
Mauren benar-benar kesal. Karena tidak mau berdebat, dia memilih untuk meninggalkan David. Dia memilih ke kamar mandi. Gantian mandi bersama.
Mauren memilih untuk berjalan mundur, tanpa melihat David. Dia tidak mau melihat David yang hanya memakai handuk di pinggang saja.
“Kamu benar-benar seperti orang yang belum melihat aku telanjang saja.” David tertawa.
Mauren mendengus kesal. Sekali pun dirinya melihat David. Jelas waktu itu dia tidak sadar. Jadi wajar dia merasa tidak mau melihat lagi.
Mauren mengabaikan David. Memilih untuk segera melanjutkan untuk ke kamar mandi. Untuk tadi Mauren sempat mengambil baju di kopernya. Jadi paling tidak, dia tidak akan ada drama keluar tanpa baju.
Mauren yang masuk ke kamar mandi bernapas lega. Tidak melihat David dengan tubuh terbuka adalah hal yang membuatnya senang. Namun, Mauren tidak bisa senang dulu. Dia sadar jika dirinya memang harus lebih bersabar. Karena bisa jadi David akan melakukan hal seperti ini nanti.
Mauren menatap wajahnya di pantulan cermin. Rasanya seperti mimpi menjalani kehidupan dengan David. Entah akan seperti apa nanti pernikahannya.
Di luar. David yang menunggu Mauren memilih untuk merapikan tempat tidur. Bunga-bunga yang di atas tempat tidur sudah sangat berantakan sekali. Jadi wajar dia harus segera merapikannya.
David tertawa ketika mengingat Mauren menjambaknya tadi. Benar-benar memakai tenaga dalam.
__ADS_1
“Tidak masalah. Sakitnya sebanding dengan nikmatnya karena bisa menikah dengannya.” David menyeringai. Merasa senang karena ternyata video palsu yang dibuatnya mengantarkannya menikah dengan Mauren.
Sebenarnya, memang tidak ada video antara dirinya dan Mauren. Semua itu memang editan. David tidak sesempat itu membuat video. Dia terlalu terlena dengan kenikmatan yang diciptakan bersama dengan Mauren. Jadi jelas tidak mungkin sempat merekam.
Video itu dibuat David dengan foto Mauren yang diambilnya malam itu setelah mereka bercinta. Diberikannya pada teman yang memang bisa mengedit.
Rasanya David ingin tertawa. Mengingat betapa bodoh dirinya yang membuat video editan. Tubuh wanita di video itu tidak terlalu bagus. Jauh berbeda dengan Mauren yang begitu menggoda. Kulitnya yang eksotis membuat siapa pun terpesona.
Beruntung Mauren langsung menghapus video. Jika istrinya itu melihat dan menyadari itu bukan tubuhnya, jelas dia akan menyadari jika memang itu bukan video asli.
Setelah memastikan tempat tidur aman. Dia pun memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Menunggu Mauren keluar dari kamar mandi.
“Aku pikir kamu akan keluar dengan handuk saja.” David tertawa.
Mauren menatap malas. Jelas dia tidak melakukan hal itu. Yang ada Mauren akan mengundang David dan membuat mereka berada dalam situasi intim.
Mauren mengayunkan langkahnya. Dia menghampiri David. Dengan semangat David menyambut Mauren.
__ADS_1
“Sini,” pintar David.
Mauren memicingkan matanya. Niatnya menghampiri David bukan untuk tidur di sebelah David. “Siapa yang mau tidur denganmu?” Mauren meraih bantal dan membawanya ke sofa.
David hanya terperangah. Dia pikir Mauren akan tidur di sebelahnya. Namun, ternyata tidak.
“Kamu tidur di sofa?” tanya David.
“Iya.” Mauren menaruh bantal di sofa. Kemudian merebahkan tubuhnya di sofa. Dia sudah lelah seharian.
“Kenapa tidak tidur di sini?” David menepuk tempat tidur. Menunjukkan tempat di mana Mauren harus tidur.
“Aku tidak mau tidur denganmu.” Mauren memejamkan matanya. Dia sudah mulai mengantuk. Jadi dia mengabaikan David begitu saja.
David hanya pasrah ketika Mauren menolak tidur dengannya. Jelas David tahu jika Mauren tidak akan mau tergoda karena dekat dengannya.
“Menyebalkan sekali.” David kesal. Karena Mauren tidak mau tidur dengannya.
__ADS_1
Tiba-tiba David memiliki ide. Dia segera mengambil remot pendingin ruangan. Dibuatnya pendingin ruangan sedingin mungkin.
“Lihatlah, kamu akan tidur dengan aku malam ini.” David menyeringai. Dia sudah membayangkan indahnya akan tidur bersama Mauren.