
David merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di kantornya. Perasaannya gelisah ketika memikirkan apa yang harus dilakukan dengan Mauren. Niatnya beristirahat pun buyar semua.
“Astaga, baru kali ini aku bingung mau melakukan apa saat melakukan hubungan intim.” David memijat kepalanya yang sedikit pusing. “Gaya apa yang aku pakai nanti?” David sampai memikirkan hal itu. Melakukan hubungan intim dengan Mauren membuatnya berdebar, seperti ini adalah kali pertama dia melakukannya.
Tepat saat itu juga ponsel David berbunyi. David segera melihat ponselnya. Dilihat di layar ponselnya terdapat nama Mauren. Dengan segera David mengangkat sambungan telepon tersebut.
“Ada apa?” tanya David.
“Kamu di mana, kenapa tidak pulang-pulang?” Mauren terdengar kesal. Tadi David bilang hanya sebentar, tetapi sampai sore David belum kembali.
“Iya, aku akan segera ke pulang.” David akhirnya bangun. Tak jadi melanjutkan kembali istirahatnya.
David mematikan sambungan telepon. Kemudian bergegas untuk pulang.
Saat sampai di rumah, ternyata Mauren sudah siap. Tampak wanita itu membawa satu tas besar berisi pakaian, dan tas kecil berisi barang-barang berharga miliknya. Saat sudah siap, Mauren langsung masuk ke mobil.
“Aku sudah berpamitan pada papa. Aku sudah bilang jika kita ada acara reuni sekolahmu dan akan menginap.” Baru masuk ke dalam mobil, Mauren sudah menjelaskan panjang lebar. Dia menjelaskan sambil meletakan tas besar yang dibawanya ke kursi belakang. Tas itu berisi pakaian miliknya dan milik David. Sengaja disiapkan untuk ganti ketika di hotel.
__ADS_1
David tampak terkejut ketika Mauren sudah meminta izin pada sang papa. Dari bagaimana Mauren bersiap, artinya Mauren benar-benar menginginkannya.
“Baiklah kalau begitu.” Karena Mauren sudah izin pada sang papa, jadi Mauren tidak perlu turun dari mobil untuk meminta izin.
David melajukan mobilnya ke salah Hotel Maxton. Hotel itu cukup terkenal memiliki kamar yang bagus. Jadi David merasa jika tempat itu pas untuk menikmati malam pertama.
“Kita makan dulu di restoran hotel.” David merasa harus mengisi tenaganya dulu sebelum bertempur dengan sang istri.
“Baiklah.” Mauren langsung setuju.
Mereka berdua makan di restoran di hotel. Restoran dengan kaca besar yang menghadap ke arah luar menampilkan pemandangan kota dari ketinggian. Tampak jalanan sore begitu macet sekali.
“Terserah padamu. Selama yang kamu mau.” David bisa saja berlama-lama di kamar hotel, tetapi jelas tergantung Mauren.
Mauren tampak berpikir berapa lama dia akan di hotel. Namun, dia masih bingung.
“Kita lihat mood saja.” Mauren memilih melihat keadaan nanti saja. Karena tidak bisa berpikir berapa lama mereka akan tinggal.
__ADS_1
Mereka berdua menikmati makan bersama. Makan malam yang dilakukan lebih awal agar nanti mereka punya tenaga untuk melakukan malam pertama.
Usai makan, mereka berdua segera menuju ke kamar hotel yang dipilih oleh David.
Saat masuk, Mauren disuguhkan kamar dengan dekorasi bunga di atas tempat tidur. Bunga disusun berbentuk love. Handuk hotel juga dibentuk angsa yang saling berciuman.
Mauren seketika berdebar. Kamar benar-benar disiapkan untuk malam pertama.
“Kamu yang pesan tempat ini?” tanya Mauren.
“Iya.” David mengangguk.
Mauren mengangguk-anggukan kepalanya. Ternyata David menyiapkan dengan baik.
“Aku akan membersihkan diri dulu.” Walaupun di kantor tadi David tidak melakukan apa-apa, tetapi dia takut tubuhnya berkeringat.
“Baiklah.” Mauren mengangguk. Mempersilakan David untuk ke kamar mandi.
__ADS_1
David segera ke kamar mandi, sedangkan Mauren meletakkan tas berisi baju di dalam lemari.
Mauren kembali melihat dekorasi tempat tidur. Perasaannya semakin berdebar. “Rasanya seperti baru akan pertama kali melakukannya.” Mauren memegangi dadanya yang berdebar.