
“Selamat, Pak, Bu. Anak Ibu dan Bapak laki-laki.” Dokter memberikan ucapan selamat ketika baru saja mengeluarkan bayi tersebut.
Perawat langsung mengantarkan anak mereka. Meletakan bayi yang baru lahir itu di dada Mauren. Mauren dan David melihat jelas jika anak yang begitu rapuh. Membuatnya memeluknya. Memastikan jika anaknya mendapatkan kehangatan.
Sebuah kecupan pun mendarat di pipi mulus bayi mungil itu. “Selamat datang, Dima Janitra.” David mengulas senyum ketika menyebut nama anaknya.
Mauren tersenyum. Nama itu sudah dipersiapkan mereka berdua sejak tahu jenis kelamin anak mereka.
“Dima Janitra.” Mauren mendaratkan kecupan di dahi sang anak.
...****************...
“Lihatlah, mereka lucu sekali.” Mauren melihat anaknya dan anak Arriel bersebelahan. Tampak begitu menggemaskan.
Usia Baby Dima sudah sebulan. Tidak terasa tubuhnya sudah besar. Tidak kalah dari Alca yang usianya lebih tua.
“Lihatlah, mereka adalah keturunan Janitra. Yang akan jadi penerus Janitra.” Papa Dewa begitu senang melihat dua cucu laki-laki yang akan jadi penerus Janitra.
“Aku berharap mereka akan akur nanti ketika dewasa.” Arriel ikut menimpali ucapan mertuanya.
__ADS_1
Sejak Baby Dima lahir, rumah keluarga besar Janitra jadi ramai. Apalagi Arriel sering membawa anak mereka ke rumah mertuanya. Mereka berkumpul agar Pak Dewa tidak kesepian.
...****************...
Mauren dan David sedang memandangi anak mereka yang baru saja tertidur. Mereka begitu bahagia melihat perkembangan anak mereka.
“Lihatlah, aku yang hamil selama sembilan bulan, tetapi dia lebih mirip kamu.” Mauren menekuk bibirnya ketika melihat anaknya yang lebih mirip sang suami.
David gemas sekali ketika melihat sang istri yang kesal. Dia langsung mencubit pipi Mauren karena gemas.
“Wajahnya memang mirip aku, tapi aku berharap jika sifatnya akan menurun darimu. Aku mau dia jadi pria yang setia, yang baik terhadap wanita, dan selalu menyayangi wanita. Jangan seperti aku.” Ada ketakutan di hati David jika anaknya kelak akan mirip dengannya. Dia mau anaknya versi terbaru dari dirinya.
“Kita akan didik dia dengan baik agar dia jadi anak yang baik. Kita akan ajarkan bagaimana menghargai wanita.” Mauren meyakinkan David.
David mengulas senyumnya. Merasa begitu senang sekali mendengar ucapan Mauren. Dia berharap kelak anaknya akan lebih baik darinya.
“Aku percaya dia akan punya ibu yang luar biasa.” David mendaratkan kecupan di punggung tangan sang istri.
Mendapatkan perlakuan manis dari sang suami membuat Mauren tersenyum. “Terima kasih untuk cintamu yang luar biasa. Mau bersabar menunggu aku mencintai hingga akhirnya anak ini lahir. Walaupun awalnya aku merasa kamu bukan suami yang aku inginkan, tetapi kini kamu adalah suami yang aku selalu inginkan. Tak sanggup jika aku kehilanganmu.”
__ADS_1
Sebuah kecupan mendarat di dahi Mauren. David bahagia akhirnya istrinya mencintai dengan tulus. Kini kebahagiaan mereka sudah lengkap. Berharap kebahagiaan akan selalu menghampiri.
...TAMAT
...
.
.
.
Terima kasih sudah membaca kisah ini. Maaf membuat kalian lama menunggu. Alhamdulillah tamat sudah semua novel aku. Tidak ada yang digantung lagi. Mungkin kalian ngerasa kecepetan. Aslinya aku udah ga mood nulianya. Ini pelajaran sih buat aku, untuk langsung selesaiin novel.
Jika ada kesalahan dalam novel ini aku minta maaf ya. Semoga bisa lebih memperbaiki.
Kisah Dima (anak David Mauren) dan Alca (anak Arriel dan Adriel) judulnya ISTRI WARISAN CEO, tapi ga di sini ya. Kalian bisa main ke Intagram Myafa16 untuk tahu tayang di mana. Bisa dibaca gratis pakai iklan dan misi kok di sebelah.
Aku belum tahu kapan rilis novel kapan di Noveltoon. Doain aja yang terbaik ya. Semoga bisa nulis lagi. Intinya di mana pun aku nulis, mohon dukungannya.
__ADS_1
Setelah ini aku akan rilis novel baru, cuma masih on proses. Belum tahu rilis di mana. Pantengin instagram Myafa16 aja.