Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 25


__ADS_3

Pernikahan sudah hampir sembilan puluh persen persiapan pernikahan rampung. Gaun sudah dipesan. Cincin juga sudah dibuat juga. Cincin, Mauren menggunakan desain yang dibuatnya sendiri. Undangan juga sudah disebar. Tinggal menunggu hari pernikahan saja.


“Apa kamu tidak mengundang mantan suamimu?”


Mendapati pertanyaan itu, Mauren langsung tersedak. Dia sedang menikmati makan malamnya bersama David. Tadi bersama calon suaminya itu, dia pergi mengecek suvenir yang katanya sudah jadi.


David yang melihat Mauren tersedak segera mengambil air minum. Dia segera memberikan gelas berisi minuman itu pada Arriel.


“Pelan-pelan makannya.” David menegur Mauren.


Mauren membulatkan matanya. “Kamu yang membuat aku tersedak!” Dia kesal sekali karena gara-gara pertanyaan Davidlah dia tersedak.


“Memang kenapa aku?” David dengan polosnya bertanya.

__ADS_1


“Tadi kamu tanya, apakah aku mau mengundang mantan suamiku? Pertanyaan macam apa itu yang kamu ajukan?” Mauren tidak habis pikir. Kenapa bisa David memberikan pertanyaan konyol padanya.


“Memang apa yang salah dengan pertanyaanku? Siapa tahu kamu ingin mengundang mantan suamimu. Ingin menunjukkan jika kamu sudah move on—“


“Dan menunjukkan jika aku menikah dengan pria yang tak jauh beda darinya.” Mauren memotong ucapan David. Berita David sudah tersebar ke mana-mana. Jelas orang tahu bagaimana David. Jika mantan suaminya tahu, Mauren justru hanya ditertawakan. Melepaskan pria yang senang bermain wanita, dan mendapatkan pria yang sama.


David terdiam. Dia seolah kalah kalau dibandingkan dengan mantan suami Mauren. Karena memang sebelah-dua belas dengan mantan suami Mauren. Apalagi dia belum bisa membuktikan apa-apa.


“Aku tidak akan mengundang mereka. Lagi pula, aku sudah memutuskan hubungan dengannya. Tidak mau ada lagi hubungan apa pun. Entah itu undangan atau pun pertemuan biasa.”


David melihat luka yang begitu dalam yang dirasakan Mauren. Sampai tak mau sedikit pun ikut campur.


“Baiklah kalau begitu.” David mengalah. Dia tidak akan bertanya lagi pada Mauren tentang mantan suaminya itu.

__ADS_1


Mauren melanjutkan makannya. Walaupun awalnya kesal, tetapi dia sadar betul jika perutnya perlu diisi. Jadi dia mengabaikan rasa kesalnya itu.


“Jika kamu mau undang mantan kekasihmu, undang saja.” Mauren sambil makan memberitahu David. Mungkin David ingin mengundang mantannya, jadi karena tidak enak, dia menggunakan dirinya. Dengan meminta mengundang mantan suaminya.


“Tidak, yang ada jika mereka semua datang, akan ada perang di pesta.” David hanya menggeleng. Tak mau ambil risiko sama sekali. Dia sadar jika sudah menyakiti banyak wanita. Yang ada jika dirinya menikah akan ada masalah.


Mauren menarik bibirnya mencibir. Kelakuan David jelas tidak baik. Entahlah Mauren sendiri tidak tahu. Pernikahan apa yang akan dijalaninya nanti.


“Nanti sehari sebelum hari pernikahan. Kamu sudah harus di hotel. Jangan ke mana-mana.” David memberitahu Mauren.


“Aku tidak mau tiba-tiba kamu pergi di hari pernikahan.” David tidak mau ambil risiko jika pernikahannya gagal. Yang ada dia bisa dipecat papanya seumur hidup jadi anaknya.


“Aku bukan pecundang yang akan lari begitu saja.” Mauren memang tidak akan pernah melakukan hal itu. Sekali dia berani melangkah, dia tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya.

__ADS_1


“Bagus jika begitu.” David merasa tidak perlu susah-susah lagi. Karena Mauren sudah dengan berani bertanggung jawab dengan keputusannya.


__ADS_2