
David keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang. Mauren yang melihat itu menelan salivanya. Tubuh kekar dengan perut kotak-kotak milik David terpampang nyata. Jelas itu membuat dia terpesona pada suaminya itu.
“Apa kamu mau ke kamar mandi dulu?” David menatap sang istri.
I-iya.” Mauren menjawab sedikit gugup. segera buru-buru ke kamar mandi. Tak mau melihat David yang menyadari jika dirinya gugup.
Di kamar mandi, Mauren melihat wajahnya dari pantulan cermin. Dia begitu berdebar sekali.
“Aku harus tenang dan melakukannya dengan baik. Semua akan baik-baik saja.” Mauren berusaha meyakinkan hatinya untuk hal itu. Dia fokus pada tujuan utamanya. Yaitu mendapatkan anak.
Dengan segera Mauren membersihkan tubuhnya. Memastikan tubuhnya wangi agar nanti David nyaman saat berhubungan nanti.
Di luar, David yang tak kalah berdebar memilih menenggak air putih di atas meja. Belum apa-apa badannya sudah panas lebih dulu. Padahal sudah banyak wanita yang ditidurinya dan tidur dengan Mauren bukanlah kali pertama ini. Namun, perasaannya begitu berdebar. Mungkin karena benih cinta sudah hadir di hatinya.
Beberapa saat kemudian Mauren keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai handuk yang melilit di dadanya. Menutup bagian dada hingga ke paha. Bahu putih nan mulus pun terlihat begitu menggoda sekali. Hal itu membuat David menelan salivanya. Istrinya benar-benar seksi sekali. Melihat Mauren seperti itu membuat sesuatu di bawah sana bangun. Seperti senjatanya sudah siap untuk berperang malam ini.
David segera berdiri dan menghampiri sang istri. Tanpa basa-basi, dia langsung mendaratkan ciuman di bibir sang istri. Menyesap manis bibir merekah milik sang istri.
auren menyambut David dengan senang hati. Dia membalas ciuman David begitu saja. Niatnya yang sudah bulat ingin memiliki anak mengantarkannya melakukan dengan baik.
__ADS_1
Mauren melingkarkan tangannya di leher David. Membuat ciuman tersebut semakin dalam.
David mendorong perlahan tubuh sang istri ke tempat tidur seraya terus memberikan ciuman.
Mauren mengikuti apa yang dilakukan David. Tubuhnya yang berada di bawah kuasa David pun tak bisa dielakkan.
Tautan bibir itu dilepaskan ketika napas mulai terengah. Mereka mengambi napas sejenak sevelum kembali melanjutkan lagi.
David melihat ke arah sang istri dengan lekat. Tangannya membelai lembut wajah cantik sang istri.
“Berjanjilah selama bercinta kamu harus membuka mata. Lihat aku dengan jelas dan jangan coba menghindar tatapan. Nikmati setiap ayunan yang aku berikan dan berikan yang terbaik yang kami bisa.” Sebelum semua dimulai, David memberitahu beberapa hal yang harus dilakukan Mauren.
David menyusuri leher sang istri sambil terus mendaratkan kecupan di sana. Perlahan kecupan itu mulai turun. Handuk yang menjadi penghalang pun segera disingkirkan oleh David. Membuat tubuh Mauren terpampang jelas di depannya. Mata David tak dapat berkedip sama sekali ketika melihat tubuh mulus milik sang istri. Terpesona dengan kulit mulus milik sang istri yang selama ini tersembunyi di dalam pakaian
Mauren menatap David yang begitu memuja. Tatapan itu membuat hati Mauren menghangat. Ada perasaan senang ketika ditatap seperti itu.
Tak menunggu lama, David langsung menyingkirkan handuk yang melekat di tubuhnya. Memulai penyatunya dengan sang istri
“Aku mencintaimu.”
__ADS_1
David berbisik tepat di telinga Mauren sebelum akhirnya perlahan David mulai memasuki cawan kenikmatan milik sang istri.
Mauren menatap lekat wajah David. Kalimat yang diucapkan David seperti mantra yang membuatnya tak berdaya. Debaran rasa cinta pun merasuki ke dalam hatinya. Secara naluri, Mauren memberikan ciuman saat David mulai memulainya.
Keduanya larut dalam irama tubuh yang dibuat. Suara ******* yang saling sahut-menyahut membuat mereka semakin menggebu. Keduanya terus mengayunkan tubuh untuk mencari kenikmatan.
Mereka berdua berharap kegiatan ini tidak hanya akan memberikan kenikmatan untuk mereka, tetapi menghadirkan nyawa baru di rahim Mauren.
...****************...
Hal pertama dilihat Mauren pertama kali saat membuka mata adalah wajah David. Pria itu sedang terlelap karena kelelahan setelah penyatuan mereka tadi. Tampak pulas sekali saat tidur.
‘Aku melihat jelas bagaimana dia menatap aku penuh cinta.’
Mauren tidak bisa memungkiri jika tadi dia melihat David yang menatapnya berbeda. Tampak begitu mencintainya.
Melihat David yang terlelap membuatnya membelai lembut pipinya. Jambang David yang menghiasi wajahnya terasa geli saat terkena telapak tangannya. Sejenak Mauren mengingat bagaimana David menciuminya tadi. Sensasi geli yang diciptakan membuat Mauren jadi malu sendiri ketika mengingat hal itu.
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?”
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Mauren ketika melihat David yang tiba-tiba membuka matanya.