Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 11


__ADS_3

“Ren.” Arriel langsung bergerak di belakang Mauren. Menutupi noda merah yang tercetak di celana putih milik Mauren.


“Kenapa?” Mauren merasa bingung kenapa temannya itu berdiri di belakangnya.


“Kamu datang bulan. Celanamu terdapat noda merah.” Arriel masih menutupi tubuh Mauren dengan tubuhnya.


“Benarkah?” Mauren berbinar. Dia tidak menyangka jika akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba sekali.


“Iya.” Arriel mengangguk.


Mauren segera menoleh ke belakang. Melihat celananya yang terdapat noda merah.


“Riel, aku datang bulan.” Mauren yang sedang langsung berbalik dan memeluk Arriel.


Arriel hanya terperangah melihat temannya begitu girang saat datang bulan.


“Kamu sudah gila? Orang akan melihat celanamu.” Arriel melepaskan pelukan dan segera membalikkan tubuh Mauren. Agar kembali ke posisi di mana celananya tertutup oleh tubuhnya.


Mauren merasa sangat bodoh sekali. Karena terlalu senang sampai lupa menutupi celananya yang merah.

__ADS_1


“Ayo ke ke toilet.” Mauren menurunkan tasnya untuk menutupi noda merah di celananya itu.


“Kamu ke toilet saja. Aku akan belikan celana untukmu.” Arriel jelas tidak tega melihat temannya seperti itu.


“Kamu memang terbaik.” Mauren tersenyum. Temannya memang selalu membantunya.


“Dasar!” Arriel tersenyum. Baginya Mauren sudah seperti saudaranya. Jadi jelas dia akan membantu sebisanya. Apalagi paska bercerai dengan suaminya, Mauren selalu murung.


Mauren pergi ke toilet, sedangkan Arriel ke toko baju untuk membelikan celana untuk temannya itu.


Sesaat kemudian Arriel kembali dengan celana yang dibelinya. Tak lupa membelikan pembalut untuk temannya. Beruntung mereka berada di mal untuk makan siang. Jadi jelas mudah mencari barang-barang tersebut.


“Bayar setelah ini. Enak saja.” Arriel berpura-pura serius.


“Nanti aku bayar dengan cinta.” Mauren mengedipkan matanya. Kemudian berlalu masuk ke kamar mandi. Buru-buru mengganti celananya.


Arriel bergidik ngeri. Namun, sesaat kemudian tersenyum ketika Mauren masuk ke toilet.


Sekitar sepuluh menit Mauren di dalam toilet Itu membuat Arriel menunggu temannya itu.

__ADS_1


Akhirnya Mauren keluar juga. Senyumnya menghiasi wajahnya ketika keluar dari toilet.


“Aku lihat kamu girang sekali datang bulan.” Ariel melihat8 temannya dari pantulan kaca toilet.


“Jelas aku senang.” Mauren melebarkan senyumnya.


“Kenapa senang?” Arriel begitu ingin tahu alasan Mauren.


Sejenak Mauren berpikir jika Arriel tidak tahu dirinya menemui pria-pria yang fotonya diberikan oleh mama Arriel. Temannya itu juga tidak tahu jika dia melakukan cinta satu malam dengan salah satu pria dalam foto yang diberikan mama Arriel.


“Beberapa hari ini aku stres dengan masalah di toko. Itu membuat datang bulanku tidak lancar bulan ini. Jadi jelas aku senang saat akhirnya datang juga.” Mauren memilih jawaban itu. Pas dengan keadaan yang sedang terjadi.


Arriel merasa memang bisa jadi temannya sedang stres, karena dia pun juga merasakan hal yang sama.


“Kamu benar. Aku juga stres memikirkan pekerjaan.” Arriel membenarkan ucapan temannya itu. Dia memang stres karena di toko sedang banyak masalah. Event di luar negeri batal. Beberapa iklan tidak memperpanjang kontrak. Jadi tentu saja membuatnya harus putar otak.


Mauren bersyukur temannya percaya. Alasannya memang tepat. Jadi jelas Arriel percaya. Mauren kembali menatap wajahnya dari pantulan cermin. Rasanya senang sekali akhirnya datang bulan.


Sekarang aku benar-benar bebas dari David.

__ADS_1


Mauren terus mengembangkan senyuman di wajahnya. Kini dia akan menjalani hidup dengan tenang, setelah sebulan hidup tidak tenang.


__ADS_2