Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 64


__ADS_3

David kembali dari luar kota tepat jam sepuluh malam, saat sampai sang istri sudah tertidur lelap. Dia pelan-pelan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kemudian barulah dia menghampiri sang istri.


Pergerakan tempat tidur membuat Mauren membuka mata. Dia tampak terkejut ketika melihat sang suami.


“Kamu sudah sampai?” tanya Mauren membelai wajah sang suami.


“Iya, aku sudah sampai.” David mendaratkan kecupan di dahi sang istri.


Merasakan cinta David selama ini membuat Mauren benar-benar bersyukur. David memang adalah pria yang baik dan tepat untuknya.


“Aku merindukanmu.” Saat David menjauhkan wajahnya, Mauren menariknya kembali. Mendaratkan bibirnya pada bibir sang suami.


David tentu menyambut baik ciuman itu. Rasa rindu yang begitu besar diungkapkannya dengan ciuman tersebut.


Mauren mengambil kendali atas tubuh sang suami. David yang melihat sang istri naik ke atas tubuhnya, memilih membiarkan. Posisi ini memang cukup nyaman untuk sang istri yang sedang hamil. Tanpa mengurangi kenikmatan yang David rasakan.


Keduanya pun meluapkan rasa rindu dalam setiap sentuhan. Kegiatan candu tersebut memang selalu memberikan kenikmatan, dan hanya mereka yang merasakannya.

__ADS_1


Usai melakukan kegiatan panas melepas rindu, Mauren tidur di dalam pelukannya David. Mauren menceritakan semuanya yang dia lakukan selama ditinggal David. Dia juga menceritakan jika Emran datang menemuinya. Mauren menceritakan apa yang terjadi pada Emran.


“Aku bersyukur berpisah dengannya. Karena dengan begitu aku bisa bertemu denganmu.” Mauren mengeratkan pelukannya.


“Aku juga bersyukur bertemu denganmu. Kamu wanita pertama yang membuatku benar-benar tidak mau jauh. Kamu yang membuat aku akhirnya berhenti dalam pencarian.” David mendaratkan kecupan. Sebagai pria yang suka menjelajah wanita, David berada di muara akhir. Di mana tempat itu adalah Mauren.


Keduanya merasa bersyukur mendapatkan satu dengan yang lain. Mungkin jodoh memang tidak selalu didapatkan sekali. Beberapa orang harus berkali-kali baru mendapatkan tulang rusuk yang tepat


...****************...


“Semua akan baik-baik saja. Kamu tenang saja.” Arriel berusaha menenangkan teman sekaligus iparnya itu.


“Iya.” Mauren mengangguk. Dia ingat betul jika temannya juga beberapa bulan lalu melahirkan dengan keadaan baik-baik saja. Jadi dia berharap jika hal yang sama akan terjadi.


“Papa akan bantu doa dari luar. Kamu semangat.” Pak Dewa memberikan semangat untuk menantunya. Sebagai mertua, dia begitu menyayangi menantunya.


“Terima kasih, Pa.” Menjadi menantu Janitra mengantarkan Mauren mendapatkan papa mertua yang begitu baik. Selama kehamilan pun papa mertuanya begitu perhatian sekali.

__ADS_1


Akhirnya Mauren dibawa ke ruang operasi. David diperbolehkan menemani selama operasi. Dia menguatkan sang istri. Dinginnya ruangan operasi memang membuat Mauren sedikit takut.


“Aku takut.” Mauren begitu berdebar sekali ketika akan melaksanakan operasi.


“Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Kita akan bertemu anak kita.” David berusaha untuk menenangkan Mauren.


Mauren berusaha untuk tetap tenang. Mempercayakan semua pada dokter.


“Apa kamu tidak sabar bertemu dengan anak kita?” Saat menunggu operasi berlangsung David mengajak mengobrol sang istri agar sang istri tidak takut.


“Iya, aku tidak sabar sekali. Aku ingin segera menggendongnya.” Mauren mengulas senyumnya.


Tanpa terasa obrolan berlangsung lima belas menit. Suara tangis bayi yang terdengar, menghentikan mereka berdua mengobrol.


“Anak kita sudah lahir.” David mendaratkan kecupan di dahi sang istri. Merasa bersyukur karena akhirnya anaknya lahir.


Mauren meneteskan air mata ketika mendengar suara tangis anaknya. Akhirnya anaknya lahir di dunia juga.

__ADS_1


__ADS_2