Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 29


__ADS_3

Pesta akhirnya berakhir. Satu persatu tamu undangan datang. David dan Mauren segera ke kamar mereka. Mereka harus segera istirahat setelah pesta yang melelahkan.


“Kamu pesan kamar dua ‘kan?” tanya Mauren sambil berjalan beriringan dengan David.


“Dua kamar untuk apa?” David menoleh ke arah Mauren. Dia bingung dua kamar yang dimaksud oleh Mauren.


“Untuk kamu dan aku.” Mauren menjelaskan lebih rinci pada David.


“Oh ... itu. Aku hanya memesan satu kamar.” Langkahnya terhenti ketika sampai di depan kamarnya.


“Kenapa hanya pesan satu kamar?” Mauren menatap David dengan wajah terkejutnya. “Harusnya kamu pesan dua kamar. Aku tidak mau tidur di satu kamar denganmu.” Dia langsung melayangkan protesnya.


Mauren takut jika terjadi sesuatu di antara mereka jika berada di satu kamar. Jadi dia merasa jika harusnya David memesan dua kamar.


“Apa kamu mau orang berpikir jika kita menikah bohongan? Apa yang dipikir orang-orang jika melihat pengantin baru tidur di kamar terpisah.” David heran dengan Mauren. Bisa-bisanya berpikir pendek seperti itu.

__ADS_1


Mauren sadar jika yang dikatakan David memang ada benarnya. Namun dia merasa jika takut jika berada dalam satu kamar dengan David.


David mengabaikan Mauren. Dia segera membuka pintu kamarnya. Mempersilakan Mauren untuk masuk. Sayangnya, Mauren justru diam saja. Tak bergerak sama sekali.


“Apa kamu mau orang melihat jika pengantin wanita tidak mau masuk ke kamar pengantin?” David tersenyum tipis. Meminta Mauren masuk, tetapi dengan menggoda.


Mauren tidak punya pilihan. Akhirnya, dia memutuskan untuk masuk ke kamar pengantin. Saat masuk, Mauren mendapati tempat tidur dengan bunga-bunga di atasnya. Bunga-bunga itu berbentuk love.


Ingatan Mauren kembali pada sepuluh tahun lalu saat dia dan suaminya menikah. Saat itu dia begitu senang melihat kamar pengantin yang dihiasi dengan begitu indah. Malam itu mereka mencari kenikmatan bersama. Perasaan cinta yang kali itu masih begitu besar membuat suasana romantis tercipta begitu saja.


Ada sakit di hati Mauren meskipun pernikahannya sudah kandas lama. Mantan suaminya adalah orang pertama yang dicintainya. Orang pertama juga yang menyentuhnya. Sayangnya, semua hancur berkeping-keping ketika suaminya selingkuh.


Suara David tepat berada di telinga Mauren.


Mauren menoleh ke arah David.

__ADS_1


Bisa-bisanya, David mengatakan hal itu. Padahal tak ada sedikit pun niatnya untuk melakukan itu.


“Jangan mimpi!” Mauren memberikan peringatan.


David tertawa. Senang sekali menggoda Mauren. Dia mengayunkan langkah ke tempat tidur. “Sayang sekali kita tidak mencoba tempat tidur ini. Padahal aku sudah membayangkan jika pasti akan sangat nikmat.”


Mauren menatap malas pada David. Kesal mendengar ucapan David. “Mana video yang kamu tunjukan kemarin?” Mauren tidak mau berbasa-basi karena niatnya menikah dengan David adalah untuk mendapatkan video itu.


“Aku tidak bisa memberikan itu sekarang.” Dengan tenang David menjawab.


Mauren membulatkan matanya. Dia tidak menyangka David tidak berniat memberikan video itu. Padahal itulah yang diharapkannya.


“Aku akan memberikannya setelah kita bulan madu.” David tersenyum manis.


Mauren semakin dibuat tercengang. Bagaimana bisa David hendak mengajaknya bulan madu. Padahal harusnya dia tahu pernikahannya hanya karena video itu.

__ADS_1


“Aku tidak mau.” Dengan tegas Mauren menolak.


“Kalau begitu aku tidak akan memberikan video itu.” David menyeringai. Memberikan ancaman pada Mauren.


__ADS_2