
Mendengar ucapan David tentu saja membuat Mauren meradang. Dia mengangkat gaunnya dan langsung menghampiri David.
“Dasar menyebalkan.” Mauren menjambak rambut David. Dia benar-benar kesal sekali. “Aku menikah denganmu karena ingin video itu, tapi kamu justru tidak langsung memberikannya.” Dia melampiaskan kekesalannya itu.
“Aaaaaa .... Ren, lepas, sakit.” David berusaha menyingkirkan tangan Mauren.
Sayangnya, Mauren begitu kencang sekali menjambak rambut David. Tidak memberikan ampun pada David sama sekali. Dia kesal sekali dengan David. Jadi melampiaskan semuanya.
David berusaha untuk mundur agar Mauren melepaskannya. Namun, Mauren justru terus maju.
Tubuh David jatuh ke tempat tidur. Hal itu membuat Mauren terus mengejar David. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh David.
“Ren, lepaskan aku.” David meminta Mauren untuk melepaskannya.
“Berikan video itu padaku dulu.” Mauren tetap pada pendiriannya. Dia tetap tidak melepaskan David.
“Ren, kita bicara baik-baik.” David berusaha untuk menghentikan Mauren.
Mauren langsung naik ke badan David. Duduk di perut David. “Apa? Bicara baik-baik. Kamu tadi ke mana saja? Aku sudah mengajakmu untuk bicara baik-baik, tapi justru seenaknya saja.” Mauren kesal sekali dengan David.
__ADS_1
David pasrah ketika dianiaya oleh Mauren. Dia berusaha menenangkan Mauren, tapi tidak bisa. Mauren menjambak David sampai dia lelah sendiri. Dia sampai beralih memukul David.
“Berikan video itu.” Tangisnya pecah. Dia kesal sekali dengan David.
Melihat Mauren yang sudah mulai melepaskannya, David segera beraksi. Dengan sekali gerakan. Dia langsung memutar tubuh Mauren. Membuatnya berada di bawahnya.
Mauren yang kelelahan tentu saja kalah. Dia kini justru pasrah. Dia hanya minta haknya, tapi David tidak memberikannya.
David melihat air mata yang membasahi wajah Mauren. Tentu saja itu membuatnya tidak tega. David langsung menghapus air mata Mauren.
“Aku akan memberikannya, tapi jangan menangis.” David menatap Mauren.
“Kalau begitu turunlah dan berikan video itu.” Mauren segera mengusir David.
David baru sadar jika berada di atas tubuh Mauren. “Tidak mau.” Dia menyeringai.
“Jangan mulai lagi.” Mauren langsung mendorong tubuh David ke sebelah.
David hanya bisa tertawa. “Kamu pernah ambil kelas karate atau bela diri. Kuat sekali kamu mendorongku.” Dia benar-benar heran dengan aksi Mauren yang begitu kuat sekali.
__ADS_1
“Cepat berikan ponselmu.” Mauren bangun dia mencari ponsel David di dada suaminya itu. Saat tidak mendapatkannya, dia mencari di kantung celananya.
“Ach ... geli.” Tangan Mauren yang meraba paha David membuat pria itu geli.
“Jangan berlebihan, aku hanya mencari ponselmu, tapi kamu mendesah seperti itu.” Seketika Mauren menghentikan aksinya.
David hanya tertawa. Ternyata Mauren menyadari desahannya. “Aku benar-benar merasa geli.” David mengatakan apa adanya.
Mauren menatap malas. Bisa-bisanya, David mengatakan itu. Padahal dia tidak berniat untuk membuat geli.
“Cepat berikan ponselnya, atau aku akan menjambakmu lagi.” Mauren memberikan ancaman.
David tersenyum. Namun, tangannya bergerak untuk mengambil ponsel di saku celananya. Dia mencari video milik Mauren.
Saat mendapatkan, dia segera memberikannya pada Mauren.
Mauren segera mengambil ponsel David. Tanpa basa-basi dia menghapus video itu.
“Kamu langsung menghapusnya tanpa melihatnya dulu?” tanya David.
__ADS_1