Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 46


__ADS_3

Mauren langsung memukul tubuh David. Dia kesal mendengar jawaban David. Sangat-sangat menyebalkan sekali. David hanya tertawa ketika dipukul. David justru membiarkan Mauren memukulnya sesuka hatinya. Melampiaskan kekesalannya.


“Aku hanya bercanda.” Tak mau Mauren terus memukulnya, David langsung menghentikan pukulan Mauren dengan memegangi tangan Mauren. Dia menatap Mauren yang sedang menghadap ke arahnya.


Mauren menekukkan bibirnya. Merasa jika David senang sekali membuatnya kesal.


“Aku tidak akan menyentuhmu. Kecuali jika kamu yang minta.” David tersenyum.


Mauren lega. Karena akhirnya David tidak akan menyentuhnya. Sejujurnya, Mauren sendiri takut jika hanya dirinya yang berusaha untuk tidak saling menyentuh. Berharap hubungannya dengan David berjalan dengan baik.


“Ayo tidur.” David merebahkan tubuhnya. Tak mau sampai pertengkaran dengan Mauren berlanjut.


Mauren merebahkan tubuhnya. Dia cukup senang karena bisa tidur dengan nyaman bersama David. Mauren meletakan guling di tengah-tengah mereka. Menjadi pembatas antara dirinya dan David. Tentu saja itu membuat David merasa lucu. Biasanya wanita mendekat dengan sendirinya. Namun, ternyata tidak dengan Mauren. Memilih menjauh dari dirinya.


...****************...


“Jadi kalian tidak melakukan apa-apa selama pernikahan?” Arriel menatap Mauren setelah mendengarkan cerita Mauren.


“Tidak.” Mauren menggeleng.

__ADS_1


“Dan David tahan?” tanya Arriel memastikan.


“Buktinya dia tidak menyentuh aku.” Mauren menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan David.


“Bagaimana bisa David tahan?” Arriel tidak bisa bayangkan seberapa tersiksanya David melihat Mauren di depan matanya.


Mauren hanya menaikkan bahunya. Dia merasa jika dia sendiri tidak tahu akan seperti apa David menahan dirinya. Yang jadi pikirannya justru bagaimana dirinya bertahan.


“Kamu jahat, Ren. Kamu akan menyiksa David jika seperti itu.” Arriel menatap temannya.


Mauren hanya memilih diam. Sejujurnya yang dikatakan Mauren benar. Namun, dia belum ada hati melakukannya.


...****************...


“Arriel sedang hamil, Pa.” Adriel sudah berdamai dengan kenyataan jika Pak Dewa. Menerima kenyataan jika Pak Dewa adalah papnya.


“Benarkah? Papa akan segera punya keturunan Janitra?” Pak Dewa begitu senangnya. Garis keturunannya akan berlanjut.


“Iya, doakan sehat selalu.” Arriel tersenyum.

__ADS_1


“Tentu saja. Papa akan doakan. Jika kamu butuh sesuatu. Katakan saja pada Papa. Papa akan menuruti keinginan cucu Papa.” Pak Dewa begitu antusias sekali.


“Tentu saja.” Arriel tersenyum.


Pak Dewa begitu senang. Dia beralih pada Mauren dan David. “Semoga kalian segera menyusul, jadi lengkap kebahagiaan Papa punya cucu.”


David yang sedang makan langsung tersedak. Bagaimana bisa hamil jika tidak pernah dibuat. Begitulah kira-kira batin David.


Mauren seketika salah tingkah juga. Karena tidak mungkin dia hamil karena tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Tentu saja membuatnya merasa bingung menjawab apa.


“Papa doakan saja.” David menjawab ucapan papanya.


“Doa saja tanpa usaha mana bisa.” Adriel menggoda kakaknya itu.


David menatap kesal sang adik. Adriel sengaja sekali. Dia tahu adiknya sedikit menyindirnya.


Adriel hanya tersenyum ketika David menatap tajam.


“Benar kata Adriel. Kalian harus rajin coba. Kalau perlu kalian ke dokter untuk cek keadaan kalian.” Pak Dewa mendukung sekali jika David dan Mauren segera punya anak.

__ADS_1


“Iya, Pa. Kami coba dulu.” David tak mau banyak berdebat.


Mauren hanya diam saja. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia takut Pak Dewa akan kecewa jika mereka tak kunjung punya anak.


__ADS_2