Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 48


__ADS_3

Sesuai dengan rencana David dan Mauren, hari ini mereka pergi untuk menonton film. Mereka sengaja berangkat pagi untuk menonton film yang diputar paling pertama. Paling tidak, mereka punya waktu banyak untuk menghabiskan waktu berdua.


“Mau romance atau horor?” David menoleh pada Mauren saat membaca daftar film.


“Sepertinya romance saja.” Mauren memilih untuk menonton film tentang cinta-cinta.


“Kita bukan sedang berkencan yang harus nonton film cinta-cinta ‘kan?” tanya David. Dia memastikan jika kali ini dia pergi nonton dalam rangka hubungan pertemanan saja.


Mauren hanya melirik saja pada David.


“Jika nanti ada adegan kissing atau making love bagaimana? Apa kamu mau tanggung jika tiba-tiba pulang dari sini kita tidak pulang, tapi langsung ke lantai atas.” David berbisik sambil menyeringai.


Mauren tahu jika di lantai atas itu terdapat hotel. Tentu saja dia tahu ke mana arah pembicaraan David tersebut. Apalagi jika ditambah ada adegan kissing atau making love. Yang ada nanti mereka akan tergoda.


“Kita nonton film horor saja.” Mauren terpaksa mengganti apa yang akan ditontonnya. Dari pada urusannya panjang.


David tersenyum. Senang sekali ketika mengerjai Mauren. Akhirnya David membeli tiket untuk film horor. Di saat David membeli tiket, Mauren memilih membeli minuman dan popcorn. Mereka menunggu sejenak film di mulai. Sambil menunggu mereka mengobrol di kursi yang berada di depan pintu teater di mana film mereka akan ditayangkan.

__ADS_1


“Kapan terakhir kamu menonton?” David menoleh pada Mauren. Penasaran dengan kapan terakhir kali istrinya itu menonton film.


“Sepertinya sebelum Arriel menikah.”


“Artinya sudah hampir setengah tahun.” David merasa jika istrinya cukup lama tidak menonton film.


“Iya, sejak Arriel menikah dan sibuk dengan suaminya, aku tidak punya teman untuk pergi menonton.” Mauren menjelaskan pada suaminya. Sejak Arriel menikah memang akhirnya Mauren jarang pergi dengan Arriel untuk sekedar menghabiskan waktu bersama.


“Lalu apa yang kamu lakukan saat libur kerja?” David begitu penasaran sekali.


“Tidur. Apalagi.” Mauren tersenyum. Itu yang dilakukan Mauren saat libur.


“Iya, saat libur adalah waktu yang tepat untuk seharian menikmati tidur.” Mauren membenarkan ucapan David.


“Iya, apalagi tidur bersamamu.” David berbisik tepat di telinga Mauren.


Seketika Mauren terdiam. Dia tidak bisa marah-marah karena ada banyak orang di sebelah-sebelahnya. Beruntung David berbisik. Jika tidak, pasti akan banyak yang dengar ucapan David itu.

__ADS_1


“Pintu teater satu telah dibuka ….”


Beruntung film akan segera dimulai. Jadi Mauren bisa mengalihkan pikirnya. Mengabaikan apa yang diucapkan David padanya.


“Ayo cepat masuk.” Mauren segera berdiri.


David hanya tersenyum saja ketika melihat Mauren menghindar darinya. Tentu saja itu sangat menggemaskan sekali.


Mereka segera mencari tempat duduk dengan nomor tiket mereka. David memilih duduk di tengah dan tepat menghadap ke layar di depan mereka.


“Apa kamu berani menonton film horor? Jika kamu takut, bersembunyi saja di pelukanku.” Di dalam gelap David tersenyum. Karena masih ada sorot dari layar bioskop, senyuman itu masih terlihat.


“Aku berani.” Mauren menatap malas pada David. Dia sudah biasa melihat film horor.


David mengangguk-anggukkan kepalanya. Padahal dia berharap Mauren akan takut dan memeluknya. Sayangnya, dia harus kecewa.


Akhirnya film dimulai juga. Awal-awal film masih aman. Menampilkan adegan sebuah keluarga. Namun, tiba-tiba film berubah ketika hantu keluar dari rumah yang ditempati keluarga tersebut.

__ADS_1


“Haa ….” David menjerit ketakutan ketika hantu di dalam film keluar. Dia yang panik segera menyembunyikan wajahnya ke samping di mana Mauren duduk. David sebenarnya takut sekali menonton film horor. Namun, demi agar Mauren memeluknya, dia memberanikan diri. Namun, sayangnya, dia salah. Justru dirinya yang ketakutan.


__ADS_2