Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 27


__ADS_3

Penata rias memoles wajah Mauren. Penata rias ini adalah rekomendasi dari Arriel. Temannya itu yang menyarankan penata rias tersebut. Saat melihat hasilnya, Mauren merasa senang sekali. Karena ternyata wajahnya dipoles secantik itu. Tak pernah terbayangkan. Walaupun warna kulitnya sawo matang, penata rias bisa membuat wajahnya cantik dengan warna kulitnya. Devinisi cantik tidak selalu putih.


Suara ketukan pintu yang terdengar membuat Mauren dan penata rias mengalihkan pandangan. Penata rias meminta asistennya untuk membuka pintu.


Saat pintu dibuka tampak Arriel dan mamanya yang datang. Mereka masuk ke kamar di mana Mauren berada.


“Ren, kamu cantik sekali.” Arriel yang melihat Mauren begitu terpesona. Dia melihat jelas wajah temannya yang cantik.


“Terima kasih.” Mauren tersenyum manis.


“Mama tidak menyangka akhirnya kamu menikah juga, Ren.” Mama Anggun yang merupakan mama Arriel tersenyum.


“Terima kasih banyak, Ma.” Mauren tersenyum.


“Kamu harusnya seperti Mauren. Mendapatkan pengusaha. Anak pengusaha yang bisa menjamin hidupmu.” Mama Anggun menatap Arriel kesal.

__ADS_1


Arriel hanya menikah dengan seorang manajer redaksi salah satu majalah. Jadi tentu saja membuat kesal.


Mauren tersenyum tipis. Karena tidak pernah tahu jika suami Arriel adalah adik tiri David. Mauren sudah berjanji pada David untuk tidak mengatakannya. Jadi tentu saja itu membuatnya menutup mulutnya rapat. Lagi pula yang berhak mengungkapkan itu adalah Adriel sendiri. Mauren tidak bisa ikut campur.


Arriel malas menatap mamanya. Selalu itu yang dibahas. Alih-alih menanggapi ucapan mamanya, Arriel memilih untuk mengalihkan obrolan dengan Mauren.


“Apa kamu sudah siap, Ren?” tanya Arriel.


“Aku sudah siap.” Mauren menatap temannya itu.


“Ayo kalau begitu.” Arriel mengajak Maurem untuk ke tempat acara. Dia membantu gaun yang dipakai oleh Mauren.


“Aku berdebar-debar.” Mauren begitu takut sekali. Walaupun ini bukan pertama kalinya, tetap saja membuatnya berdebar-debar.


“Tenanglah, semua akan baik-baik saja.” Arriel menenangkan temannya itu.

__ADS_1


Mauren mencoba tenang. Mauren masuk ke ballroom hotel. Sudah ada David yang menunggunya di sana. Tampak pria itu begitu tampan dengan setelah jasnya. Untuk sesaat Mauren terpesona.


David yang sedang duduk di kursi sebera berdiri ketika melihat Mauren datang. Menyambut kedatangan Mauren.


Dari kejauhan David melihat jelas Mauren yang begitu cantik dengan gaun yang dipesannya. Gaun dengan potongan pas di tubuh Mauren itu membuat Mauren tampak begitu cantik sekali.


David mengulurkan tangan ketika Mauren sampai di hadapannya. Tatapannya penuh damba pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.


Mauren tersenyum ketika melihat senyum David. Seolah senyum David mengandung magnet, yang membuatnya ikut tersenyum.


David mengajak Mauren untuk duduk di depan penghulu. Tangan David masih terus menggenggam tangan Mauren. Untuk menenangkan Mauren.


Melihat David dan Mauren sudah ada di depannya. Penghulu segera melakukan akad nikah. Penghulu menjabat tangan David untuk mengucapkan ikrar pernikahan.


David begitu berdebar-debar. Ini adalah kali pertamanya melakukannya. Namun, demi bisa menikah dengan Mauren, dia berusaha untuk lebih tenang.

__ADS_1


Penghulu memulai akad nikah. David mengucapkan dalam satu tarikan napas. Tak sedikit pun terjadi kesalahan. Para saksi yang mendengar pun merasa jika David sah melakukan akad nikahnya.


Perasaan lega menyelimuti hati Mauren. David yang dengan mudahnya mengucapkan ikrar pernikahan. Membuat pernikahan mereka kini sah di mata hukum dan agama.


__ADS_2