
Mauren merasa hawa dingin menerpa kulitnya. Dia merasa begitu kedinginan. Apalagi dia tidak memakai selimut sama sekali.
Mauren membuka matanya. Dilihatnya David berada di dalam selimut yang begitu hangat. Hal itu membuatnya begitu iri sekali. Di saat dirinya kedinginan, dia justru sedang asyik menikmati selimutnya.
Mauren terpaksa bangun. Dia mencari di mana remot pendingin ruangan. Sayangnya, tidak ada sama sekali remot di mana-mana. Padahal Mauren sudah mencari di meja, di kursi, sampai mencari di kamar mandi. Sayangnya remot itu tidak ada.
“Ke mana remot-nya?” Mauren benar-benar kesal sekali. Ternyata sesulit itu mencari remot. Mauren yakin jika David adalah biang kerok dalam hal ini. Namun, dia benar-benar sudah tak tahan sekali. Tubuhnya sudah dingin. Jadi dia butuh kehangatan.
Tak mau banyak berpikir, akhirnya Mauren memutuskan untuk masuk ke dalam selimut di mana David berada. Dia harus segera menghangatkan tubuhnya.
Mauren langsung masuk ke dalam selimut dengan perlahan. Tak mau sampai David menyadari jika dia berada di tempat tidur yang sama. Mauren akan bangun besok sebelum David bangun.
Mauren memutuskan untuk tidur di tepi tempat tidur. Tak mau dekat-dekat dengan David. Saat rasa hangat terasa. Mauren segera memejamkan matanya. Dia sudah mengantuk sekali.
__ADS_1
...****************...
David membuka matanya ketika rasa dingin terasa menerpa kulit tubuhnya. Saat membuka matanya, David mendapati jika selimutnya tersingkap. Pandangannya teralih pada ke mana arah selimut. Dia mendapati selimut menggulung ke sebelah.
David mencoba menyingkap sedikit selimut. Di dalam selimut dia mendapati Mauren di sana. Ternyata dugaan David benar. Mauren benar-benar datang ke tempat tidur. Ini pasti karena udara dingin di kamar mereka.
Kesempatan seperti ini tentu saja dimanfaatkan oleh David. Dia segera bergeser. Mendekatkan tubuhnya pada Mauren. David memeluk Mauren.
Pelukan yang diberikan David tentu saja membuat Mauren lebih hangat. Dia tidak menyadari sama sekali jika David berada di depannya dan sedang memeluk erat tubuhnya.
...****************...
Alangkah terkejutnya ketika mendapati David berada di depannya. Lebih membuatnya terkejut lagi adalah ketika David ternyata memeluknya.
__ADS_1
“Kenapa kamu memelukku?” Mauren mendorong tubuh David. Membuatnya agar menjauh darinya.
Tubuh David seketika menjauh dari tubuh Mauren. Jelas itu membuatnya terkejut sekali. Ditambah saat nyawanya belum kumpul.
“Kamu kenapa mendorong aku?” David yang tersadar segera bertanya.
“Kamu memelukku.” Mauren menatap kesal.
“Lalu salahnya di mana? Kamu istriku, lalu apa yang salah jika aku memelukmu?” David dengan polosnya bertanya.
“Iya, salah. Kita sudah sepakat tidak akan menyentuh satu dengan yang lain.” Mauren merasa jika memang seharusnya David tidak memeluknya.
“Aku lupa.” Mulutnya berkata lupa, tetapi tangannya tak sejalan. David justru memeluk Mauren lagi.
__ADS_1
“Kamu.” Mauren mendorong Mauren. Namun, kali ini tak hanya tangannya yang mendorong. Kakinya pun ikut mendorong. Sayangnya, kaki Mauren mendorong sesuatu yang bangun di antara pangkal paha milik David.
“Ach ....” David langsung memegang benda lunak yang sedang mengeras di antara pangkal pahanya. Tendangan Mauren benar-benar membuat perutnya mulas. Setiap pagi miliknya itu selalu bangun dari tidurnya. Dan ketika ditendang, jelas itu membuatnya tersiksa.