Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 59


__ADS_3

David pulang terlambat karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Saat sampai di rumah, lampu di rumah padam. Dia melihat ke sekitar. Ternyata hanya rumahnya saja yang padam. Rumah sebelah-sebelahnya menyala. David seketika panik ketika melihat lampu yang padam. Dia ingat betul jika papanya sedang tidak ada di rumah. Hanya ada Mauren dan asisten rumah tangga. Jadi tentu saja dia khawatir pada Mauren.


Dengan segera David masuk ke rumah. Namun, alangkah terkejutnya ketika melihat pintu rumah tidak terkunci. Dia takut terjadi sesuatu pada Mauren.


“Ren ....” David memanggil Mauren.


Sayangnya tidak ada jawaban. Hal itu membuat panik David.


“Bi ....” Dia memanggil asisten rumah tangga ketika tidak mendapati sang istri menjawab panggilannya.


Tidak ada jawaban juga dari asisten Rumah tangga. Hal itu tentu saja membuat David semakin panik.


Rumah yang gelap membuat David menyalakan lampu dari ponselnya. Itu memudahkannya untuk berjalan. David terus berjalan masuk ke rumah lebih dalam. Ruangan begitu gelap sekali. Tidak ada satu orang pun yang ditemui David.


Saat melihat ada cahaya yang berasal dari taman belakang. Hal itu membuat David mengayunkan langkah ke belakang.


Tepat saat membuka pintu kaca penghubung taman belakang dan rumah, lampu menyala.


“Selamat ulang tahun ....” Semua bernyanyi.

__ADS_1


David terkejut ada istrinya, sang papa, Adriel, Arriel, dan asisten rumah tangga. Mereka bernyanyi selamat ulang tahun untuk David.


David benar-benar tidak menyangka jika ternyata mereka semua menyambut ulang tahunnya.


“Selamat ulang tahun.” Mauren memberikan kue dengan lilin yang menyala pada David.


“Terima kasih.” David mengulas senyumnya.


“Berdoalah dulu sebelum meniup lilinnya,” pinta Mauren.


David langsung melakukan apa yang diminta Mauren. Dia memejamkan mata memanjatkan doanya. Setelah berdoa, David segera meniup lilin tersebut. Semua langsung bertepuk tangan. Ikut senang dapat merayakan ulang tahun David.


“Terima kasih semua.” David menatap satu per satu keluarganya.


David menatap Mauren. Dia senang sekali Mauren yang telah menyiapkan pesta ulang tahun ini. “Terima kasih.” Sebuah kecupan mendarat di pipi Mauren.


Mauren langsung malu ketika dicium oleh David.


Arriel menyenggol sang suami. Memberikan kode bahwa mereka berdua sudah mulai jatuh cinta.

__ADS_1


Mereka semua menikmati pesta. Walaupun hanya pesta kecil, tetapi David merasa senang.


Setelah pesta berakhir, Arriel dan Adriel segera pulang. Sang papa, David dan Mauren segera masuk ke kamar mereka masing-masing. Segera beristirahat setelah pesta yang baru saja mereka rayakan.


David menarik tubuh Mauren ke dalam pelukannya ketika baru saja masuk ke dalam kamar. Hal itu membuat Mauren berdua terkejut.


“Kenapa kamu menarikku?” tanya Mauren.


“Aku ulang tahun, tetapi kenapa tidak dapat hadiah?” David menatap Mauren lekat.


Mauren tersenyum ketika David bertanya hadiah.


“Aku ada beberapa hadiah untukmu.”


David cukup senang ketika akan mendapat hadiah dari sang istri. Dari kata ‘beberapa’ yang di ucapkan, dia merasa jika pasti tidak hanya satu saja hadiah yang disiapkan.


“Ada berapa hadiah yang akan kamu berikan?” tanya David.


“Tiga.” Mauren menyebut hadiah yang akan diberikan. “Aku akan ambilkan.” Mauren segera mengambil hadiah yang disiapkan di dalam nakas.

__ADS_1


Mauren menyusun hadiah itu dari atas ke bawah. Seolah hadiah itu diberikan secara berurutan.


“Bukalah satu per satu dari atas.” Mauren mengajak David untuk duduk di tempat tidur agar lebih nyaman ketika membukanya.


__ADS_2