
Mendapati David yang memergokinya menatap, membuat Mauren salah tingkah.
David langsung menarik tubuh Mauren. Tubuh tanpa penghalang itu menempel sempurna. David menarik tangan Mauren. Membelai wajahnya dengan tangan itu. “Lakukan yang kamu suka. Jangan menahannya.” David suka jika Mauren yang mau melakukan apa pun padanya.
Mauren tersenyum. Dia memandang wajah David seraya terus membelainya. Perlahan tangan Mauren membelai bibir David. Melihat bibir David membuat Mauren segera mendaratkan bibirnya di bibir David.
David suka ketika Mauren memulai. Tentu saja itu seperti membuka pintu untuk dirinya masuk.
David menikmati ciuman yang diberikan sang istri. Saat tautan bibir terlepas, David turun ke leher, suara dessahan lolos dari mulut Mauren.
Mauren selalu tak kuasa ketika sang suami memberikan kenikmatan. Dia selalu mengikuti arus yang membawanya pada kenikmatan. Kecupan yang semakin turun membuat Mauren menggeliat. Perasaan menuntunnya untuk meminta lebih.
“Mau lagi?” tanya David.
Malu-malu Mauren mengangguk.
Senyum puas menghiasi wajah David. Senang mendapati jawaban sang istri. Dia yakin jika sang istri mulai suka dengan kegiatan yang membuat candu itu. Kini tak hanya anak yang diharapkan David, tetapi juga cinta Mauren. Berharap setiap ungkapan cinta yang diberikan dirasakan oleh Mauren.
...****************...
“Kamu tampaknya senang sekali.” Arriel menatap temannya yang sedari tadi senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Mauren masih bungkam. Dia tidak mau menceritakan apa pun pada temanya.
“Kamu tidak masuk tiga hari. Ke mana saja?” Arriel begitu penasaran sekali.
“Aku pergi ke hotel.” Akhirnya Mauren menjawab.
“Dengan siapa kamu ke hotel?” tanya Arriel.
Mauren langsung memukul Arriel pelan. Kesal dengan temannya itu. “Bersama David, memang dengan siapa lagi.”
“Oh ... dengan David.” Arriel mengangguk-anggukan kepalanya. “Kamu melalukan hubungan intim?” tanya Arriel penasaran.
“Iya.” Mauren mengangguk malu.
“Entah.” Mauren sendiri bingung dengan perasaannya. Bagaimana tatapan David saat melakukan hubungan intim membuatnya benar-benar tak berdaya. Hatinya berdebar-debar ketika ditatap David.
“Kenapa entah?” Arriel makin bingung dengan ucapan temannya itu.
“Aku awalnya tidak merasakan debaran apa-apa. Namun, tiba-tiba hatiku berdebar-debar saat dia menatap aku.” Mauren menceritakan bagaimana perasaan hatinya.
“Itu namanya kamu sudah jatuh cinta padanya.” Arriel memberikan komentarnya pada Mauren.
__ADS_1
“Benarkah?” tanya Mauren.
“Iya, jika kamu berdebar-debar. Artinya kamu sudah jatuh cinta. Jadi kamu rasakan saja lebih dalam. Jika kamu menemukan rasa bahagia saat bersama David. Artinya kamu memang sudah jatuh cinta pada David.”
Mauren memikirkan ucapan teman sekaligus iparnya itu. Dia merasa jika bisa jadi dia sudah jatuh cinta pada David.
...****************...
Mauren yang sedang melayani pembeli melihat David yang masuk ke toko. Pria itu tersenyum padanya dan segera memilih untuk duduk sambil menunggu Mauren. Dia sudah biasa menunggu sang istri yang belum selesai bekerja.
Saat melihat suaminya menunggu membuat Mauren berbunga-bunga. Perasaannya memang semakin terasa jelas.
Setelah pekerjaannya selesai, Mauren segera menghampiri David. “Maaf lama menunggu.”
“Tidak apa-apa.” David mengulas senyumnya.
“Ayo, kita pulang.” Mauren melingkarkan tangannya di lengan David. Kemudian mengajak sang suami untuk pulang.
David melihat bagaimana sang istri menggandengnya. Perasaannya begitu bahagia sekali melihat hal itu. Dia yakin jika sang istri sudah membuka hati lebar-lebar.
“Ayo.” David mengikuti Mauren yang mengajaknya untuk pulang.
__ADS_1
Mereka berdua menikmati masa-masa indah. Perasaan Mauren yang mulai nyaman dengan David membuat suasana semakin hangat. Dia yakin meyakini jika kini dia sudah punya perasaan lebih pada David.