Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 36


__ADS_3

Mauren dan David sampai di vila. Mauren yang melihat vila begitu indah hanya terperangah. Orang-orang kaya memang gampang sekali membuang uang untuk sekedar menyewa vila yang begitu besar.


“Apa pantai dekat dari sini?” tanya Mauren.


“Iya, dekat.” David mendudukkan tubuhnya di sofa. Dia sedikit lelah perjalanan.


“Ayo kita ke pantai? Kita bermain air di pantai.” Mauren begitu bersemangat sekali. Tak sabar melihat pantai dan bermain air di sana.


David menautkan kedua alisnya. Baru juga mereka sampai, tetapi Mauren sudah mengajaknya untuk pergi ke pantai.


“Kamu tidak lelah?” tanya David.


“Tidak. Memangnya kita baru apa? Hanya perjalanan dan duduk manis. Lalu dari mana lelahnya?” Mauren merasa jika David terlalu berlebihan. Karena memang tidak melakukan sesuatu yang berat.


“Tapi, aku tidak mau. Panas. Nanti sore saja.” David merebahkan tubuhnya di sofa. Dia tidak mau ke pantai siang bolong. Yang ada seketika warna kulitnya akan hitam.

__ADS_1


Mauren melihat David berlebihan sekali.


“Lalu mau apa di sini?” tanya Mauren kesal.


“Pergilah berenang di kolam jika hanya ingin main air.” David memberitahu Mauren sambil menaruh tangannya di dahinya. Dia ingin memejamkan matanya sebentar.


“Aku tidak membawa baju renang.” Mauren menjawab sambil mendudukkan tubuhnya.


“Aku membawakanmu. Buka saja koperku. Masih ada di dalam bungkus.” David yang memejamkan matanya memberitahu.


Mata Mauren berbinar. Kapan lagi bisa berenang. Tentu saja dia tidak akan melepaskan kesempatan itu. Dengan segera Mauren pergi ke kamar David. Mencari koper David di sana.


Saat mengeluarkan baju renang, Mauren dia melihat baju renang yang terdiri dari bikini. Mauren memicingkan matanya. Bisa-bisanya David memberikan baju renang seperti ini.


“Sepertinya dia sengaja.” Mauren menebak apa yang dilakukan David. “Baiklah jika begitu. Lihat saja.” Mauren justru semakin sengaja. Tentu saja dia akan memakainya. Agar David tahu rasa.

__ADS_1


Mauren segera memakainya. Bikini bermotif bunga tampak cantik sekali. Mauren merasa percaya diri memakai baju renang tersebut.


Mauren keluar dari kamarnya dan segera menuju ke kolam renang. Sebelum masuk ke kolam renang, dia pemanasan lebih dulu.


David yang mendengar derap kaki Mauren, membuka matanya sedikit. Mengintip sang istri. Memastikan jika sang istri memakai baju renang yang dibelinya. Alangkah terkejutnya ketika melihat Mauren benar-benar memakai baju renang yang dibelikannya. David hanya bisa menelan salivanya. Saat memerhatikan Mauren, tiba-tiba Mauren berbalik. David buru-buru memejamkan matanya.


Mauren yang menoleh ke belakang, memastikan jika David memang benar-benar tidur. Ternyata David, memang benar-benar masih tidur. Padahal Mauren berniat untuk menggoda pria itu.


Tak mau terlalu fokus pada David, akhirnya Mauren segera meluncur ke dalam kolam renang. Air dingin begitu menyegarkan sekali. Mauren yang panas, merasa begitu dingin.


David mengintip. Jelas tadi dia melihat Mauren yang begitu seksi. Mengingatkannya pada tubuh Mauren kala itu. Di mana dirinya menikmati tubuh Mauren.


Jika Mauren merasa panasnya hilang karena sudah berenang, kini David yang merasakan panasnya karena melihat Mauren.


“Tidak bisa dibiarkan.” David sudah merasakan sesuatu di bawah sana mulai bangun. Dia harus segera mendinginkannya.

__ADS_1


David segera menuju ke kolam renang. Dibukannya bajunya semua. Menyisakan pakaian dalamnya. Tak butuh waktu lama, dia langsung meluncur ke dalam kolam renang. Menyusul Mauren yang berada di dalam kolam renang.


Gerakan David itu seketika membuat Mauren terkejut. Mauren yang sedang menyelam, segera naik ke permukaan. Bersamaan dengan Mauren yang naik ke permukaan, David juga naik ke permukaan. Mereka saling berhadapan.


__ADS_2