Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 28


__ADS_3

Mauren dan David segera menandatangani buku nikah mereka. Fotografer memotret momen itu. Tentu saja itu akan jadi kenangan untuk mereka.


Mauren dan David segera memasangkan cincin ke jari masing-masing. Cincin itu dibuat khusus oleh Mauren sendiri. Tentu saja itu membuat kebahagiaan bagi Mauren. Karena bisa menikah dengan desain cincinnya sendiri.


David memasang cincin di jari tangan Mauren. Cincin yang diukur dengan benar membuat cincin itu pas di jari Mauren.


Mauren bergantian memasang cincin di jari David. Cincin pas sekali di jari David, dan tampak serasi dengan cincin yang dipakai Mauren.


Fotografer segera memotret momen tersebut. Mauren dan David pun berpose di depan kamera. Memamerkan cincin yang mereka pakai.


Setelah acara akad nikah selesai, mereka segera melanjutkan dengan acara pesta. Mauren dan David berjalan ke ballroom hotel bersama. Mauren dan David tampak begitu serasi. Membuat para tamu iri melihat mereka. Mereka mengikuti serangkaikan acara. Pesta begitu meriah sekali. Membuat Mauren larut dalam kebahagiaan itu.


Mereka berlanjut dengan menerima ucapan selamat dari para tamu yang datang. Mauren tidak mengenal tamu-tamu yang datang. Kebanyakan tamu adalah tamu David dan Pak Dewa.


“Kamu kenal semua yang datang?” tanya Mauren berbisik pada David.


“Kenal, beberapa klien kami.” David memang sudah mengurus bisnis cukup lama. Jadi tentu dia tahu banyak klien-nya.


Mauren hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Mengerti yang dijelaskan oleh David.

__ADS_1


“Kemarin kamu undang berapa orang?” David memang memberikan saja undangan pada Mauren. Tidak tahu berapa yang diundang oleh Mauren.


“Aku hanya undang teman sekolah dan kuliahku. Selebihnya teman-teman kerja.” Mauren menjelaskan pada David.


Saat mereka sedang sibuk mengobrol tiba-tiba terdengar pertengkaran. Ternyata Arriel dan Mama Anggun sedang berdebat.


“Mereka selalu tidak akur kah?” David menatap Mauren.


“Iya, Mama Anggun tidak suka karena Adriel hanya manajer majalah. Dia berharap suami Arriel pengusaha.” Mauren menceritakan pada David apa yang selama ini terjadi.


David mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kamu tidak bilang jika Adriel anak papa ‘kan?” Seketika David teringat dengan apa yang diceritakan pada Mauren. Sewaktu di rumah, papanya sendiri yang bercerita pada Mauren. Karena Adriel masih menyembunyikan itu, David minta Mauren untuk tutup mulut.


“Tidak, aku sudah janji bukan.” Mauren tidak akan mengingkari janjinya. Tentu saja dia tidak mengatakan pada Arriel.


“Sepertinya bukan aku yang mengatakannya.” Mauren tersenyum melihat David. Karena papanya sendiri yang mengungkap kenyataan Adriel anaknya.


“Iya.” David tersenyum tipis. Ternyata papanya yang justru mengungkapkannya.


Beruntung pertengkaran itu tak berlangsung lama. Karena setelah itu Arriel, Adriel, dan Mamanya pulang. Mauren dan David hanya bisa pasrah ketika melihat drama di dalam pernikahan mereka.

__ADS_1


“Aku pikir, akan melihat drama mantan kekasihmu yang datang, tetapi justru melihat drama keluargamu.” Mauren tersenyum.


“Jika drama mantan kekasihku, aku rasa pernikahan ini akan jauh lebih berantakan.” David tertawa.


Sesaat kemudian ada sepasang suami istri yang datang menghampiri David dan Mauren. Ingin memberikan ucapan selamat pada pengantin baru.


“Selamat, Ren.” Dathan mengulurkan tangannya. Memberikan ucapan selamat. Dia tadi terlambat datang ke pesta, karena sang istri yang sedang hamil meminta untuk berhenti di pinggir jalan ketika melihat tukang gula kapas.


“Terima kasih, Than.” Mauren menerima uluran tangan.


Dathan dan Neta datang ketika drama pertengkaran Adriel dan Arriel selesai. Jadi jelas merek tadi tidak melihat hal itu.


“Selamat, Ren.” Neta tersenyum sambil mengulurkan tangan.


“Terima kasih, Ta. Nikmati pestanya.” Mauren senang orang-orang yang diundangnya benar-benar datang.


“Selamat Pak David.” Dathan memberikan ucapan selamat.


Dathan tidak menyangka jika Mauren menikah dengan David. Dathan tahu betul sepak terjang David. Jadi sebenarnya agak menyayangkan. Namun, dia tidak punya hak. Berpikir mungkin Mauren punya alasan untuk memilih David.

__ADS_1


“Terima kasih.” David tersenyum.


Neta bergantian memberikan ucapan selamat. Kemudian segera turun dari pelaminan karena harus bergantian dengan tamu undangan lainnya.


__ADS_2