Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 62


__ADS_3

Tanpa terasa kandungan Mauren semakin besar. Kini usia kandungan Mauren adalah enam bulan. Perut Mauren juga tampak sudah membuncit.


Semakin hari semakin David begitu perhatian dengan Mauren. Apalagi dengan anaknya yang berada di dalam kandungan.


Malam-malam Mauren meminta David untuk membelikan cendol nangka. David harus berkeliling untuk mencari minuman itu agar dapat memenuhi keinginan sang istri. Beruntung ada yang masih jual. Walaupun hanya dapat satu bungkus saja, bagi David lebih dari cukup.


Saat dapat dia langsung membawa minuman itu pulang. David begitu senang ketika bisa memenuhi keinginan sang istri.


Mauren langsung meminum cendol nangka yang diinginkan. Walaupun malam-malam, tetapu tetap menyegarkan.


“Kamu selalu mendapatkan apa yang aku inginkan.” Mauren bangga pada sang suami karena selalu saja menuruti keinginannya.


“Tentu saja. Aku akan mencari sampai ke ujung dunia semua keinginanmu.” David tersenyum bangga. Dia merasa senang ketika dapat memenuhi keinginan Mauren.


“Jangan mencari jauh-jauh, aku tidak bisa jauh-jauh darimu.” Mauren menekuk bibirnya. Sejak hamil Mauren memang selalu saja mau dekat dengan David.


“Tenanglah, aku tidak akan meninggalkan kamu.” David langsung memeluk Mauren.


Mauren selalu senang berada di dekat sang suami.


“Cepat habiskan minumanmu. Ini sudah malam.”

__ADS_1


“Baiklah.” Mauren mengangguk.


Setelah minuman habis, David segera mengajak Mauren untuk ke kamar. Beristirahat di kamar mereka.


David tidur di pangkuan sang istri sambil membelai lembut perut Mauren.


“Halo, Sayang. Papa belum merasakan tendanganmu hari ini. Apakah jagoan Papa belum main bola di dalam?”


Sebulan yang lalu mereka tahu jika anak yang berada di kandungan Mauren adalah laki-laki. Ini adalah hal yang begitu menakjubkan karena artinya anaknya akan menjadi penerus Janitra. Kabar jika anak yang dikandung Mauren adalah laki-laki membuat Pak Dewa benar-benar bahagia. Artinya memang anak di dalam kandungan Mauren adalah garis keturunan Janitra.


Baru saja diajak bicara tiba-tiba bayi di dalam perut Mauren langsung menendang.


“Ach ....” Karena begitu mendadak, membuat Mauren benar-benar terkejut.


Tendangan dari dalam perut pun membuat Mauren langsung tertawa. Sang anak tampaknya benar-benar sedang mengajak bermain. Mereka berdua benar-benar bahagia dengan kehamilan Mauren. Ada saja kejadian yang bisa dikenang.


...****************...


“Apa kamu akan benar-benar pergi?” Mauren ragu melepaskan sang suami yang akan pergi ke pabrik.


“Sebenarnya aku mau membawamu, tetapi aku akan sibuk sekali. Jadi pastinya akan membuatmu kelelahan nanti. Tidak baik untuk anak kita.” David mencoba memberikan pengertian.

__ADS_1


Mauren mencoba untuk mengerti. Karena David memang sedang sangat sibuk, dia tidak bisa membawanya ikut.


“Lagi pula hanya dua hari. Karena aku memang harus segera kembali.”


“Baiklah.” Mauren mengangguk.


“Nanti Adriel dan Arriel akan menjemputmu untuk ke toko. Jadi kamu akan aman.”


Sampai usia kandungan enam bulan seperti sekarang, Mauren masih bekerja. Dia merasa bosan jika di rumah. David tidak melarang, mengingat pekerjaan Mauren tidak berat. Kini Mauren lebih sering mendesain perhiasan saja.


“Baiklah, aku akan pergi dan pulang bersama mereka.”


David mendaratkan kecupan di dahi sang istri sebelum akhirnya berangkat.


Mauren hanya berharap jika sang suami bisa segera pulang.


...****************...


Mauren sedang melayani pelanggan yang sedang akan memesan perhiasan. Pekerjaan ini benar-benar membuat Mauren bahagia. Bertemu pelanggan yang memesan perhiasan sesuai desain mereka, tentu saja adalah hal yang begitu mengasyikkan.


Saat sedang sibuk berbicara dengan pelanggan, Mauren melihat seseorang yang dikenalnya masuk ke dalam toko perhiasan.

__ADS_1


Mau apa dia?


Pertanyaan itu pun terbesit di benak Mauren ketika melihat orang tersebut masuk ke dalam toko.


__ADS_2