
David mengantarkan Mauren pulang ke apartemennya. Setelah pembahasan pernikahan tadi, dia yakin semua akan berjalan sesuai rencana. Tak akan banyak kendala dengan pernikahan kelak. Semua sudah dibayangkan oleh David dan terasa mudah untuk dilakukan. Tinggal mengerjakan satu per satu saja.
“Tentang suamimu, apakah benar dia selingkuh?” David belum tahu tentang kisah hidup Mauren dan mantan suaminya. Sampai-sampai, tadi seperti orang bodoh ketika ditanya papanya. Jadi tentu saja sekarang membuatnya penasaran sekali. Dia ingin tahu semua kisah hidup wanita yang akan dinikahinya itu.
“Iya, dia pemain wanita sepertimu.” Mauren menyindir David.
David terdiam. Dia memang pemain wanita, tetapi jika dibandingkan, rasanya dia tidak terima.
“Jangan samakan aku dengan suamimu!” David memberikan peringatan.
Mauren hanya tersenyum tipis. Pembelaan itu tidak berarti baginya. Di matanya David dan mantan suaminya sama saja.
“Kamu tahu, pria-pria sepertimu itu sama saja. Hanya memainkan wanita untuk kepuasan hatinya. Sama dengan sekarang yang kamu lakukan. Memainkan aku dengan pernikahan.” Mauren sudah menyiapkan hati jika sampai kelak dirinya sakit hati lagi. Dia sadar jika memang David tak jauh dari sifat suaminya. Jadi pastinya akan ada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
“Aku memang mungkin sama buruknya dengan mantan suamimu, tapi aku bisa jamin setelah menikah, aku tidak akan menyakitimu. Tidak akan mengkhianatimu.” David mencoba meyakinkan Mauren.
__ADS_1
Mauren tertawa kecil. Dia merasa jika David hanya sedang membual.
“Kita lihat saja.” Mauren jelas tidak percaya. Dia hanya ingin mendapatkan video miliknya. Setelah itu, biarkan rumah tangganya hanya status saja.
Lagi pula, Mauren juga mengambil keuntungan dengan statusnya ini. Karena selama ini dia dianggap sebelah mata oleh orang-orang. Jadi jika menikah, orang tidak akan memandangnya. Dan satu lagi, Mauren bisa membuktikan pada keluarga mantan suaminya, jika dia kini sudah menikah. Apalagi keluarga David cukup terpandang. Jadi jelas itu akan mengangkat derajatnya di depan mereka.
David yang mendengar Mauren yang tidak percaya. Dia merasa jika memang apa yang dikatakannya tidak bisa memberikan jaminan. Mengingat kelakuannya yang begitu buruk.
Aku akan buktikan.
David hanya bisa berusaha membuktikan jika dia tidak akan seperti mantan suami Mauren. Dia juga tidak akan menyakiti Mauren seperti yang Mauren takutkan.
“Kamu di mana?” tanya David dari sambungan telepon.
“Di apartemen. Memang kenapa?” tanya Mauren.
__ADS_1
“Aku akan ke apartemenmu. Berapa nomor unit apartemenmu?”
Mauren yang sedang tiduran langsung bergegas bangun. Dia begitu terkejut dengan niat David yang hendak datang ke apartemennya.
“Apa kamu gila? Ini sudah jam sepuluh malam, untuk apa kamu ke apartemenku?” Mauren jelas langsung memasang dinding pertahanan. Kedatangan David pada malam hari memang perlu dicurigai.
“Aku ingin memintamu memilih undangan. Jadi kamu harus melihatnya.” David memberitahu alasannya.
“Aku ikut saja denganmu, kamu tidak perlu ke sini.” Mauren tidak mau ambil risiko mengizinkan David datang malam-malam.
“Tidak bisa. Kamu harus memegangnya. Karena ada ketebalan dari undangan itu. Kamu harus memegangnya.”
Mauren mendengkus kesal. Dia yakin David sedang mencari alasan saja. Pastinya pria itu ingin mencari alasan untuk masuk ke apartemen dan menggodanya.
Aku tidak akan tergoda.
__ADS_1
Mauren sadar. Semua tergantung padanya. Jadi jika dia tidak memberikan jalan, David tidak akan bisa mengambil kesempatan.
“Aku akan kirimkan pesan nomor unit apartemenku.” Mauren akhirnya mengizinkan David datang ke apartemennya.