Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 51


__ADS_3

Kemarin saat makan di restoran David mengatakan jika dia akan ke pesta rekan bisnisnya. Karena itu dia mengajak Mauren untuk ikut bersamanya.


Sebagai istri, dia tentu saja akan menemani sang suami. Sebagai istri seorang pengusaha, tentu saja dia tidak mau membuat malu suaminya. Mauren berdandan secantik mungkin agar tidak membuat suaminya malu.  


“Ren, cepat.” David membuka pintu kamarnya ketika sang istri tak kunjung keluar.


“Iya, ini aku sudah siap.” Mauren segera bangun dari posisi duduknya di kursi riasnya.


Untuk sejenak David terpana dengan kecantikan sang istri. Memang tidak salah jika dia memilih Mauren menjadi istrinya. Walaupun memiliki kulit sawo matang, tapi baginya tampak eksotis, seksi, dan menggoda.


Mauren menghampiri David. Namun, suaminya itu tampak menatapnya tanpa berkedip.


“Hai ....” Mauren menyapa David yang terpana padanya.


David langsung tersadar. Langsung mengalihkan pandangan pada Mauren. Yang ternyata sudah di depan mata.


“Kamu cantik sekali.” Saat tersadar David langsung memuji.


Diakui Mauren jika pujian itu membuat David melayang. Namun, dia masih menjaga dirinya dengan baik agar tidak luluh begitu saja pada David. Apalagi David casanova kelas kakap.


“Ayo berangkat.” Mauren tak mau berlama-lama mendengar rayuan David.

__ADS_1


David mengembuskan napasnya. Ternyata rayuannya tidak mempan sama sekali. Mauren tetap tidak luluh.


“Ayo.” David memberikan lengannya.


Mauren tidak mau memegangi lengan David. Melewati suaminya begitu saja.


Menikah dengan Mauren memang harus memiliki stok sabar yang melimpah. Jadi David harus bersabar.


David segera mengekor di belakang Mauren. Menuju ke mobilnya yang tengah di parkir di depan rumah.


David membawa mobilnya sendiri. Momen bersama Mauren memang selalu tak mau diganggu. Apalagi oleh sopir.


Saat sampai di tempat pesta, Mauren melihat pesta yang begitu megah. Mauren sering ikut Arriel ke pesta. Jadi pesta seperti ini bukan hal biasa untuknya.


David tersenyum. Walaupun Mauren hanya mau berpegangan padanya saat banyak orang, baginya tidak masalah. Karena artinya Mauren menjaga harga dirinya.


David segera menemui pemilik pesta. Mauren pun ikut memberikan ucapan selamat meskipun tidak kenal.


Seusai memberikan ucapan selamat, David dan Mauren menikmati pesta. Menikmati sajian yang ada.


“Pak David.” Seorang teman menghampiri David.

__ADS_1


“Pak Hendra. Apa kabar?” David begitu senang menyambut


David pun memperkenalkan istrinya. Memiliki istri cantik tentu saja membuat David bangga.


“Aku ke toilet dulu.” Di tengah obrolan David dan temannya, ia berpamitan.


David mengangguk.


Mauren segera ke toilet. Dia sedikit lama di toilet. Karena toilet sedikit penuh. Saat kembali, dia tidak menemukan David di tempat tadi. Terpaksa dia mencari suaminya itu.


Mauren segera mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi David untuk tahu di mana keberadaan suaminya itu.  


“Lihat siapa ini?”


Tepat saat menghubungi David, tiba-tiba Mauren melihat wanita yang dia kenal, berhenti tepat di depannya. Menghalangi langkahnya. Hingga membuatnya berhenti.


“Mama, coba lihat ini siapa.” Wanita itu memanggil seseorang.


Mauren mengalihkan pandangan pada orang yang dipanggil mama oleh wanita itu. Tampak seorang wanita paruh baya menoleh. Wanita itu menggandeng anak kecil yang mungkin usianya lima tahun.


“Mauren.” Wanita paruh baya itu tersenyum penuh arti melihat kehadiran Mauren di pesta mewah ini.

__ADS_1


 


__ADS_2