Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 16


__ADS_3

David ke toko perhiasan di mana Mauren bekerja. Kebetulan Mauren sedang mengecek perhiasan keluaran terbaru tersebut.


Saat David masuk, Mauren tampak begitu fokus sekali, hingga tidak menyadari kedatangan David.


“Perhiasan yang bagus.” David memberikan komentarnya ketika berada tepat di samping Mauren.


Mauren begitu terkejut ketika mendapati David berada di sebelahnya. Dia tampak begitu terkejut dengan kedatangan David secara tiba-tiba.


“Kamu di sini?” Mauren dengan polosnya bertanya.


“Iya.” Senyum David menghiasi wajahnya. Merasa begitu senang ketika bisa mendapati Mauren di toko perhiasan. Beberapa kali datang ke toko perhiasan, selalu tidak menemukan Mauren.


“Mau apa kamu ke sini?” Mauren tentu menduga jika kedatangan David untuk kembali mengejarnya. Entah kenapa pria itu terus mengejarnya. Mauren tidak mengerti.


“Ke toko perhiasan mencari perhiasan, jika mendapatkan wanita, aku juga tidak mempermasalahkan.” Dengan entengnya David menjawab.

__ADS_1


Mauren ingin marah dengan ucapan David, tetapi dia sadar jika David hendak membeli perhiasan. Artinya dia harus melayani dengan baik. Karena pembeli adalah raja di toko ini.


“Apa kamu bisa menunjukkan perhiasan terbaru?” David menatap Mauren.


Mendapati pertanyaan itu tentu saja Mauren berpikir untuk mengerjai David. Perhiasan terbaru kali ini harganya lumayan. Jadi tentu saja dia akan memanfaatkan David untuk membelinya. Bukankah lumayan jika dia bisa menjual produk terbaru yang limited edition.


“Tentu saja kamu punya, silakan.” Mauren membawa David ke ruangan pelanggan VIP. Tempat di mana biasanya para karyawan melayani pelanggan VIP


David mengikuti Mauren yang membawanya ke ruang VIP. Mauren meminta karyawan membawakan koleksi terbaru. Kali ini jelas dia akan memanfaatkan hal itu.


“Lihatlah, ini adalah koleksi terbaru kami desain yang elegan dengan taburan mutiara. Cantik sekali.” Mauren menjelaskan pada David sambil menunjukkan kalung keluaran terbaru. “Tidak hanya kalung, ini ada anting, gelang, dan cincin. Semua terdiri dari satu set. Tentu saja pas jika diberikan untuk wanita.” David adalah pemain wanita. Jadi jelas akan menghujani wanita dengan kemewahan.


David memerhatikan perhiasan yang ditunjukkan oleh Mauren. Perhiasan memang tampak cantik sekali. Desain elegan dan pas sekali jika dipakai wanita.


“Bagaimana aku tahu itu cantik jika tidak dicontohkan?” David menatap Mauren. Dia merasa hanya melihat barang tanpa diberikan contoh tentu saja ada yang kurang.

__ADS_1


“Maksudnya?” Mauren menatap David.


“Jika kita melihat baju, kita bisa lihat fashion show. Jadi aku rasa jika aku juga mau lihat perhiasan ini dipakai dan ditujukan seperti fashion show.” David ingin sekali melihat perhiasan dipakai secara langsung.


“Sayangnya, kami sedang tidak fashion show dan tidak ada model yang memamerkannya.” Mauren berbicara lembut karena David adalah pembeli.


“Bagaimana jika kamu yang coba? Kamu tunjukkan secantik apa. Jika benar-benar cantik. Aku akan membelinya.” David tersenyum penuh arti.


Mauren menimbang-nimbang. Semua perhiasan ini total tiga milyar. Jika dibeli jelas keberuntungan untuk Mauren. Namun, saat harus mencoba, dia menjadi ragu.


“Bailah aku akan mencobanya.” Mauren akhirnya setuju. Lumayan jika dia bisa menjual satu set perhiasan.


Mauren memanggil karyawan. Meminta karyawan untuk memakaikan padanya. Karena perhiasan mahal, jelas mereka harus sangat berhati-hati. Saat memegang saja, harus menggunakan sarung tangan.


Perhiasan mulai kalung, cincin, anting, gelang dipakai oleh Mauren. David melihat karyawan yang sedang memakaikan pada Mauren. Menunggu semua selesai terpasang.

__ADS_1


“Bisa tolong ikat rambutnya, aku ingin melihat lebih detail leher putih yang dihiasi kalung.” David menyeringai. Jelas dia harus memanfaatkan setiap hal.


__ADS_2