Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 12


__ADS_3

“Kamu jadi ke Amerika?” tanya Pak Dewa pada David.


“Iya, aku akan di sana selama tiga bulan. Jadi aku harap Papa jaga diri baik-baik di sini.” Ada pekerjaan yang harus dilakukan oleh David. Karena itu dia harus pergi ke luar negeri. Sebenarnya berat melepaskan papanya sendiri di rumah. Namun, pekerjaannya harus dikerjakan.


“Kamu pikir Papa anak kecil.” Pak Dewa menggerutu.


David sadar jika papanya bukan anak kecil. Namun, sebagai anak dia cukup khawatir. Apalagi cukup lama dia akan pergi.


“Cepat selesaikan saja pekerjaanmu. Jangan pikirkan Papa.” Pak Dewa meyakinkan David.


David mengangguk. Setelah makan malam, dia mengemasi pakaiannya. Memastikan semua barang dibawanya.


Sejenak David teringat pada Mauren. Wanita itu benar-benar meracuni otaknya.


“Apa aku jatuh cinta?” Pertanyaan itu mengganggunya sekali. Memikirkan Mauren membuatnya selalu gelisah. Jadi tentu saja itu membuatnya kesal dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


“Jika aku bertemu dengannya lagi. Aku tidak akan melepaskannya.” David masih yakin. Kesempatan akan datang suatu hari nanti.


...****************...


Tiga bulan sejak kejadian cinta satu malam bersama David, kehidupan Mauren sudah kembali normal. Dia sudah kembali beraktivitas lagi. Apalagi kenyataan dirinya yang tidak hamil, membuat Mauren lega. Jadi dia tidak harus terikat dengan David.


Mauren memilih untuk segera melupakan semua kenangan bersama David itu. Tak mau mengingat-ingat lagi kesalahan fatal yang dilakukannya. Lagi pula pria itu kini sudah tak pernah mencarinya lagi.


Mauren cukup bersyukur karena tidak harus bersusah payah bersembunyi. Walaupun terkadang dia berpikir, ke mana perginya pria itu? Apa mungkin pria itu sudah dapat mangsa baru?


Kini Mauren memilih fokus dengan pekerjaan dan dirinya saja. Tak mau memikirkan pria-pria yang membuatnya sakit kepala.


Hari ini Mauren sibuk dengan persiapan pernikahan Arriel. Temannya itu akan menikah dengan kekasihnya. Melihat Arriel menikah jelas membuatnya iri. Karena sampai detik ini dia belum bertemu dengan pria yang diinginkannya.


Mauren sibuk sekali dengan persiapan pernikahan. Memastikan pernikahan Arriel terlaksana dengan baik. Dia mau temannya itu bahagia.

__ADS_1


Acara akad nikah berjalan dengan baik. Mauren akhirnya melihat temannya itu menikah lagi. Mauren hanya berharap Arriel benar-benar mencintai dan menghargai suaminya ini. Tak menyia-nyiakan seperti suaminya terdahulu.


Pesta pernikahan Arriel begitu meriah. Mauren menikmati pesta tersebut. Mengobrol dengan karyawan dan juga teman-teman sekolahnya dulu.


Sayangnya, kebahagiaan itu tak berlangsung lama karena tiba-tiba saja dia melihat seseorang yang dikenalnya.


“Kenapa dia di sini?” Pertanyaan itu terlontar dari mulut Mauren. Dia melihat David yang berada di pesta Arriel dan Adriel.


Pria yang sudah menghilang beberapa bulan yang lalu serta pria yang dihindari itu berada dalam satu tempat dengannya.


Tentu saja Mauren tidak mau sampai bertemu dengan David. Dia tak mau sampai David mengingat bagaimana malam itu dirinya yang begitu liar.


Sebelum David menyadari keberadaannya, Mauren memilih untuk pergi bersembunyi. Menghindar dari David.


“Sial!” Ketika Mauren hendak pergi, David tepat menoleh ke arahnya. Membuatnya beradu pandang sejenak pada David. Namun, beberapa orang yang melintas tepat di depannya, membuatnya dapat menghindar dengan segera.

__ADS_1


__ADS_2