa menyesal karena ia tidak bisa mengajaknya.


"Tidak apa Amanda lagipula aku sedang tidak enak badan. Jadi aku akan beristirahat saja dirumah," tukas Sukma.


"Baiklah klo begitu, kami pergi dulu Sukma hati-hati dirumah," pamit Gilang yang segera bergegas menuju garasi.


"Ya Gilang have fun ya," jawab Sukma yang tersenyum simpul.


"Aku pergi ya Sukma, baik-baik dirumah," timpal Amanda yang segera bergegas menyusul Gilang.


Setelah kepergian Amanda dan Gilang, Sukma segera mengunci rumahnya dan pergi menuju kamarnya. Meski sedang tidak enak badan, entah mengapa rasanya hari ini begitu panas sekali.

__ADS_1


Sukma pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Merasa gerah Sukma membasahi rambutnya untuk di keramas. Beberapa menit kemudian akhirnya Sukma selesai mandi.


Ia segera menggunakan kimono dan rambutnya ditutupi handuk. Namun saat ia akan mengenakan pakaian tiba-tiba terdengar bel rumah yang berbunyi.


Ting.. tong..


"Siapa ya? Apa Amanda sudah kembali, tapi baru beberapa menit mereka pergi. Apa ada yang tertinggal?" gumam batin Sukma yang bertanya-tanya dalam hatinya. Merasa risih dengan bel yang terus berbunyi Sukma pun segera membuka pintu dengan masih mengenakan kimono.


Ceklek..


.


"Apa aku bisa bertemu dengan," jawab laki-laki itu yang tidak melanjutkan kata-katanya karena melihat Sukma yang memakai kimono sampai lutut. Laki-laki itu memperhatikan Sukma dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Aku temannya Gilang," lanjut laki-laki itu yang segera bergegas masuk ke dalam rumah meski Sukma belum mempersilahkannya untuk masuk.


"Tapi dia tidak ada dirumah, dia sedang pergi ke pesta sejak tadi," jawab Sukma gugup yang perlahan mundur karena laki-laki itu terus menghampirinya.

__ADS_1


"Apa kamu masih mengenalku? Sebelum nya kita pernah bertemu di restoran saat akan makan siang," timpal laki-laki itu yang memang merupakan teman Gilang. Dia Bagas yang merupakan rekan bisnis Gilang.


Untuk beberapa saat Sukma mencoba mengingat tentang Bagas. Ya sepertinya dia memang pernah bertemu dengan Bagas. Saat itu Sukma dan Gilang membuat janji untuk bertemu disebuah restoran.


Flash back On


Kemarin setelah mendapatkan nomor ponsel Sukma, Gilang pun segera menghubunginya untuk bisa bertemu Sukma secara langsung. Sukma yang kebetulan tidak ada pekerjaan menyetujui pertemuannya dengan Gilang.


Keesokan harinya


Sore hari setelah pulang bekerja, Gilang menjemput Sukma di apartemennya. Sukma yang sudah bersiap sejak tadi, langsung menaiki mobil yang berada di hadapannya.


"Kita akan pergi kemana?" tanya Sukma saat dalam perjalanan.


"Terserah kita akan berbicara dimana," jawab Gilang.


"Ya sudah aku ingin kita berbicara sambil makan karena perutku sangat lapar," timpal Sukma sembari memegangi perutnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu," tukas Gilang yang segera bergegas menuju restoran langganannya.


__ADS_2